.

8 Sep 2011

Istana eropa di jawa

KERATON MANGKUNEGARAN: ISTANA EROPA YANG NYASAR DI JAWA




100_0481

Solo punya dua keraton yang ciamik banget, yaitu Keraton Kasunanan dan Keraton Mangkunegaran. Keraton Kasunanan terkenal karena sejarahnya yang panjang dan kemistisannya, sementara Keraton Mangkunegaran terkenal karena keindahan arsitekturnya. Kali ini aku menyambangi Keraton Mangkunegaran 
 Dan harus kuakui, kunjunganku ini sama sekali nggak mengecewakan (walaupun ada beberapa tempat yang nggak dibolehin difoto).



Istana Mangkunegaran dibangun pada tahun oleh Raden Mas Said atau yang juga dikenal dengan nama Pangeran Sambernyowo pada tahun 1757 M. Konon julukan Pangeran Sambernyowo diberikan oleh Belanda karena musuh2 yang dihadapi oleh RM Said selalu keok. Sejak masih berumur 16 tahun, RM Said emang udah gigih melawan penjajah. Akhirnya untuk meredam pemberontakan, Belanda pun mengadakan Perjanjian Salatiga pada tahun 1757 dan mengangkat RM Saidmenjadi Sultan Mangkunegaran I. Raja atau sultan yang menjabat saat ini adalah KGPAA (Kanjeng Gusti Pangeran Arya Adipati) Mangkunegaran IX.

Tiket masuknya 10K IDR saja plus tips buat guide. Kalo buat bule, tiketnya 15 K IDR alias sekitar 1 euro (cailah, gayanya hehehe). Perhatiin jam bukanya ya. Keraton ini menerima turis setiap hari Senin-Sabtu pukul 09.00-12.00 namun hari Minggu buka agak lama dari jam 09.00-13.00. Jangan dateng jam 3 pagi, jelas nggak bakal dibukain pintu hehehe.

Sebelum memasuki kawasan keraton, kalian akan melihat gerbang di depan alun-alun ini.

100_0487
Gerbang ini dulunya nggak simpel kayak gini. Zaman penjajahan tempo doeloe dulu, gerbangnya lebih meriah, kayak gini.

gerbang-mangku
Wah keren ya. Oya, singa adalah lambang kerajaan buat Keraton Mangkunegaran. Di dalam entar juga ada patung singa yang keren banget (entar kuceritain). Beda sama keraton Yogya dan Kasunanan, di sini nggak ada pohon beringin raksasa. Sebagai gantinya, ada pohon asam yang umurnya sudah sangat tua di sini.

100_0642
Di sini juga ada gedung kavaleri-artileri yang dulu digunakan sebagai markas pasukan berkuda. Bangunannya kolonial banget, sayang terbengkalai gitu. Letaknya menghadap ke barat jadi pas banget kalo mau foto sunrise.

100_0060
Nah, di sini ada gerbang besi yang besar. Dari gerbang itu, kalian sudah bisa melihat joglo keraton yang tampak besar. Namun jalan masuknya bukan dari sini, soalnya gerbangnya selalu tertutup dan hanya dibuka buat masuk tamu penting (backpacker jelas bukan termasuk hehehe). Jadi, masuknya lewat bangunan yang ada di sebelah kiri gerbang ini.

gerbang mangkunegaran
Nah, di sini aku langsung disambut ibu2 resepsionis (sejak kapan ya keraton ada resepsionisnya). Kata ibu-nya, aku entar didampingi sama guide. Tipsnya juga dikasih seikhlasnya (dari pengalamanku, istilah “seikhlasnya” artinya ikhlas nggak ikhlas tetep kudu ngasih). Awalnya sih aku agak keberatan bayar guide segala, tapi begitu ibu-nya memanggil sang guide…wow, ternyata guide-nya adalah anak SMK Pariwisata yang lagi magang dan ehm…ehm…manis banget. Hehehe suit…suit…Boleh nih.

Jantungku langsung dag dig dug begitu Mbak-nya ini mengantarku masuk wilayah keraton (dasar, payah backacker beginian). Anehnya, mbak ini juga membawa serta dua tas kresek item. Ternyata saat memasuki joglo dan bagian dalam keraton, alas sepatu kita kudu dilepas. Nggak heran sih, soalnya di Keraton Kasunanan peraturannya juga sama. Tapi enak kok jalan di dalam joglo, adem.

Beginilah suasana di depan joglo. Ada sebuah air mancur dengan patung putty (bocah kecil yang chubby, hiasan khas di Istana bergaya baroque) menunggangi seekor angsa. Dari jauh kayak angel lho. Duh, romantis banget hehehe. Apalagi guide-ku masih cewek ABG gini. Tinggal lari2 dan jadi film India nih hehehe.

100_0462

100_0472

Dan istananya, buseeeet…ini di Solo apa Perancis? Soalnya arsitektur joglonya gabungan antara gaya tradisional Jawa sama Eropa. Joglonya sih jelas Jawa, tapi detailnya baroque banget. Apalagi bagian depannya dicat emas gini. Ini dia foto-fotonya.

100_0467 (2)
100_0459
100_0451 (2)
Keren khan? Begitu memasuki joglo, aku langsung melihat patung empat ekor singa emas menjaga istana ini dengan gagahnya. Kata mbak-nya, patung2 leo ini buatan Belgia. Hmm…percaya aja deh hehehe.

100_0452
100_0453

Bagian depan joglo ini namanya pendapa. Lantainya asli keramik Italia, sayang warnanya kusam. Setelah dijelasin mbak-nya, dulu warna keramik ini putih, tapi jadi kusam begini setelah terkena bencana banjir besar yang pernah menimpa Solo.

Ornamennya sangat bergaya Eropa. Bayangin, di atas gamelan yang Jawa banget, ada lampu emas dengan figur malaikat kecil.

100_0458
Di bagian pusat pendapa ini terdapat empat tiang yang dinamakan soko guru. Nah, ukuran soko guru ini cukup besar. Katanya kalo kita bisa memeluk soko guru ini keinginan kita jadi kenyataan. Kata mbak-nya aku disuruh nyobain, tapi nggak ah…malu hehehe (yah, emang suruh meluk apaan???).

100_0456
Nah, soko guru ini menyokong langit2 yang cukup unik karena berwarna-warni. Kata mbak-nya, tiap warna ada filosofinya sendiri2 lho.

  • warna kuning mencegah kantuk
  • warna biru menghalau musibah
  • warna hitam mencegah rasa lapar
  • warna hijau mengobati depresi
  • warna putih meredam nafsu seks (birahi)
  • warna oranye mengatasi ketakutan
  • warna merah menghalau setan
  • warna ungu menghalau segala yang jahat

Wah, mbak guide-nya apal semua….jadi salut (aku-nya manggut2 sambil nyatet2). Konon bagian atap2 ini dilukis oleh pelukis Cina yang dibantu pelukis Belanda bernama Karsten. Oya, ada yang unik juga. Di sekeliling tumpang sari, dilukis lambang2 dari 12 zodiak. Wah, keren.

100_0457
Setelah melewati pendapa, aku lalu sampai di bagian yang dinamakan paringgitan. Detail pilarnya cukup membuatku tercengang.

100_0402
Bagian paringgitan ini juga terbuka, sama kayak pendapa. Kata mbak-nya, tempat ini digunakan untuk pementasan wayang kulit. Yang membuatku tertarik, di sini ada empat patung emas, namun kali bukan patung2 singa melainkan patung cewek2. Dua patung di depan berasal dari cina dan dua patung di belakang dari Eropa. Di atas patung2 ini ada kain ungu yang digunakan untuk menutup patung. Mbak-nya guide juga nggak tau kenapa patung2 itu kadang mesti ditutup.

Oya banyaknya hiasan bergaya Eropa sempat membuatku bertanya2. Keraton ini kan kerajaan Islam dan setahuku Islam melarang penggunaan figur2 manusia dan hewan (yang justru berceceran di istana ini). Nah, jawab mbak-nya, walaupun kerajaan Islam, keraton di Jawa Tengah masih bersifat “kejawen” jadi berakulturasi ama budaya Hindu-Buddha dulu. Tradisi kejawen ini juga masih bisa kita lihat pada pemberian sesaji dsb. Oya, ini foto dua cewek yang tadi kuceritain.

100_0401  100_0403

Begitu nyampe di rumah dan lihat hasil fotonya di laptop, aku langsung nepuk jidat. Bego banget, patungnya bagus gini kenapa nggak aku close up wajahnya. Pasti artistik banget. Padahal dari dulu kepengen foto patung2 angel di Monumen Prasasti (kuburan Belanda) di Jakarta aja belum kesampaian, yang ini mah malah lebih keren, warnanya emas lagi. Aduh, sumpah nyesel banget. Jadi pengen balik lagi, tapi 10 ribunya plus biaya guide-nya…huaaaaaaaaaa (ketauan kere-nya).

Back to keraton. Di paringgitan ini juga terdapat lukisan raja sekarang dan istri beliau. Nah, yang buatku agak serem adalah lukisan ratu (istri sultan) yang bergaya realis. Dah kayak foto beneran. Apalagi busananya Jawa gitu (kayak Susana)…serem ah. Ada juga foto nenek dari sultan yang konon pas dibuat, lukisan itu disebut sebagai lukisan wanita paling cantik di Nusantara. Sayangnya, saat aku memoret lukisan2 itu, hasilnya ternyata agak kabur semuanya. Nggak tahu apakah itu karena ada “something” yang berbau gaib apa tanganku yang keder gara2 megang camdig baru. Coba aja pembaca membuktikannya sendiri.

Nah, di dalam pringgitan ada pintu bergaya Perancis yang indah dan terbuat dari kaca.

100_0409
Di situ kita bisa masuk ke bagian dalam joglo yang bernama ndalem. Nah, di ndalem ini, kita dilarang memotret. Kalo ada larangan2 kayak gitu, mending diturutin aja sob. Soalnya aku sering denger cerita2 dari temen, kalo tetep nekad biasanya foto kita bakalan nggak jadi (pengalaman di Bali dulu). Hiiiy….

Bagian ndalem terakhir digunakan untuk pernikahan Mbak Menur dengan Sarwana. Namun saat kukunjungi, bagian ini lebih mirip museum soalnya banyak barang milik keraton yang di-display di sana. Koleksinya ada banyak banget, kayak senjata (keris, pedang, samurai), perhiasan, kristal, miniatur dan masih banyak lagi. Kebanyakan dari barang2 itu adalah pemberian atau hadiah dari kepala2 negara kayak Ratu Yuliana, Raja Thailand, Filipina, dsb. Walaupun nggak bisa foto2, aku tidak kecewa, sebab banyak cerita menarik yang kudapat di sini, kebanyakan cerita mistis.

  • Ada alat unik bernama “badong” yang mirip koteka. Nah, alat ini hanya bisa dipakaikan oleh permaisuri bila takut suaminya berselingkuh saat pergi berperang dsb. Konon, permaisuri akan mengucapkan mantra tertentu dan alat ini akan mengunci secara otomatis. Wow! Alat ini terbuat dari emas dan ada juga yang buat perempuan lho!
  • Ada peralatan menari Bedhaya Ketawang yang hanya bisa ditarikan oleh gadis yang masih perawan. Sebelum menari pun syaratnya kudu puasa 3 hari dulu.
  • Ada mata uang yang unik, bentuknya bulat kecil seperti gotri, tapi terbuat dari emas asli.
  • Ada tiga batok yang dipajang bersama keris2, konon batok ini sangat sakti sebab dapat mengeluarkan mata air.
  • Pada bagian tengah ndalem ada sebuah panggung untuk bersemedi. Di bagian belakangnya terdapat krobongan, yaitu tempat untuk menyimpan barang pusaka. Tempat ini nggak boleh lancang dinaiki (ada  rantai pembatasnya, udah kayak bank aja).
  • Di atas krobongan terdapat bangunan berbentuk matahari yang disebut surya sumirang. Konon, pusaka ini amat sakti sebab bisa mengeluarkan cahaya bak matahari beneran (padahal bukan lampu atau apa).
  • Maklum raja, jadi asbak dan tempat meludah pun dari emas asli (hiks). Di sini juga ada kotak perhiasan yang bagian luarnya juga terbuat dari permata asli (suer, baru kali ini liat permata asli).
  • Ada benda serupa raket ping pong. Ternyata itu tembaga asli dan berfungsi sebagai cermin. Konon dulu nggak ada kaca, jadi kalo mau berias, cermin tembaga itu tinggal diberi air dan langsung bisa buat ngaca. Padahal tembaganya keruh lho, keren,
  • Ada alat bernama cengkalan yang digunakan oleh anak raja sehabis sunat. Sumpah aku nggak pengen tau cara makainya gimana.
  • Ada tongkat aneh dari kayu yang bentuknya berulir. Waktu aku nanya, ternyata itu dinamakan “pring pethuk” dan fungsinya cukup berbau gaib. Kalo ada maling masuk ke keraton, konon benda ini akan membuat maling itu nggak bisa keluar dari kraton dan cuma berputar2 saja nggak bisa nemuin jalan keluar. Kayaknya aku pernah deh denger cerita kayak gini pas kecil.
  • Perempuan di kraton pun boleh pegang senjata. Senjatanya dinamakan cudrik, yaitu sejenis pisau kecil yang multi fungsi, bisa dipakai buat sanggul juga. Wah, senjata rahasia nih.

Sekeluarnya dari ndalem, aku langsung bisa bebas foto2 dan makai sandal lagi. Bagian ini dinamakan baluwarti dan dilengkapi kursi2. Ini dia foto2nya (dari sini blog-ku berubah dari blog backpacking ke blog desain interior).

100_0415
100_0416

100_0417
100_0418

Di sini juga ada taman yang nyaman banget. Dari sini ada jalan menuju bagian istana yang dijadikan tempat kediaman raja dan keluarganya, tapi tentu kita tidak boleh masuk. Aku terus nanya mbak-nya, selama jadi guide di sini pernah ketemu ama raja nggak. Katanya, walaupun ketemu kita tetep harus menunduk sebab kita nggak boleh menatap langsung wajah raja. Hmm…masih segitunya ya?

Di sini aku juga nemuin linga yoni ini di tengah taman.

100_0420
Mbak guide lalu membawaku ke bangunan yang bernama Pracimayoso. Di depannya ada kolam dengan hiasan patung singa ini.

100_0422
Nah bangsal Pracimoyoso digunakan untuk pertemuan. Banyak kursi2 bergaya Eropa ini.

100_0423
100_0427

Bagian belakang bangsal Pracimoyoso bisa disewakan lho untuk rapat dll bila diinginkan. Di sini ada hiasan kaca patri yang sangat indah dan hiasan ukiran gading yang menceritakan Epos Ramayana. Melihat detailnya aku langsung terkagum2, apalagi setelah dikasi tau ini buatan asli anak bangsa, tepatnya dari Bali.

100_0430
100_0433

Setelah puas berfoto2 di Pracimoyoso, aku lalu melewati lorong yang dipenuhi barang2 antik ini. Nah, ini lho mbak guide yang kuceritain hohoho.

100_0442
100_0440   100_0443

100_0446
Di sini juga ada toko suvenir yang menjual batik2 (dari bau2nya kayaknya mahal). Waktu ditawarin mampir buat beli oleh2, aku langsung menolak (maklum nggak bakat belanja di butik, kalo mau nyari batik biasanya ke Klewer doang hehehe).

100_0445
Setelah melewati toko suvenir itu, kita langsung keluar melalui pintu samping dan ketemu lagi joglo yang tadi. Kata mbak-nya acara jalan2nya dah selesai (yaaaaaaaaah…kecewa mode on). Akhirnya setelah memberikan tips seikhlasnya (jarang lho aku ikhlas ngasih tips hehehe), akhirnya aku pulang dengan hati gembira (kok jadi mirip karangan anak SD gini). Singkat kata, nggak nyesel deh kalian menyambangi keraton ini kalo mampir ke kota Solo.



WARNING! WARNING!

ABIS DARI KERATON MANGKUNEGARAN LANGSUNG PULANG? RUGI BANGET!!!

Yap, emang rugi banget kalo kalian nggak sekalian menyambangi Masjid Mangkunegaran dan Koridor Ngarsopuro. Masjid Mangkunegaran adalah masjid tua yang bisa kalian capai dengan berjalan kaki dari pintu barat keraton. Di sebelah kanan jalan, kalian akan langsung melihat tembok pembatas masjid yang khas banget. Masjid ini adalah salah satu dari masjid2 tertua di Solo dan konon diarsiteki orang Perancis. Kebalikan dengan gedung Belanda kavaleri tadi, bagian depan masjid ini menghadap ke timur jadi pas banget buat foto sunset.

100_0085
Tempat lain yang juga nggak boleh dilewatin adalah Koridor Ngarsopuro. Ngarsopuro adalah jalan yang berada tepat di depan Keraton Mangkunegaran. Di sini terdapat Pasar Windu Jenar yang menjual barang antik. Aura artistik langsung terpancar dari bangunan, penataan, serta art work yang berjajar di sepanjang jalan ini. Kalo pas malam minggu juga selalu diadakan pasar malam di sini. Untuk Ngarsopuro ini, aku pernah membuat postingan khusus di sini. Nah, jadi jangan dilewatkan ya!

100_0488

7 Sep 2011

menyikapi benda bertuah

Bagaimanakah Menyikapi Pusaka?

kerisBenda bertuah adalah  benda biasa atau benda antik yang memiliki energi gaib yang bisa digunakan keperluan apapun sesuai khendak si pembuat, seperti kekebalan, pengasihan, kedudukan dan sebagainya. Benda bertuah ini memiliki tiga kategori yang pertama benda bertuah hasil pengisian atau sering disebut dengan benda afirmasi kedua benda bertuah asli hasil penarikan alam gaib dan yang terakhir adalah benda alam yang tercipta dengan sendirinya dan memiliki kekuatan murni dari alam.


Benda Bertuah Hasil Pengisian adalah benda biasa apapun (bisa batu permata, ballpoin, gunting, sapu lidi dan sebagainya) yang diisi oleh orang yang berilmu (ghaib) tinggi, tingkat kadar kekuatan energinya-pun tergantung dengan si pembuat pusaka tadi.


Benda Bertuah Asli alam gaib merupakan benda pusaka yang diambil dari alam gaib. Pada dasarnya benda kategori ini juga merupakan hasil pengisian dari si pembuat pusaka namun bukan pengisian layaknya pusaka jaman sekarang, pengisian benda asli lebih dikategorikan pengisian dengan jalan pendekatan kepada Tuhan YME sehingga energi yang dihasilkan berupa energi berkah sehingga secara tidak langsung tapi pasti benda ini memiliki daya energi yang luar biasa, dikarenakan energinya dan tingkat spiritual si pembuat yang tinggi sehingga kekuatannya bisa dibilang pilih tanding, sampai-sampai benda ini muksa atau hilang dan masuk kealam gaib.


Benda Alami adalah benda alam yang tercipta sebagai bukti salah satu kekuasaan Tuhan Yang Maha Kuasa, benda semacam ini bukanlah benda hasil dari pengisian seperti pada kategori kedua benda diatas, benda alami asli tercipta dengan sendirinya tanpa rekayasa dari manusia bentuknya-pun sama seperti benda lain yang ada di atas bumi seperti bambu petuk, kayu stigi, galih kelor, bambu patil lele, batu muda, kol buntet, galih asem dan sebagainya.


Banyak kalangan berpendapat bahwa memiliki, menyimpan dan merawat benda bertuah adalah syirik. Semua tergantung dari siapa yang menyikapinya sebab para nabi saja memiliki benda bertuah seperti nabi musa dengan tongkatnya, nabi sulaiman dengan cincinnya dan rosululloh pun menggunakan cincin (khatim).

 Lantas bagaimana menyikapi benda bertuah tersebut agar tidak salah dan menjerumuskan kita sebagai pemilik benda tersebut?. Benda bertuah bukanlah benda sembarangan layaknya benda bisa, setiap benda bertuah memiliki khadam.

Layaknya manusia khadam juga menginginkan dirinya di hormati dan mulyakan, tetapi jangan sampai menghormati benda dan khadam tersebut membuat kita lupa bahwa benda tersebut adalah ciptaan Tuhan YME.


Sama seperti anda ketika ada presiden atau kyai di rumah anda, anda pasti akan memulyakannya dengan mencium tangannya, menyediakan tempat yang istimewah, makanan yang mewah dan lain sebagainya, apakah hal semacam ini dinamakan menyembah? tentu tidak.. memulyakan bukan berarti menyembah.


Sama seperti benda bertuah, di beri warangka yang bagus, di mandikan setiap bulan atau setiap tahunnya, di beri wewangian, di letakkan di tempat yang istimewa bukan berarti anda menyembah benda tersebut hanya sebatas memulyakan benda tersebut.


Jadi intinya jangan sampai keliru antara memulyakan benda bertuah dan menyembah benda bertuah, karena yang layak disembah hanyalah Tuhan YME yang telah menciptakan anda dan benda bertuah tersebut.

 BENDA BERTUAH DIMULYAKAN YES...!!!

DISEMBAH NO...!!!

5 Sep 2011

Sejarah candi Borobudur


Asal usul sejarah berdirinya candi Borobudur
Asal usul sejarah berdirinya candi Borobudur
Asal usul sejarah berdirinya candi Borobudur
Asal usul sejarah berdirinya candi Borobudur – Candi borobudur merupakan salah satu obyek wisata yang terkenal di Indonesia yang terletak di Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Dalam sejarah candi borobudur, terdapat berbagai teori yang menjelaskan asal usul nama candi borobudur. Misalkan kata borobudur berasal dari ucapan “para Buddha” yang karena pergeseran bunyi menjadi borobudur. Kata bara konon berasal dari kata vihara, sementara ada pula penjelasan Asal usul sejarah berdirinya candi Borobudur lain di mana bara berasal dari bahasa Sansekerta yang artinya kompleks candi atau biara dan beduhur artinya ialah “tinggi”, atau mengingatkan dalam bahasa Bali yang berarti “di atas”. Berdasarkan prasasti Karangtengah dan Kahulunan, Casparis memperkirakan pendiri Borobudur adalah raja Mataram dari wangsa Syailendra bernama Samaratungga, yang melakukan pembangunan sekitar tahun 824 M.
Letak candi ini diatas perbukitan yang terletak di Desa Borobudur, Mungkid, Magelang atau 42 km sebelah laut kota Yogyakarta. Dikelilingi Bukit Manoreh yang membujur dari arah timur ke barat. Bangunan kaki disebut Kamadhatu, yang menceritakan tentang kesadaran yang dipenuhi dengan hawa nafsu dan sifat-sifat kebinatangan. Kemudian Ruphadatu, yang bermakna sebuah tingkatan kesadaran manusia yang masih terikat hawa nafsu, materi dan bentuk. Asal usul sejarah berdirinya candi Borobudur
Menurut Asal usul sejarah berdirinya candi Borobudur dibangun sekitar tahun 800 Masehi atau abad ke-9. Candi Borobudur dibangun oleh para penganut agama Buddha Mahayana pada masa pemerintahan Wangsa Syailendra. Candi ini dibangun pada masa kejayaan dinasti Syailendra. Pendiri Candi Borobudur yaitu Raja Samaratungga yang berasal dari wangsa atau dinasti Syailendra. Kemungkinan candi ini dibangun sekitar tahun 824 M dan selesai sekitar menjelang tahun 900-an Masehi pada masa pemerintahan Ratu Pramudawardhani yang adalah putri dari Samaratungga. Kata Borobudur sendiri berdasarkan bukti tertulis pertama yang ditulis oleh Sir Thomas Stamford Raffles, Gubernur Jendral Britania Raya di Jawa, yang memberi nama candi ini. Tidak ada bukti Asal usul sejarah berdirinya candi Borobudur tertulis yang lebih tua yang memberi nama Borobudur pada candi ini. Satu-satunya dokumen tertua yang menunjukkan keberadaan candi ini adalah kitab Nagarakretagama, yang ditulis oleh Mpu Prapanca pada tahun 1365. Di kitab tersebut ditulis bahwa candi ini digunakan sebagai tempat meditasi penganut Buddha.
Asal usul sejarah berdirinya candi Borobudur2
Asal usul sejarah berdirinya candi Borobudur2
Berdasarkan Asal usul sejarah berdirinya candi Borobudur Arti nama Borobudur yaitu “biara di perbukitan”, yang berasal dari kata “bara” (candi atau biara) dan “beduhur” (perbukitan atau tempat tinggi) dalam bahasa Sansekerta. Candi ini selama berabad-abad tidak lagi digunakan. Kemudian karena letusan gunung berapi, sebagian besar bangunan Candi Borobudur tertutup tanah vulkanik. Kemudian bangunan candi ini mulai terlupakan pada zaman Islam masuk ke Indonesia sekitar abad ke-15.
Cornelius dibantu oleh sekitar 200 pria menebang pepohonan dan menyingkirkan semak belukar yang menutupi bangunan raksasa tersebut. Karena penemuan itu, Raffles mendapat penghargaan sebagai orang yang memulai pemugaran Candi Borobudur dan mendapat perhatian dunia. Candi ini terus dipugar pada masa penjajahan Belanda.Lalu pada tahun 1963, keluar keputusan resmi pemerintah Indonesia untuk melakukan pemugaran Candi Borobudur dengan bantuan dari UNESCO. Proses pemugaran baru selesai pada tahun 1984.
Demikian artikel tentang Asal usul sejarah berdirinya candi Borobudur semoga bermanfaat
Artikel yang terkait dengan Asal usul sejarah berdirinya candi Borobudur
Asal usul sejarah berdirinya candi Borobudur, cerita sejarah candi borobudur, sejarah candi mendut, sejarah candi borobudur, arti nama borobudur

Asal usul sejarah berdirinya candi Borobudur

tiket masuk candi borobudur 2013, sejarah berdirinya candi borobudur, MAKALAH STUDY TOUR IN JOGJA BOROBUDUR TAMAN PINTAR MALIOBORO PARANGTRITIS, biaya masuk candi borobudur 2013, artikel sejarah berdirinya candi prambanan, harga tiket borobudur mei 2013, borobudur buka idul fitri, sejarah candi borobudur lengkap, contoh wacana berita, sejarah berdirinya wisata lubang buaya, karya tulis wisata borobudur prambanan kraton jogjakarta, paragraf naratif, borobudur, sejarah singkat candi borobudur dalam bahasa inggris, daftar pustaka dari buku tenttang hotel, borobudur candi tiket 2013, sinopsis cerita rakyat candi borobudur, Asal usul Rogojampi, cerita rakyat terjadinya candi borobudur, cerita pribadi kelas 6 ke yogyakarta, brosur wisata borobudur, cerita candi borobudur bahasa inggris, cerita bahasa inggris candi borobudur, sejarah candi balai kambang, sejarah candi borobudur dalam bahasa inggris, deskripsi tentang candi borobudur dalam bahasa inggris, cerita ke borobudur pakai bhs inggris, cara masuk borobudur murah untuk mpelajar, kata ucapan selamat berlibur, asal usul nama Sleman

10 Agu 2011

situs prasejarah di purbalingga

Purbalingga, (ANTARA News) – Sebanyak 15 situs batu prasejarah ditemukan terserak di hulu Sungai Klawing, Sungai Tungtung Gunung, Sungai Laban bagian hulu dan hilir, serta Sungai Kuning, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah.
“Temuan berupa ratusan perkakas batu prasejarah itu, kini tersimpan di sebuah workshop di Pasir Luhur, Jawa Barat,” kata dosen Fakultas Geologi Institut Teknologi Bandung (ITB), Ir Sudjatmiko Dipl Ing, di Purbalingga, Sabtu.
Ia mengatakan, barang temuan tersebut antara lain sisa-sisa industri gelang yang diperkirakan berasal dari budaya Neolitikum (homo sapiens), kapak perimbas, dan kapak penetak.
Menurut dia, situs-situs yang ditemukan di hulu Sungai Klawing diperkirakan merupakan peninggalan masa Neolitikum sekitar 1.000-6.000 tahun lalu, di bagian hilir diperkirakan lebih tua lagi, yakni masa Palaeolitikum atau sekitar 6.000-60.000 tahun lalu.
Selain benda-benda arkeologis, kata dia, di sepanjang aliran sungai-sungai itu juga banyak ditemukan benda-benda geologi berupa batu-batu mulia, seperti Heliotrope (matahari berputar) yang disebut “Pierre du sang du Christ” (batu darah Kristus).
“Hasil penelitian rekan-rekan arkeolog itu sangat spektakuler. Sayangnya tidak pernah disosialisasikan kepada pemerintah dan masyarakat setempat,” katanya.
Menurut dia, keberadaan benda-benda arkeologi dan sumber daya artefak di sungai-sungai itu tercampur aduk dengan benda geologi berupa bahan mentah batu mulia.
Masyarakat Batu Mulia Indonesia, kata dia, memperkirakan puluhan ton batu mulia, terutama jenis Jasper Hijau termasuk artefak dan benda arkeologi lainnya, telah dieksplorasi dari sungai-sungai di Purbalingga tersebut.
Ia mengatakan, masyarakat tidak bisa membedakan sehingga benda-benda itu ikut dipotong-potong menjadi bahan perhiasan.
“Kami bisa memastikan, Kabupaten Purbalingga memiliki kekayaan sumber daya alam batu mulia, sekaligus kekayaan budaya yang sangat tinggi nilainya. Bila dikelola dengan baik, Purbalingga bisa menjadi semacam `geological and archeological tourism`,” kata dosen ITB lainnya, Budi Brahmantyo.(*)

6 Agu 2011

Filosofi Di Dalam Batik Yogyakarta


1. Batik cuwiri [batik tulis]

zat warna : Soga alam
kegunaan : Sebagai “semek’an” dan kemben. Dipakai saat upacara “mitoni”
unsur motif : Meru, gurda
filosofi : Cuwiri artinya kecil-kecil, diharapkan pemakainya terlihat pantas dan dihormati.
2. Batik sido mukti [batik tulis]



zat warna : Soga alam
kegunaan : Sebagai kain dalam upacara perkimpoian
unsur motif : Gurda
filosofi : Diharapkan selalu dalam kecukupan dan kebahagiaan.
3. batik kawung [batik tulis]



zat warna : Naphtol
kegunaan : Sebagai kain panjang
unsur motif : Geometris
filosofi : Biasa dipakai raja dan keluarganya sebagai lambang keperkasaan dan keadilan
4. batik pamiluto [batik tulis]



zat warna : Soga alam
kegunaan : Sebagai kain panjang saat pertunangan
unsur motif : Parang, ceplok, truntum dan lainnya
filosofi : Pamiluto berasal dari kata “pulut”, berarti perekat, dalam bahasa jawa bisa artinya kepilut [tertarik].
5. batik parang kusumo [batik tulis]



zat warna : Naphtol
kegunaan : Sebagai kain saat tukar cincin
unsur motif : Parang, mlinjon
ciri khas : Kerokan
filosofi : Kusumo artinya bunga yang mekar, diharapkan pemakainya terlihat indah
6. batik ceplok kasatrian [batik tulis]



zat warna : Soga alam
kegunaan : Sebagai kain saat kirab pengantin
unsur motif : Parang, gurda, meru
ciri khas : Kerokan
filosofi : Dipakai golongan menengah kebawah, agar terlihat gagah
7. batik nitik karawitan [batik tulis]



zat warna : Soga alam
kegunaan : Sebagai kain panjang
ciri khas : Kerokan
unsur motif : Ceplok
filosofi : Pemakainya orang yang bijaksana.
8. batik truntum [batik tulis]



zat warna : Soga alam
kegunaan : Dipakai saat pernikahan
ciri khas : Kerokan
filosofi : Truntum artinya menuntun, diharapkan orang tua bisa menuntun calon pengantin.
9. batik ciptoning [batik tulis]



zat warna : Soga alam
kegunaan : Sebagai kain panjang
unsur motif : Parang, wayang
ciri khas : Kerokan filosofi : Diharapkan pemakainya menjadi orang bijak, mampu memberi petunjuk jalan yang benar
10. batik tambal [batik tulis]



zat warna : Soga alam
kegunaan : Sebagai kain panjang
unsur motif : Ceplok, parang, meru dll
ciri khas : Kerokan
filosofi : Ada kepercayaan bila orang sakit menggunakan kain ini sebagai selimut, sakitnya cepat sembuh, karena tambal artinya menambah semangat baru
11. batik slobog [batik tulis]



zat warna : Naphtol
kegunaan : Sebagai kain panjang
unsur motif : Ceplok
ciri khas : Kerokan
filosofi : Slobog bisa juga “lobok” atau longgar, kain ini biasa dipakai untuk melayat agar yang meninggal tidak mengalami kesulitan menghadap yang kuasa.
12. batik parang rusak barong [batik tulis]



zat warna : Soga alam
kegunaan : Sebagai kain panjang
unsur motif : Parang, mlinjon
ciri khas : Kerokan
filosofi : Parang menggambarkan senjata, kekuasaan.
Ksatria yang menggunakan batik ini bisa berlipat kekuatannya.
13. batik udan liris



zat warna : Soga alam
kegunaan : Sebagai kain panjang
unsur motif : Kombinasi geometris dan suluran
ciri khas : Kerokan filosofi : Artinya udan gerimis, lambang kesuburan

5 Agu 2011

Dunia gaib terhubung melalui cermin


Benarkah Dunia Lain / Dunia Ghoib  Terhubung Melalui Cermin?...

Cermin merupakan pintu masuk ke dunia lain, argumen yang didasarkan pada Foton, pusaran energi, dan keterikatan mekanika Kuantum.

Dunia ini luar biasa, banyak hal di sekitar kita tidak terlihat atau menyadarinya. Contohnya Decode atau dikenal dalam ilmu pengetahuan sebagai mainstream penampakan cahaya. Cahaya yang terlihat merupakan bagian spektrum elektro-magnetik, yang hanya menyumbang sekitar 0,005 persen di alam semesta. Sementara 95 persen lainnya adalah energi gelap atau informasi yang tidak terlihat.

Cahaya yang terlihat hanya membentuk sebagian kecil dari spektrum elektro-magnetik, maka kita hanya melihat sebagian kecil dari 0,005 persen di alam semesta. Bahasa kasarnya ‘Kita buta’ dan sebagian besar dari kita tidak menyadari apa yang tidak terlihat.

Cermin penghubung dunia lain / Credit: David Icle
Cermin, Pintu Masuk Dunia Lain

Apakah pikiran sadar kita terpaku dengan realitas saat ini? Dapatkah cermin menciptakan keretakan diantara dunia yang menakutkan dalam realitas dunia paralel? Ada alam semesta yang berbeda, petunjuk keberadaan mereka sudah cukup untuk membuat kita bertanya-tanya.


Dan beberapa peneliti mengatakan jawaban yang sama, dunia lain benar-benar Ada! Dunia yang kita lihat sebenarnya terbalik dan dikoreksi oleh otak, semuanya terlihat dalam Dua Dimensi yang dikonversi menjadi sebuah ilusi 3D melalui paralaks dari dua organ terpisah, yang disebut mata.


Kita tidak dapat melihat gelombang radio atau ultraviolet, atau masuk ke dimensi lain. Kebanyakan manusia tidak memiliki indera untuk melihat banyak hal yang ada, sehingga hanya melihat bagian dari realitas.

Realitas dalam bentuk yang paling dasar selalu dianggap sebagai suatu konstruksi. Apa yang kita lihat akan selalu berada di masa lalu, sementara pikiran dimasa sekarang, namun alam semesta di sekitar kita berada di kaca dan menyusut, hanya imajinasi yang dapat mengantisipasi masa depan.

Yang kita lihat selama ini sebagai realitas hanyalah puncak menara, ketika melihat bintang di angkasa maka sebenarnya melihat masa lalu dan beberapa bintang yang terlihat mungkin tidak ada lagi. Hal yang sama juga berlaku pada apa yang terdengar, tercium (bau), sentuhan, dan bahkan rasa. Segala sesuatu yang di rasakan tertunda sementara pikiran beroperasi mendekati kecepatan cahaya.

Menurut Dr.Michio Kaku, manusia saat ini berinteraksi dengan alam semesta atau dunia paralel. Di dunia lain hanya sebagai persepsi luar, kita beraktifitas dalam ruang tetapi kuantum string bergetar pada tingkat yang sedikit berbeda sehingga kita tidak menyadari perjalanan panjang.


Pintu dimensi mungkin saja sebuah pusaran, atau pintu masuk dunia lain yang lebih stabil menggunakan sifat-sifat benda-benda fisik untuk menjembatani kesenjangan antara string yang bergetar di Quanta. Tapi, benarkah benda-benda fisik itu seperti cermin?


Mitos, Olkutisme Dan Tradisi Cermin


Daya tarik okultisme pada cermin telah digunakan selama berabad-abad, cermin digunakan banyak peramal dan pendeta tinggi sejak zaman Sumeria kuno. Mitos dan legenda sering memiliki inti kebenaran dalam diri mereka, mungkin ada kebenaran di dalam kepercayaan mistik bahwa sifat cermin, konstruksi fisik yang unik, membuka beberapa pintu atau portal ke dunia lain.



Cerita fiksi Lewis Carroll, Through the Looking Glass, menggunakan cermin sebagai portal ke dunia lain di mana pahlawan pemberani, Alice, terjalin dalam petualangan baru setelah perjalanan pertamanya melalui lubang kelinci. Pelihat dan penyihir, semua mempercayai bahwa cermin memiliki kekuatan khusus yang tertanam dalam diri mereka dan dapat diakses dengan mantra yang tepat atau ritual.

Penulis Edgar Allan Poe terkesan membenci cermin, dalam cerita The Philosophy of Furniture, dia menuliskan kisah dibalik misteri cermin. Cermin dianggap terpisah dari refleksinya, cermin yang disajikan terus menerus datar, tidak berwarna, permukaan datar tak henti-hentinya, suatu hal yang selalu menyenangkan dan jelas. Cermin dianggap sebagai reflektor kuat dalam menghasilkan cerita mengerikan, dan kejahatan diperburuk dalam cerita ini, tidak hanya proporsi langsung dari augmentasi sumbernya, tetapi juga dalam rasio yang terus meningkat. Bahkan sebuah ruangan dengan empat atau lima cermin diatur secara acak, semua untuk satu tujuan. Seperti dalam acara seni, tatanan ruang yang tidak ada bentuk sama sekali.


The Dream of Red Chamber, sebuah novel Cina kuno yang menceritakan kisah seorang biksu Tao dengan kemampuan magis yang menciptakan cermin dua sisi, mencerminkan kebenaran di satu sisi dan keburukan di sisi lain. Banyak orang merasa memiliki sensasi lain ketika melihat bayangan mereka dalam cermin, mata menatap tanpa berkedip. Bahkan meyakini kekuatan mistik yang melekat pada cermin dan dianggap ajaib.


Cermin diyakini bisa mengungkapkan visi masa depan, neraka, setan, hantu, yang sesungguhnya dari kekuatan paranormal. Cermin telah digunakan untuk mengirimkan mantra, pembunuhan, memata-matai saingan, bahkan perjalanan waktu. Praktek menggunakan cermin sebagai alat paranormal sering disebut pengintai, dan beberapa diantara tradisi masih menggunakannya.


Dunia Lain Dalam Sudut Pandang Fisika

Lawrence Krauss, profesor fisika Arizona State University pernah menulis sebuah buku Hiding in the Mirror: the Mysterious Allure of Extra Dimensions, from Plato to String Theory and Beyond. Krauss bertanya-tanya apakah ada dunia lain dalam cermin dan jika penemuan ilmiah selama beberapa ratus tahun mengarah pada realisasi, cermin mungkin sebuah jendela untuk mendapatkan sesuatu yang lain.


Krauss mengulas tentang ilmu empiris dalam dua abad terakhir, dimulai dengan penemuan hukum elektromagnetisme yang akhirnya menimbulkan pertanyaan besar tentang hubungan antara ruang waktu. Kemudian Albert Einstein memecahkan misteri itu pada tahun 1915 melalui teori relativitas. Dari sini awal penemuan subatomik, termasuk penemuan partikel positron, muon, neutrino, dan quark yang telah membawa umat manusia ke pemahaman baru dari empat kekuatan di alam, dan entah bagaimana gravitasi secara fundamental berbeda dari kekuatan lain dengan cara yang masih belum bisa dipahami.


Upaya mengungkap misteri gravitasi dan mekanika kuantum menyebabkan para ilmuwan pada tahun 1980 mengeksplorasi teori string, dengan kemungkinan adanya dimensi ekstra. Penemuan-penemuan baru cenderung mendukung dunia lain yang tidak banyak diketahui, seperti yang dikatakan Krauss dalam sebuah artikel internal, bahwa ilmu tidak beroperasi dalam ruang hampa. Ide-ide tentang dimensi ekstra terus berkembang sepanjang tahun, dan mungkin akan mengatakan kepada kita tentang sesuatu. Jika tidak mengungkapkan tentang dunia alami maka setidaknya tentang pikiran manusia.



Cermin adalah portal fisik yang berdiri sendiri, tidak lain merupakan energi yang bebas dari penahanan yang ada di berbagai tempat di dunia. Atau disebut pusaran waktu spasial, fenomena ini berada dalam bidang pusaran pergeseran fase.

David Deutsch pernah mengadakan serangkaian percobaan dengan Foton untuk membuktikan bahwa ketika melewati celah ganda, foton diblokir oleh pergeseran fase dan tidak dapat terjadi proses kecuali bergerak ke dimensi lain atau realitas. Berdasarkan argumen foton, tentunya menguatkan anggapan mereka yang meyakini bahwa cermin bisa menjadi gerbang ke dunia lain.



9 Jul 2011

Bagelen memiliki nilai dan karismatik

Bagelen memiliki nilai dan karismatik sebagai sebuah wilayah. Wilayah yang luas -terdapat 20 kecamatan jika dibandingkan dengan kondisi administratif saat ini- dan terletak di Jawa Tengah bagian selatan (tepatnya di Yogyakarta) itu memiliki peranan yang sangat penting dalam sejarah tanah air. Operasi militer, perlawanan terhadap Kompeni, pembangunan candi (Prambanan dan Borobudur) merupakan beberapa bukti pentingnya wilayah tersebut.
Bukti-bukti kebesaran Bagelen tercatat sebagai berikut:
1. di era Majapahit, Raja Hayam Wuruk pernah memerintahkan untuk menyelesaikan pembangunan candi makam dan bangunan para leluhur, menjaga serta merawatnya dengan serius (Negarakertagama);
2. di era Demak, Sunan Kalijaga (anggota Wali Songo) mengunjungi Bagelen dan mengangkat muridnya, Sunan Geseng untuk berdakwah di wilayah Bagelen;
3. di awal Dinasti Mataram, Panembahan Senopati menggalang persahabatan dengan para kenthol (tokoh-tokoh) Bagelen untuk menopang kekuasaannya.
4. ditemukannya bukti-bukti sejarah, seperti Lingga (52 buah), Yoni (13), stupa/Budhis (2), Megalith (22), Guci (4), Arca (38), Lumpang (24), Candi Batu atau berkasnya (8), Umpak Batu (16), Prasasti (3), Batu Bata (8), temuan lain (17), dan Umpak Masjid (20).

Tapi pada akhirnya, Bagelen sebagai sebuah kawasan yang solid akhirnya terpecah seiring dengan ditandatanganinya Perjanjian Giyanti (13 Februari 1755) yang didesain oleh Kompeni Belanda untuk memecah Mataram menjadi dua kerajaan; Kasunanan Surakarta (Solo) dengan Sunan Paku Buwono III sebagai raja pertamanya, dan Kasultanan Yogyakarta dengan Sultan Hamengku Buwono I sebagai rajanya.
Sebagian masuk Solo, dan sisanya masuk Yogyakarta. Secara peradaban, Bagelen sudah terbelah. Abad XIX (1825-1830), Bagelen ikut dalam Perang Jawa. 3000 prajurit Bagelen di bawah kendali Pangeran Ontowiryo menyokong perjuangan Pangeran Diponegoro yang terpusat di Tegalrejo, Magelang. Saking kuatnya perlawanan Bagelen, Kompeni Belanda sampai harus menggunakan taktik Benteng Stelsel, dengan mambangun 25 buah benteng di kawasan Bagelen.
Usaha Belanda untuk semakin memperlemah Bagelen dilanjutkan di tahun 1901. Tanggal 1 Agustus, Bagelen dihapus secara karesidenan dan dilebur ke dalam Karesidenan Kedu. Selanjutnya Bagelen hanya dijadikan sebagai sebuah kecamatan saja. Kemudian Belanda juga membangun jalur transportasi Purworejo-Magelang untuk memudahkan pengawasan. Belanda juga menempatkan batalion militer reguler dengan dibantu serdadu negro (Ambon?). Kebijakan ini sangat nyata untuk menghilangkan jati diri Bagelen sebagai sebuah kawasan yang sangat berakar. Buku ringkas ini merupakan upaya penulis untuk melakukan rekonstruksi suatu aset nasional yang memiliki muatan lokal. Berikut penelusurannya:
LATAR BELAKANG MATARAM KUNO
Di Jawa Tengah abad VIII – X, ada kerajaan besar, bernama Medang yang terletak di Poh pitu. Kerajaan ini luas, dikenal subur dan makmur. Pusat kekuasaan dibagi menjadi dua; Pertama, negara yang bersifat internasional dengan beragama Budha, diperintah oleh Dinasti Syailendra. Kedua, negara yang diperintah oleh sepupunya yang beragama Syiwa. Kedua kerajaan ini berada dalam satu istana, dan disebut Kerajaan Medang i Bhumi Mataram. Berdasarkan prasasti berbahasa Melayu Kuno (Desa Sojomerto, Batang) memperkuat pendapat sejarawan Purbacaraka, bahwa hanya ada satu dinasti saja di Jawa Tengah, yakni Syailendra. Raja Sanjaya yang menganut Syiwa di kemudian hari menganjurkan putranya, Rakai Panangkaran untuk memeluk Budha. Menurut catatan Boechori, epigraf dan arkeolog, Syailendra merupakan penduduk asli Indonesia. Hal ini juga diperkuat oleh prasasti Wanua Tengah III (Temanggung) yang memuat silsilah raja-raja Mataram lengkap dengan tahunnya.
ASAL-MULA RAJA SANJAYA DAN TANAH BAGELEN
Berdasarkan prasasti Canggal (Sleman) menjelaskan: -ada sebuah pulau bernama Yawadwipa -negeri yang kaya raya akan padi, jewawut, dan tambang emas. -raja pertamanya : Raja Sanna. -setelah dia mangkat, diganti oleh ponakannya: Raja Sri Sanjaya Menurut catatan seorang sejarawan, Raja Sanjaya mendirikan kerajaan di Bagelen, satu abad kemudian dipindah ke Wonosobo. Sanjaya adalah keturunan raka-raka yang bergelar Syailendra, yang bermakna “Raja Gunung“, “Tuan yang Datang dari Gunung“. Atau, “Tuan yang Datang dari Kahyangan“, karena gunung menurut kepercayaan merupakan tempatnya para dewata.
Raja Sanjaya dikenal sebagai ahli kitab-kitab suci dan keprajuritan. Armada darat dan lautnya sangat kuat dan besar, sehingga dihormati oleh India, Irian, Tiongkok, hingga Afrika. Dia berhasil menaklukkan Jawa Barat, Jawa Timur, Bali, Kerajaan Melayu, Kemis (Kamboja), Keling, Barus, dan Sriwijaya, dan Tiongkok pun diperanginya (from “Cerita Parahiyangan“).
Area Kerajaan Mataram Kuno (Bagelen) berbentuk segitiga. Ledok di bagian utara, dikelilingi Pegunungan Menoreh di sisi Barat dan Pegunungan Kendeng di utara dan basisnya di pantai selatan dengan puncaknya Gunung Perahu (Dieng), di lembah Sungai Bagawanta (Sungai Watukura, kitab sejarah Dinasti Tang Kuno 618-906). Catatan dinasti Tiongkok tersebut diperkuat juga oleh Van der Meulen yang menggunakan kitab “Cerita Parahiyangan” dan “Babad Tanah Jawi“.
Bagelen merupakan hasil proses nama yang final. Bermula Galuh/Galih, menjadi Pegaluhan/Pegalihan, menjadi Medanggele, Pagelen, lalu jadilah Bagelen. Dalam prasasti Tuk Mas (Desa Dakawu, Grabag-Magelang) yang menyebut adanya sungai yang seperti sungai Gangga, maka Medang i bhumi Mataram bermakna “Medang yang terletak di suatu negeri yang menyerupai Ibu” (lembah Sungai Gangga). Dieng diasumsikan sebagai Himalaya, Perpaduan Sungai Elo dan Progo disamakan sebagai Sungai Gangga, dan pegunungan Menoreh disamakan sebagai Pegunungan Widiya.
SILSILAH RAJA-RAJA MATARAM KUNO
bagelen_1

cara memanggil makhluk gaib

Ada yang ingin mencoba? Berikut ini berita yang DI ambil dari tribunnews tentang "beginilah cara memanggil makhluk gaib" ...  Menurut ahli paranormal dan pengobatan alternatif, Ki Kusumo, membeberkan beberapa cara memanggil mahkluk halus ke dunia kita.

" Jam 12 malam, letakan dua cermin di kiri dan kanan menghadap ke kita. 

Lalu selama 32 kali kita menengok ke arah kanan lalu kiri cermin. 
Pada saat tengokkan ke 31 satu anda akan merasakan hal yang aneh di ruangan, dan saat ke 32 akan muncul bentuk mahkluk mistis di kaca kanan dan kiri.

Dalam hal mistis dari Kitab Serat Jawa Kuno
“Kitab Serat Jawa Kuno yang bisa dibaca untuk memanggil makhluk dari alam lain, tanpa perlu mantra, puasa atau nglakoni. Jadi jangan pernah mempraktikkannya di rumah,” terang Ki Kusumo.

"Percaya atau tidak, semua tergantungkepada diri masing masing

8 Apr 2011

Ada Penampakan Hantu Perang Dunia II di Foto Ini?

Ada Penampakan Hantu Perang Dunia II di Foto Ini?

Foto yang diambil Mayor John Tulloch saat melakukan napak tilas ke rute maut para tawanan perang.
        Ini kisah nyata yang terjadi di Kalimantan Utara tahun 1945 lalu, di tengah Perang Dunia II. Buruh dan tawanan perang dipaksa berbaris dari Sandakan menuju Ranau, di bawah todongan senjata tentara Jepang. 
Kondisi mereka memprihatinkan, gizi buruk akibat kurang makan dan kelelahan. Bertelanjang kaki, para tawanan menempuh jarak 160 mil di tengah cuaca terik, selama satu bulan.

Siapa yang rubuh karena kelelahan dibiarkan meregang nyawa, ditembak, ditusuk bayonet, bahkan disembelih. Sungguh siksaan tak terperi. Bahkan dikisahkan, untuk bertahan hidup para tawanan terpaksa menjadi kanibal, memakan mayat temannya sendiri.

Tiga kali pemberangkatan semua berakhir tragis, lebih dari 3.600 orang Indonesia dan Filipina yang diperbudak dan 2.400 tawanan perang tentara Sekutu kebanyakan dari Australia tewas. Hanya enam tentara Australia yang selamat, berhasil melarikan diri.

Tragedi sejarah yang terlupakan itu kini kembali mengemuka, lewat selembar foto.

Pada tahun 2010 lalu, seorang pensiunan tentara Inggris, Mayor John Tulloch melakukan napak tilas ke rute maut para tawanan perang. Ia mengira kamera yang ia jepretkan dari mobil yang melaju merekam rute berliku "barisan kematian" yang mengambil banyak nyawa 70 tahun silam.

Justru kejutan yang ia dapatkan. Saat melihat gambar itu, ia menjumpai bayangan putih, kerangka bungkuk yang berbaris, persis di rute yang diambil para tawanan tujuh dekade lalu. Gambar mengerikan itu kembali mengingatkan kondisi mengerikan "barisan maut".

"Kami sedang berkendara di sepanjang rute maut, saya mengambil sekitar 200 gambar lewat kamera digital," kata dia, seperti dimuat Daily Mail, Kamis 27 September 2012.

Saat gambar itu dilihat di layar komputer ada penampakan aneh. "Saya merinding saat melihat 17 sampai 18 sosok hantu seakan ke luar dari hutan dan berjalan menyusuri rute menuju Ranau," kata dia.

Gambar itu ia tunjukkan ke sejumlah orang, beberapa dari mereka menyebutnya luar biasa, yang lain menolak untuk melihatnya, takut dihantui.

Tapi benarkah itu foto hantu?
Diduga ilusi fotografis itu dihasilkan dari refleksi handuk bermotif yang ada di dashboard mobil di mana dia mengambil gambar.
"Pemandu saya menaruh handuk di dashboardnya. Pola handuk itu tercermin lewat kaca," kata Tulloch. Namun, karena diambil di lokasi yang tepat, "saya  menyebutnya refleksi dari barisan kematian."