.

1 Agu 2015

sudah dimaharkan

Keris Tua luk 5

Dapur Naga siluman primitif 

Pamor Kelleng           
Gonjo Wilud

Tangguh mataram bagelen

Maskawin Rp 5 juta (monggo dimusyawarahkan)


Kondisi keris

tua utuh wingit antik terawat
panjang wilah 34,5 cm
panjang pesi 6,5 cm
panjang gonjo 8,5 cm 


silakan disawang dan rasakan energinya

“Dengarlah suara bening dalam hatimu, biarlah nuranimu berbicara”.
                              
BUKAN KERIS BARU /KERIS KERISAN
============================

Bapak / ibu berminat silakan telpon/sms 02199977267

Terima kasih

PENGIRIMAN HANYA VIA POS INDONESIA 





























Makna keris pamengkang jagad


Pada jaman sekarang ada ditemukan keris-keris yang memiliki retakan atau lubang memanjang di badan kerisnya, umumnya terjadi pada jenis keris lurus, tetapi ada juga yang terjadi pada keris ber-luk. Retakan atau lubang memanjang itu terjadi secara alami, bukan dengan sengaja dibuat. Secara umum di kalangan perkerisan, keris-keris tersebut sering dikatakan sebagai keris cacat, keris yang tidak sempurna proses pembuatan / penempaan logamnya atau tidak berkualitas. Ada juga yang menganggapnya sebagai keris yang tidak baik, yang akan memberikan pengaruh gaib yang tidak baik.Keris-keris yang memiliki retakan atau lubang memanjang di badan kerisnya secara teknis memang termasuk keris yang tidak sempurna penggarapannya, walaupun penyebab retakan atau lubang memanjang itu belum diketahui pasti penyebabnya. Tetapi apakah keris-keris itu adalah keris yang tidak baik, yang akan memberikan pengaruh gaib yang tidak baik, pendapat itu masih harus dikaji dan dibuktikan.
Penulis pernah menemukan beberapa jenis keris tersebut, termasuk ada juga keris milik seorang pembaca,
Penulis pernah menemukan beberapa jenis keris tersebut, termasuk ada juga keris milik seorang pembaca, yang memiliki retakan atau lubang memanjang di badan kerisnya, tetapi Penulis tidak menemukan adanya indikasi pengaruh gaib negatif dari adanya retakan atau lubang memanjang di badan keris.

Retakan atau lubang memanjang di badan keris itu ada 2 macamnya :1. Retakan atau lubang memanjang yang bentuknya memanjang, berlekuk atau bergelombang mengikuti
    bentuk terpisahnya lapisan logam kerisnya.2.
Retakan atau lubang memanjang di badan keris itu ada 2 macamnya :1. Retakan atau lubang memanjang yang bentuknya memanjang, berlekuk atau bergelombang mengikuti    bentuk terpisahnya lapisan logam kerisnya.2. Retakan atau lubang memanjang yang bentuknya tidak memanjang, berlekuk atau bergelombang mengikuti
    bentuk terpisahnya lapisan logam kerisnya, tetapi berbentuk lurus dan garisnya tegas.    bentuk terpisahnya lapisan logam kerisnya, tetapi berbentuk lurus dan garisnya tegas. Bentuk retakan atau    lubang memanjangnya ini seperti besi keris yang megar atau membelah, biasanya terjadi pada jenis keris    lurus.
Pada kategori yang pertama, yang retakan atau lubang memanjang pada badan kerisnya bentuknya memanjang, berlekuk atau bergelombang mengikuti bentuk terpisahnya lapisan logam kerisnya, secara umum kondisi ini disebut Pegat Waja.  Dari adanya retakan atau lubang memanjang di badan keris tersebut Penulis tidak menemukan adanya indikasi pengaruh gaib yang negatif. Penulis juga tidak menemukan adanya indikasi pengaruh yang sifatnya melemahkan atau memperkuat tuah atau kekuatan gaib kerisnya. Kondisinya sama seperti jika keris itu utuh, tidak retak atau berlubang.
Pada kategori yang kedua, yang retakan atau lubang memanjang pada badan kerisnya bentuknya tidak memanjang, berlekuk atau bergelombang mengikuti bentuk terpisahnya lapisan logam kerisnya, tetapi berbentuk lurus dan garisnya tegas. Bentuk retakan atau lubang memanjangnya ini seperti besi keris yang megar atau membelah, biasanya terjadi pada jenis keris lurus.
Pada kategori yang kedua, dari adanya retakan atau lubang memanjang di badan keris tersebut Penulis juga tidak menemukan adanya indikasi pengaruh gaib yang negatif. Penulis juga tidak menemukan adanya indikasi pengaruh yang sifatnya melemahkan tuah atau kekuatan gaib kerisnya.
Pada kategori yang kedua di atas yang Penulis temukan indikasinya adalah adanya retakan dan lubang memanjang di badan keris itu justru menambah keras karakter gaibnya dan menambah kuat tuahnya. Keris yang memiliki garis retakan lurus atau lubang memanjang di badan kerisnya itu memberikan tuah yang lebih kuat daripada keris lain yang sejenis yang tidak mempunyai retakan atau lubang memanjang di badan kerisnya. Apakah itu kebetulan saja, Penulis juga tidak tahu. Fakta itu saja yang Penulis temukan.Dalam kategori kedua di atas, keris-keris bertuah kerejekian dan kesepuhan yang memiliki retakan lurus atau lubang memanjang di badan kerisnya, ada yang menyebut keris-keris tersebut sebagai  Keris Combong  dan dianggap ampuh untuk pengasihan atau pelet. Tetapi sebenarnya Keris Combong itu bukan hanya kuat tuahnya untuk pengasihan / pelet, tetapi juga tuah-tuah aslinya yang lain, seperti tuah kerejekian dan kesepuhan, ataupun tuah lain yang terkandung di dalamnya, juga menjadi lebih kuat pengaruhnya daripada kondisi aslinya sebelum menjadi Keris Combong. Yang umum dirasakan oleh orang-orang pemiliknya adalah keris-keris tersebut dapat mengangkat kerejekiannya yang mengantarkannya pada kekayaan dan kepangkatan yang tinggi (junjung derajat), membantu dalam pergaulan dan memudahkannya untuk mencari pasangan, dengan syarat si pemilik kerisnya aktif menunjukkan penyatuannya dengan kerisnya.Dalam kategori kedua di atas, keris-keris bertuah kesaktian, kekuasaan dan wibawa, yang memiliki garis retakan lurus atau lubang memanjang di badan kerisnya, ada yang menyebut keris-keris tersebut sebagai  Keris Pamengkang Jagad.  Keris-keris tersebut lebih kuat tuahnya daripada kondisi aslinya sebelum adanya retakan atau lubang di badan kerisnya. Banyak pemilik keris tersebut yang telah merasakan keampuhan tuahnya, sehingga keris-keris tersebut dianggapnya sebagai keris yang pilih tanding, tuahnya dianggap tiada bandingannya, dan tidak akan dijualnya berapa pun harganya, karena sesuai fungsi tuahnya, keris-keris tersebut sudah dirasakan ampuh mengangkat derajat dan kepangkatan pemiliknya (junjung derajat), menaikkan karisma wibawanya, dan mengamankan posisinya dari gangguan orang lain  (termasuk bila ada tuntutan / dakwaan),  dengan syarat si pemilik kerisnya aktif menunjukkan penyatuannya dengan kerisnya.

 tidak  adanya indikasi pengaruh gaib negatif dengan adanya garis retakan atau lubang memanjang di badan keris tersebut, tetapi pada kasus kejadian di atas, pada kategori kedua, adanya retakan dan lubang memanjang di badan keris itu justru menambah keras karakter gaibnya dan menambah kuat tuahnya.

sudah dimaharkan

KERIS TUA  LUK 13

DAPUR  SENGKELAT

PAMOR WOSWUTAH

TANGGUH MATARAM SENOPATEN

MAHAR RP 5.500.000monggo dimusyawarahkan

KONDISI KERIS TUA UTUH RINGAN TERAWAT , WARANGKA APA ADANYA



BUKAN KERIS BARU

BAPAK / IBU BERMINAT TELPON / SMS 02199977267

TERIMA KASIH






Keris tua Luk 13 Sengkelat (sudah dimaharkan)

KERIS LUK 13
dapur sengkelat
pamor wos wutah
tangguh mataram sultan agung

mahar rp 5 juta ( SUDAH TERMAHARKAN )

kondisi keris
keris tua,utuh,wingit ,berwibawa,besi aji
panjang wilah 33,5 cm
panjang gonjo 8 cm
panjang pesi 7 cm

MAAF BUKAN KERIS BARU / KAMARDIKAN.

Bapak / Ibu berminat dengan keris ini monggo dimusyawarahkan maharnya dengan telpon / sms 02199977267

salam hormat dari saya
TERIMA KASIH

(kirim via pos indonesia )  











ruwatan

Ruwatan Kesejahtraan
Terapi Tradisi Mistik untuk membuang kesialan hidup
Banyak orang yang mengaku bisa meruwat, membuka aura atau cakra agar seseorang meraih kesuksesan hidup. Benarkah bisa berhasil? Atau hanya sugesti saja?
Bodoh sekali jika Anda masih tertarik dengan iklan dukun yang menawarkan hal semacam itu. Percayalah, nasib Anda sepenuhnya ditangan Anda. Anda harus mengubahnya sendiri. Jangan terlalu mengandalkan paranormal. Bisa-bisa, Anda tertipu!
Dalam kehidupan ini, kita sering mengalami pasang surut. Keberuntungan hidup menjadi hal yang misterius. Layaknya kupu-kupu yang terbang menjauh ketika kita mengejar-menangkapnya, dan justru hinggap di taman rumah disaat kita diam tak mengejarnya. Menurut orang bijak, rezeki tak dapat diburu, melainkan manusialah yang diburu rezeki.
Mengapa? Andaikan rezeki itu dapat diburu, maka di dunia ini tidak ada orang yang miskin, karena pada hakekatnya tidak ada orang yang ingin hidup miskin. Keberhasilan hidup ditentukan oleh sebab-sebab yang amat kompleks. Ada orang kaya karena sifat licik dan bakhil, ada pula yang kaya karena jujur dan dermawan.
Terlepas dari urusan takdir, keberhasilan lebih berpihak pada orang yang didekati keberuntungan. Karena itu, orang yang merasa dirinya kurang beruntung, berupaya menempuh berbagai cara, termasuk diantaranya adalah ikhtiar batin. Misalnya, dengan berdoa, berpuasa dan melakukan ruwatan yang diyakini mampu menghilangkan banyak hal yang menyebabkan keberuntungan tidak berpihak padanya.
Menghilangkan kesialan hidup dan mengundang keberuntungan harus dilakukan dengan sesuatu yang diyakini. Orang Jawa menghilangkan energi negatif atau kesialan, sukerta dan sengkala dengan menyelenggarakan pagelaran wayang kulit dan memotong rambut. Sedangkan para santri lebih yakin dengan ritual semacam puasa, berdoa dan bersedekah, bahkan dalam upaya membuang sial dan meraih keberuntungan itu ada juga orang yang memilih cara merubah posisi rumah atau tempat usahanya yang diyakininya dapat membawa hoki/keberuntungan.
Tulisan ini membahas cara-cara batin, yaitu, bagaimana mendatangkan keberuntungan dan menjauhkan kesialan hidup. Dengan demikian, seseorang dapat menempuh hidup dengan sejahtera. Cara-cara ruwatan ini sengaja saya tulis di website agar mempermudah siapa saja yang merasa perlu ruwatan dan tidak ingin tertipu oleh paranormal yang mengaku bisa meruwat tapi malah membuat Anda melarat karena untuk ritual ruwatan sang paranormal meminta mahar yang memberatkan.
Berikut ini adalah cara-cara meruwat diri sendiri tanpa bantuan orang lain. Beberapa pembaca website ini melaporkan setelah 40 hari menjalankan salah satu Terapi Ruwatan dari saya ini, kesejahtraan meningkat, rezeki lancar dan keberuntungan selalu memihak.
Terapi Ruwatan I
Bagi yang meyakini ajaran para leluhur (kejawen) melakukan puasa pada hari weton, diyakini mampu mendekatkan pada keberuntungan dan menjaukan kesialan. Yang dimaksud dengan puasa weton adalah puasa 1 hari pada hari dan pasaran kelahirannya berdasarkan kalender Jawa. Misalnya, orang yang lahir pada hari Senin Pon, maka setiap datang hari Senin Pon dia melakukan puasa.
Bagi yang mampu, puasa weton dapat ditingkatkan dengan puasa “Apit Weton”. Yaitu, puasa selama 3 hari. Menjelang hari kelahiran, tepat pada hari kelahiran, dan setelah hari kelahirannya. Dalam berpuasa weton atau apit weton itu masih ada tambahan ritual yang apabila dlakukan akan menambah manfaat dari puasa tersebut, yaitu :
• Tidak tidur sore. Tidurlah setelah tengah malam.
• Sahur dan buka dengan makan dan minuman yang tidak mengandung bahan dari binatang (daging, susu, keju, dll).
• Mengasingkan diri untuk lebih memusatkan perhatiannya kepada ibadah (dzikir/wirid) memohon kepada Allah SWT.
Menurut para leluhur jawa, segala hajat insya Allah dapat diraih dengan rajin melakukan puasa weton maupun apit weton ini, baik hajat yang berkaitan dengan ilmu, harta, jodoh, ketentraman batin, derajat dan sebagainya
Terapi Ruwatan II
Cara kedua ini lebih dekat dengan puasa yang dianjuran oleh agama islam. Yaitu, menjalankan puasa sunnah Senin – Kamis atau puasa pada pertengahan bulan, tanggal 13, 14, dan 15 berdasarkan kalender hijriyah.
Puasa Senin–Kamis lebih berat dilakukan karena dalam 1 bulan melakukan puasa 9 hari. Puasa pada pertengahan bulan lebih ringan karena hanya puasa 3 hari dalam sebulan. Ini sebanding dengan puasa apit weton. Sedangkan yang paling ringan adalah puasa weton karena hanya puasa 1 hari dalam 36 hari.
Para leluhur kita sering menasihati anak cucunya untuk tetap bertahan dengan laku prihatin. Karena mereka yakin, dengan laku prihatin itu, seseorang akan ditempatkan oleh Tuhan pada tempat yang terpuji. Tradisi berpuasa untuk mencapai derajat yang lebih mulia adalah tradisi semua makhluk.
Misalnya, ulat, hewan yang gatal dan menjijikkan, ketika ingin merubah nasibnya menjadi kupu-kupu, juga bertapa dalam kepompong. Maka, ulat yang semula berjalan merangkak, gatal dan menjijikkan bahkan makannya pun dari dedaunan, lalu diangkat derajatnya menjadi kupu-kupu yang indah bentuknya, dapat terbang tinggi dan makannya pun dari nektar atau sari bunga. Seharusnya hal ini menjadi pelajaran bagi kita agar kita tidak terbuai oleh impian cepat menjadi kaya tanpa mau bekerja keras.
Nah, manusia yang ingin merubah nasibnya, dari yang semula dibawah hingga dapat terbang tinggi, dari yang semula hanya makan daun berubah makan yang lebih enak, dari yang semula membuat takut (jijik) orang yang memandangnya menjadi yang sedap dipandang, hendaknya rajin berpuasa. Dan ingat hakekat puasa bukanlah sekedar tidak makan dan minum, melainkan mengendalikan segala gejolak emosi, nafsu dan niat jahat yang kadang menyelimuti diri.
Terapi Ruwatan III
Kesialan terjadi karena adanya hijab atau dinding yang menyelimuti hati manusia. Hati yang terdindingi menyebabkan pancaran aura gaibnya tertahan. Dan karena dinding itu pula, potensi alamiah yang ada dalam jiwa manusia itu kurang atau bahkan tidak berfungsi.
Agar hati selalu memancarkan nur atau cahaya yang mengantarkan manusia pada posisi yang baik dan selalu beruntung, dapat diupayakan dengan segala aktivitas yang bertujuan untuk membersihkan hati. Diantara cara itu adalah laku prihatin, semisal puasa sebagaimana sudah dijelaskan pada bab diatas. Namun ada juga ajaran para leluhur untuk menggugah (membangunkan) hati melalui “mantra” sebagai berikut.
Bismillahir rahmaanir rahiim
Ati–ati siro tangi
Amoco layang puspo kati
Sanyang surya sanyang sasi
Byar padhang badan jasmani
Padang saking kersaning Allah
La ilaha illallah Muhammadar rasulullah.
Doa ini dibaca pagi hari di depan rumah sembari menanti terbitnya matahari dan sore hari sambil menanti datangnya waktu mahrib. Dan orang-orang tua zaman dulu yang mengamalkan Doa Padhang Ati ini mengawalinya dengan puasa mutih selama 7 hari. Mutih adalah tidak makan makanan yang berasal dari mahluk bernyawa/binatang.
Dengan mendahuluinya dengan laku prihatin, sama halnya dengan mempersiapkan dan memebersihkan wadah atau tempat, dengan harapan isi yang akan masuk itu menjadi lebih bersih.
Terapi Ruwatan IV
Cara membuang sial yang ke-empat ini adalah buang terapi ala santri. Caranya jauh lebih sederhana, namun terkadang berat jika mengamalkannya secara rutin, yaitu, melakukan perbuatan yang baik secara istikomah, walau itu perbuatan yang kecil.
Semisal, pada hari Jum’at bersedekah. Walau jumlahnya hanya Rp. 1.000,- Ada yang rutin membaca Surat Yasin, Waqiah, melakukan puasa sunnah Senin–Kamis, bershalawat kepada Nabi, dan itu dilakukan setiap hari, dengan tetap menjaga kerutinan dan keutuhannya, termasuk dalam jumlah yang harus diselesaikannya.
Melakukan kebajikan secara rutin atau istiqomah mencerminkan kesungguhan hati dan dapat mengantarkan seseorang pada tingkat karomah (kemuliaan). Perbuatan itu termasuk yang disukai oleh Allah SWT.
Dalam hadis Nabi SAW bersabda: Allah sangat senang kepada seorang hamba yang bila bekerja ia melakukannya dengan sungguh-sungguh. Dan amal perbuatan yang disenangi Allah adalah yang dilakukan terus-menerus sekalipun kecil (sedikit).”
Banyak orang mencapai keberkahan hidup dan ketika ditanya apakah rahasia sukses yang dipegangnya, ia menjawab: Aku melakukan suatu amalan secara istiqomah. Nah, jika Anda ingin didekati keberuntungan dan dijauhi kesialan, silakan penjelasan ini dikembangkan sendiri. Apakah anda (hanya) mengamalkan sedekah, walau sedikit namun rutin, membaca shalawat Nabi dengan jumlah yang rutin, atau kebajikan lain yang anda yakin dapat merutinkannya.
Terapi Ruwatan V
Cara Ke–5 ini bersumber dari penemuan yang dilakukan oleh para ahli mistik Barat. Menurut penelitian yang dilakukan, ada energi alam yang terdapat dalam bunga-bungaan yang sangat bagus untuk mencerahkan energi batin manusia.
Penelitian dengan foto aura bahwa orang yang melakukan mandi bunga, cakra-cakra sebagai pusat energi menunjukkan adanya perubahan yang positif. Yaitu, yang semula cakra itu acak-acakan, berubah menjadi sempurna (bundar).
Mandi bunga yang benar dilakukan setelah mandi air garam. Bedanya dengan mandi bunga ala tradisional yang lebih menjolkan unsur mistisnya, mandi bunga secara modern diawali dengan aktivitas melayukan bunga itu pada air. Yaitu, memasukkan berbagai bunga dan menjemurnya pada panas matahari minimal 3 jam. Setelah airnya dingin baru digunakan untuk mandi.
Bunga yang layu itu, energinya akan menyatu dengan air. Nah, energi itulah yang difungsikan untuk penenangan dan mencerahkan cakra-cakra. Karena itu, mitos tentang mandi bunga yang diyakini mampu mendatangkan keberuntungan pun dapat diterima menurut versi ini.
Berdasarkan penelitian, mandi air garam yang secara metafisika diyakini mampu membuang energi negatif dan secara biologis dapat mematikan virus dan bakteri, dilanjutkan dengan mandi bunga, sangat bermanfaat bagi orang yang jiwanya terhalangi oleh energi-energi negatif yang menyebabkan auranya tertutup.
Menurut ilmu metafisika, ibarat tubuh manusia itu besi yang mulai berkarat, mandi air garam berfungsi untuk melarutkan kerak atau karat itu. Sedangkan mandi bunga berfungsi untuk mengkilatkannya. Karena itu, untuk mendapatkan hasil yang optimal, keduanya harus dilakukan. Untuk sebuah terapi, mandi bunga dan garam dilakukan minimal 3 kali dalam 1 Minggu.
Terapi Ruwatan VI
Orang yang hidup jauh dari keberuntungan, selalu dirudung kesialan, berdagang bangkrut, bertani diserang hama, jadi nelayan tidak dapat ikan, buka praktek tidak ada pasien, dan segala yang tidak menyenangkan itu, agar dapat keluar dari kesialan itu, hendaknya banyak mawas diri.
Kesialan terjadi disebabkan oleh banyak faktor. Selain faktor jatah atau ketentuan dari Tuhan, ada juga karena kesalahan-kesalahan yang pernah dilakukan pada masa yang lalu. Menurut kepercayaan, orang yang didekati kesialan adalah orang yang menjalani hidup secara tidak normal. Diantaranya:
• Durhaka kepada orang tua dan guru.
• Memakan harta anak yatim.
• Merusak ketentraman rumah tangga orang lain.
• Memanfaatkan barang milik umum untuk kepentingan pribadi.
• Menarik harta yang sudah diwakafkan, dan
• Segala hal yang keluar dari garis agama.
Sedangkan hal yang menyebabkan dekatnya seseorang dengan keberuntungan adalah apabila ia melakukan perbuatan yang serba baik. Diantaranya: Berbakti kepada orang tua dan guru, menyantuni anak yatim, menjaga kehormatan dan hak orang lain, berderma bagi kepentingan umum, ikhlas dengan harta yang sudah diwakafkan dan sebagainya.
Idealnya, pembersihan diri hendaknya dilakukan bersamaan antara upaya batin (berupa amalan) dan upaya lahir (tindakan). Dengan demikian, selain rajin puasa, berdoa, harus disertai berbuat yang baik dan menjauhi segala yang dilarang oleh agama. Ritual batin yang tidak diimbangi keinginan merobah prilaku, ibarat baju yang selalu dicuci, namun setiap saat baju itu dikotori dengan tanah.
Konsep apapun, posisinya seperti pil/tablet, yang memberiakan reaksi positif jika disertai dengan keinginan untuk merubah pola hidup lebih baik dan sehat. Ritual apapun jika dilakukan tanpa adanya keinginan untuk memperbaiki diri, ibarat anda mengkonsumsi madu murni, namun jika bersamaan dengan itu anda suka melakukan begadang dan menggunakan obat-obat terlarang, maka madu itu pun tidak ada manfaatnya bagi kesehatan anda.
Rahasia 40 hari
Dalam sebuah hadis, Nabi Muhammad SAW bersabda bahwa barangsiapa membersihkan dirinya kepada Allah SAW selama 40 hari maka akan memancar dari hati dan lisannya sumber-sumber hikmah.
Cara membuang sial dan meraih keberuntungan dapat dilakukan dengan laku 40 hari, yaitu setiap usai shalat subuh dan isyak membaca wirid, sebagai berikut.
• Ya Allah Ya karim, ya rahman ya rahim, ya qawiyyu ya matin x 41.
• Allahumma shalli ‘alaa Muhammad x 41 x.
• Membaca Alfatihah sekali. Khusus pada kalimat “Iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’in diulang 41 kali.
• Hasbunallahu wa ni’mal wakil x 125.
• La haula wala quwwata illa billahil ‘aliyyil adziim. x 41.
• Ya Allah, hamba mohon segala persoalan saya beres dan berkah. Amin.
Selama mengamalkan wirid ini disertai dengan menjalani prilaku yang bersih. Selama 40 hari harus banyak berbuat baik, bertobat dan menjauhkan diri dari maksiat. Jika memungkinkan lakukanlah selalu salat berjamah selama 40 hari itu. Insya Allah apa yang anda kehendaki akan berhasil.

Membaca Watak Kelahiran dari Tenung Wariga


Ramalan tentang watak dasar manusia menurut kelahirannya dalam kesusastraan Bali tergolong lengkap dan mendetail. Catatan-catatan mengenai watak ini ditulis dalam daun lontar dan disucikan oleh masyarakatnya, terutama oleh seorang juru wacak pawatekan atau orang yang menekuni masalah watak kelahiran dan ruwatan-nya. Ilmu ini lumrahnya diistilahkan dengan Tenung Wariga. Apa saja yang ada di dalamnya dan apa penjelasannya?
---------------------

DALAM meramal watak kelahiran, sang juru wacak akan mencari formulasi kala atau waktu kelahiran dari si penanya. Biasanya akan dicari terlebih dahulu kategori wuku dan wawaran kelahiran. Selanjutnya dicari palalintangan pancawara-saptawara, barulah sasih-nya atau hitungan bulan dalam kalender Bali. Hitungan wawaran dan wuku terkait dengan rumus-rumus wariga sesuai dengan matematika tradisional Bali, sedangkan palalintangan dan pasasihan terkait erat dengan konstalasi bintang-bintang di langit yang diyakini mempengaruhi watak kelahiran seseorang.

Dari hitungan wuku, wawaran, dan palalintangan terdapat 210 varian watak menurut kelahiran manusia, selanjutnya 12 dalam hitungan sasih. Jadi dari keseluruhannya, Tenung Wariga dalam budaya Bali memiliki 2520 jenis watak manusia yang didapat dari mengalikan 210 varian wuku, wawaran, dan palalintangan dengan 12 jenis watak manusia menurut sasih atau bulan dalam setahun.

Di sini tentu tidak dapat disajikan secara mendetail seluruhya, namun untuk memberi sedikit gambaran bagaimana ramalan akan watak kelahiran manusia perspektif budaya Bali, berikut akan disajikan watak kelahiran manusia menurut teks "Pawatekan Wrhaspati Kalpa" dalam hitungan saptawara sebagai bagian kecil dari kompleksitas Tenung Wariga. Hari apa Anda lahir? Coba cek watak Anda berdasarkan hari kelahiran Anda berikut ini.


* Redite (Minggu)

Kayunya alemes, bisa bergaul dengan sembarang orang, dan bisa menerima pendapat orang lain. Burungnya beo (syung), senang meniru kepribadian orang. Wayangnya jantur, tampil pendiam dan jarang berbicara yang dirasanya tidak perlu. Sinar tubuhnya terlihat kemerah-merahan, cepat meledak amarahnya. Mereka yang terlahir pada hari ini dikatakan telah menjelma sebanyak lima kali atas titah Sang Hyang Iswara. Dewa mereka adalah Indra, hingga cocok menjadi seorang pemimpin yang keras.

Bila terlahir wanita dan ada tahi lalat di kemaluan, ia akan cenderung memiliki cinta mendua. Namun, di balik sifat-sifat baiknya, ia memiliki pendirian yang goyah dan berubah-ubah dan menjadi lupa diri lantaran kata-kata kasar. Penyakitnya ada di telinga kiri, pinggang kiri, mata kiri, tangan kiri dan bagian tubuh sebelah kiri. Pengeruwatan-nya air dari kendi keramik berlobang lima.


* Soma (Senin)

Lambangnya bulan, menjadi tempat berlindung orang-orang kesusahan, bisa memberikan nasihat yang berguna bagi orang yang susah dan bersedih. Kayunya kroya, memiliki sifat kikir. Bunganya pole, berkepribadian baik dan harum, namun memiliki kecenderungan sulit menemukan jodoh apabila mereka berkepribadian tertutup. Mereka telah menjelma menjadi manusia sebanyak empat kali atas titah Bhatara Maheswara, Dewanya Uma. Bintangnya Wresabha. Yoni-nya Dewa, hingga memiliki sifat yang baik. Sinar tubuhnya hitam, tenang namun sering bersedih. Terlihat pantas dengan berbagai jenis pakaian.

Yang terlahir pada hari ini, hati-hatilah menjaga anak, lantaran memiliki kecenderungan memiliki anak yang meninggal. Bicaranya baik dan lembut. Berhati-hati dalam mengambil keputusan, hingga sering terlalu banyak pertimbangan kemudian terjebak dalam pikiran yang bercabang. Penyakitnya beraneka macam, hati-hati pada kelamin. Pengeruwatan-nya disiram dengan memakai air dari kendi keramik berlobang empat.


* Anggara (Selasa)

Lambangnya api, memiliki sifat pendendam dan baru puas jika telah membalaskannya, disenangi banyak orang dan dibutuhkan lantaran keahliannya. Kayunya warangireng. Burungnya gagak, sering membanggakan diri dan menyanjung diri sendiri, dan terkadang dapat melihat sesuatu yang bersifat gaib. Wayangnya ceng-ceng, banyak ucap dan sering terlibat adu argumen dan berbantahan. Mereka telah tiga kali menjelma menjadi manusia atas perintah Sang Hyang Brahma. Sering ditimpa masalah dan kesulitan mencari jalan keluarnya, namun memiliki kebijaksanaan yang cukup.

Orang yang lahir hari ini memiliki kecenderungan berani membantah orangtuanya. Penyakit yang diderita biasanya di kaki, kelamin, dan kuku. Percintaannya juga sering mendua dan berselingkuh. Yoni-nya raksasa hingga memiliki pribadi yang liar dan susah diatur. Pengeruwatan-nya memakai air kendi keramik berlobang tiga.


* Buda (Rabu)

Lambangnya langit, berpenampilan tenang namun susah diduga. Wayangnya goleng, cepat bisa dalam sembarang pekerjaan. Telah menjelma sebanyak empat kali atas perintah Sang Hyang Rudra. Ada kecenderungan akan memiliki anak yang murtad, sering tersangkut masalah lantaran karmanya pada kehidupannya yang dahulu. Memiliki sifat yang baik dan senang bila bisa berderma, keras keinginannya. Bisa menjadi seorang sastrawan dan pintar.

Senang mencari ilmu gaib dan keagamaan. Keras keinginannya untuk tahu berbagai bidang pekerjaan dan disukai oleh orang-orang miskin hingga sangat dihormati oleh orang-orang kelas bawah. Penyakitnya ada di kaki hingga ada kecenderungan lumpuh. Pengeruwatan-nya banten lengkap dengan mantra Rudra.


* Wraspati (Kamis)

Lambangnya guru, memiliki kebijaksanaan yang akan membuatnya termasyur dan disenangi orang lantaran pengetahuan dan kepintarannya. Kayunya beringin, cocok menjadi pelindung bagi orang-orang yang susah dan didera masalah. Burungnya merak, tampil rupawan dan memikat namun sayangnya senang pamer kekayaan ketika menjadi kaya. Wayangnya dalang, pintar dalam mengatur strategi, namun terkadang lepas kontrol lantaran individualisnya.

Telah menjelma menjadi manusia sebanyak delapan kali atas titah Sang Hyang Maha Dewa. Dewanya Bhatara Guru. Bintangnya Wrasaba. Memiliki kecenderungan ditinggal istri atau suami lantaran cemburu. Senang dengan ilmu gaib sedari kecil, setia pada temannya bukan lantaran harta. Penyakitnya ada di tangan dan bagian tubuh sebelah kanan. Pengeruwatan-nya memakai uang kepeng sebanyak 888 keping, air kendi keramik berlobang delapan.


* Sukra (Jumat)

Lambangnya bumi, disenangi orang lantaran kesabarannya, namun sering kena fitnah dan dijelek-jelekkan orang. Kayunya ancak, menjadi teman baik orang-orang suci. Burungnya titiran atau perkutut, disayang orang-orang besar. Wayangnya jugil, enam kali menjelma menjadi manusia atas titah Sang Hyang Sangkara. Dewanya Bhatari Sri, pintar membuat orang senang. Bintangnya Tumbamina, memiliki banyak keinginan dan angan-angan, susah lantaran hutang.

Berbahagia dan kaya lantaran sahabat-sahabatnya. Mantra yang diucapkannya sering manjur, cerdas lantaran bertanya, cocok menjadi arsitek atau ahli bangunan (undagi). Penyakitnya ada di tenggorokan, mata kanan, di perut, pada telapakan kaki atau pun tangan. Pengeruwatan-nya memakai air kendi keramik berlobang enam.


* Saniscara (Sabtu)

Lambangnya Durga, memiliki kecenderungan egoistis dan individualis, namun bisa menjaga sahabat, kerabat dan anak-anaknya dengan baik. Menjadi lupa diri dan lepas kendali bila ia marah. Dewanya Sang Hyang Kala, kayunya kepuh, berpenampilan angker dan menakutkan. Burungnya dok, suka menyendiri. Telah menjelma menjadi manusia sebanyak sembilan kali atas titah Bhatara Wisnu. Bintangnya Tulamina, yoni-nya Raksasa, berbudi liar.
Berpikiran tetap, cenderung berani terhadap orang tua (dursila ring wong atuha). Hidup berkecukupan dari kecil, memiliki tangan dan budi usil, senang bercanda dan mengejek, susah lantaran hutang-hutangnya kelak. Penyakitnya ada di pantat, telapak tangan dan di sekitar pusar. Pengeruatan-nya adalah daging babi yang dibeli dengan uang 999 kepeng bolong dengan banten selengkapnya.

3 Jun 2015

Benarkah Dunia Lain Terhubung Melalui Cermin ?



Apakah pikiran sadar kita terpaku dengan realitas saat ini? Dapatkah cermin menciptakan keretakan diantara dunia yang menakutkan dalam realitas dunia paralel? Ada alam semesta yang berbeda, petunjuk keberadaan mereka sudah cukup untuk membuat kita bertanya-tanya.

Dan beberapa peneliti mengatakan jawaban yang sama, dunia lain benar-benar Ada! Dunia yang kita lihat sebenarnya terbalik dan dikoreksi oleh otak, semuanya terlihat dalam Dua Dimensi yang dikonversi menjadi sebuah ilusi 3D melalui paralaks dari dua organ terpisah, yang disebut mata.

Kita tidak dapat melihat gelombang radio atau ultraviolet, atau masuk ke dimensi lain. Kebanyakan manusia tidak memiliki indera untuk melihat banyak hal yang ada, sehingga hanya melihat bagian dari realitas.

Realitas dalam bentuk yang paling dasar selalu dianggap sebagai suatu konstruksi. Apa yang kita lihat akan selalu berada di masa lalu, sementara pikiran dimasa sekarang, namun alam semesta di sekitar kita berada di kaca dan menyusut, hanya imajinasi yang dapat mengantisipasi masa depan.

Yang kita lihat selama ini sebagai realitas hanyalah puncak menara, ketika melihat bintang di angkasa maka sebenarnya melihat masa lalu dan beberapa bintang yang terlihat mungkin tidak ada lagi. Hal yang sama juga berlaku pada apa yang terdengar, tercium (bau), sentuhan, dan bahkan rasa. Segala sesuatu yang di rasakan tertunda sementara pikiran beroperasi mendekati kecepatan cahaya.

Menurut Dr.Michio Kaku, manusia saat ini berinteraksi dengan alam semesta atau dunia paralel. Di dunia lain hanya sebagai persepsi luar, kita beraktifitas dalam ruang tetapi kuantum string bergetar pada tingkat yang sedikit berbeda sehingga kita tidak menyadari perjalanan panjang.

Pintu dimensi mungkin saja sebuah pusaran, atau pintu masuk dunia lain yang lebih stabil menggunakan sifat-sifat benda-benda fisik untuk menjembatani kesenjangan antara string yang bergetar di Quanta. Tapi, benarkah benda-benda fisik itu seperti cermin?
Mitos, Olkutisme Dan Tradisi Cermin

Daya tarik okultisme pada cermin telah digunakan selama berabad-abad, cermin digunakan banyak peramal dan pendeta tinggi sejak zaman Sumeria kuno. Mitos dan legenda sering memiliki inti kebenaran dalam diri mereka, mungkin ada kebenaran di dalam kepercayaan mistik bahwa sifat cermin, konstruksi fisik yang unik, membuka beberapa pintu atau portal ke dunia lain.
Cermin, dunia lain, dunia paralel

Cermin penghubung dunia lain / Credit: David Icle

Cerita fiksi Lewis Carroll, Through the Looking Glass, menggunakan cermin sebagai portal ke dunia lain di mana pahlawan pemberani, Alice, terjalin dalam petualangan baru setelah perjalanan pertamanya melalui lubang kelinci. Pelihat dan penyihir, semua mempercayai bahwa cermin memiliki kekuatan khusus yang tertanam dalam diri mereka dan dapat diakses dengan mantra yang tepat atau ritual.

Penulis Edgar Allan Poe terkesan membenci cermin, dalam cerita The Philosophy of Furniture, dia menuliskan kisah dibalik misteri cermin. Cermin dianggap terpisah dari refleksinya, cermin yang disajikan terus menerus datar, tidak berwarna, permukaan datar tak henti-hentinya, suatu hal yang selalu menyenangkan dan jelas. Cermin dianggap sebagai reflektor kuat dalam menghasilkan cerita mengerikan, dan kejahatan diperburuk dalam cerita ini, tidak hanya proporsi langsung dari augmentasi sumbernya, tetapi juga dalam rasio yang terus meningkat. Bahkan sebuah ruangan dengan empat atau lima cermin diatur secara acak, semua untuk satu tujuan. Seperti dalam acara seni, tatanan ruang yang tidak ada bentuk sama sekali.

The Dream of Red Chamber, sebuah novel Cina kuno yang menceritakan kisah seorang biksu Tao dengan kemampuan magis yang menciptakan cermin dua sisi, mencerminkan kebenaran di satu sisi dan keburukan di sisi lain. Banyak orang merasa memiliki sensasi lain ketika melihat bayangan mereka dalam cermin, mata menatap tanpa berkedip. Bahkan meyakini kekuatan mistik yang melekat pada cermin dan dianggap ajaib.

Cermin diyakini bisa mengungkapkan visi masa depan, neraka, setan, hantu, yang sesungguhnya dari kekuatan paranormal. Cermin telah digunakan untuk mengirimkan mantra, pembunuhan, memata-matai saingan, bahkan perjalanan waktu. Praktek menggunakan cermin sebagai alat paranormal sering disebut pengintai, dan beberapa diantara tradisi masih menggunakannya.
Dunia Lain Dalam Sudut Pandang Fisika

Lawrence Krauss, profesor fisika Arizona State University pernah menulis sebuah buku Hiding in the Mirror: the Mysterious Allure of Extra Dimensions, from Plato to String Theory and Beyond. Krauss bertanya-tanya apakah ada dunia lain dalam cermin dan jika penemuan ilmiah selama beberapa ratus tahun mengarah pada realisasi, cermin mungkin sebuah jendela untuk mendapatkan sesuatu yang lain.

Krauss mengulas tentang ilmu empiris dalam dua abad terakhir, dimulai dengan penemuan hukum elektromagnetisme yang akhirnya menimbulkan pertanyaan besar tentang hubungan antara ruang waktu. Kemudian Albert Einstein memecahkan misteri itu pada tahun 1915 melalui teori relativitas. Dari sini awal penemuan subatomik, termasuk penemuan partikel positron, muon, neutrino, dan quark yang telah membawa umat manusia ke pemahaman baru dari empat kekuatan di alam, dan entah bagaimana gravitasi secara fundamental berbeda dari kekuatan lain dengan cara yang masih belum bisa dipahami.

Upaya mengungkap misteri gravitasi dan mekanika kuantum menyebabkan para ilmuwan pada tahun 1980 mengeksplorasi teori string, dengan kemungkinan adanya dimensi ekstra. Penemuan-penemuan baru cenderung mendukung dunia lain yang tidak banyak diketahui, seperti yang dikatakan Krauss dalam sebuah artikel internal, bahwa ilmu tidak beroperasi dalam ruang hampa. Ide-ide tentang dimensi ekstra terus berkembang sepanjang tahun, dan mungkin akan mengatakan kepada kita tentang sesuatu. Jika tidak mengungkapkan tentang dunia alami maka setidaknya tentang pikiran manusia.

Cermin adalah portal fisik yang berdiri sendiri, tidak lain merupakan energi yang bebas dari penahanan yang ada di berbagai tempat di dunia. Atau disebut pusaran waktu spasial, fenomena ini berada dalam bidang pusaran pergeseran fase.

David Deutsch pernah mengadakan serangkaian percobaan dengan Foton untuk membuktikan bahwa ketika melewati celah ganda, foton diblokir oleh pergeseran fase dan tidak dapat terjadi proses kecuali bergerak ke dimensi lain atau realitas. Berdasarkan argumen foton, tentunya menguatkan anggapan mereka yang meyakini bahwa cermin bisa menjadi gerbang ke dunia lain.

11 Mar 2015

Kediri : Mitos Kota yang Jatuhkan Presiden

Kediri : Mitos Kota yang Jatuhkan Presiden

"Di Kediri sejak dulu ada mitos pantang didatangi seorang Presiden RI. Jika dilanggar, hal itu bisa melengserkan kekuasaannya"
"Ah, jangan percaya, itu hanya mitos!” Itulah ungkapan yang sering dilontarkan seseorang jika berhubungan dengan hal-hal yang tidak masuk akal. 
Namun, meski begitu, Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono, tidak menyepelekan mitos tentang daerah-daerah yang pantang didatangi bagi seorang presiden. Ketika mengunjungi korban Gunung Kelud, misalnya, SBY memilih melingkar melewati daerah Blitar dan tidak berani melewati sungai Brantas dan Kediri, yang adanya pantangan untuk didatangi bagi seorang presiden.  
Mitos memang sudah melekat sejak lama di negeri ini, utamanya di Pulau Jawa. Mitos didefinisikan sebagai cerita prosa rakyat yang menceritakan kisah-kisah lama berisi penafsiran tentang alam semesta dan keberadaan makhluk di dalamnya. 
Sejak zaman dulu sampai saat ini, mitos ternyata banyak yang percaya bahwa hal itu benar-benar-benar bisa terjadi.Bagi sebagian masyarakat, mitos tidak sekedar cerita melain hal ini dianggap benar-benar terjadi. Nah, di antaranya adalah mengenai mitos keangkeran dua kabupaten, yakni Kediri dan Bojonegoro di Jawa Timur yang menjadi pantangan presiden RI untuk dikunjunginya.
Konon, mitos yang berkembang di tengah masyarakat setempat, bila presiden RI berkunjung ke dua daerah itu bakal lengser. Entah karena kebetulan atau tidak, tapi beberapa presiden yang berkunjung ke Kediri, sebelum Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, selalu lengser.
Presiden Soekarno , BJ Habibie dan Abdurrahman Wahid ( Gus Dur ), lengser setelah tak lama berkunjung ke kota tahu itu. Bahkan sepanjang pemerintahannya selama 32 tahun, Soeharto tidak pernah menginjakkan kaki ke Kediri.
Gus Dimas Cokro Pamungkas, spiritualis yang tinggal di Jombang mengatakan bahwa mitos presiden pantang mendatangi Kediri berhubungan dengan riwayat Babat Kadhiri. Dalam babat ini diceritakan bahwa kutukan pada Kerajaan Kediri tatkala terlibat dalam peperangan dengan musuh. 
Bunyinya, jika pasukan Kediri menyerang musuh di daerah lawan lebih dulu akan selalu memenangkan pertempuran, akan tetapi sebaliknya jika musuh langsung menyerang ke pusat kerajaan Kediri lebih dulu maka musuh itu akan selalu berhasil memperoleh kemenangan yang gemilang.
Barangkali karena kutukan itulah konon para presiden RI selalu menghindari untuk singgah ke Kota Kediri dalam setiap perjalanan di wilayah Jawa Timur. Ada yang menafsirkan, tatkala presiden berani singgah ke Kediri, maka posisi mereka bakal mudah diserang oleh musuh atau lawan politiknya.
Selain berhubungan dengan Babat Kadhiri, mitos tersebut juga dihubungkan dengan tempat, misalnya Simpang Lima Gumul di Kediri, yang dipercaya sebagai pusat Kerajaan Kediri. Sementara kisah lain mengaitkan mitos dengan kutukan Sungai Brantas yang menjadi tapal batas Kerajaan Kediri, yakni bila ada raja, kini disebut presiden, masuk ke Kediri melewati Sungai Berantas maka akan lengser.

10 Mar 2015

Ken arok

Jika anda ingin tahu siapa itu Ken Arok maka anda harus mempelajari tentang bagaimana terbentuknya kerajaan Singhasari. Seperti yang kita ketahui bersama bahwa Kerajaan Singhasari adalah kerajaan yang penuh dengan kudeta kekuasaan. Dan ken Arok adalah raja pertama dari Kerajaan Singhasari.












Setelah berakhirnya Kerajaan Kediri, berkembanglah Kerajaan Singhasari. Yaitu kerajaan yang berpusat kira-kira di dekat kota Malang, Jawa Timur. Kerajaan ini didirikan oleh seorang dari golongan rakyat biasa (bukan bangsawan) yaitu Ken Arok. Ken Arok berhasil tampil sebagai raja, walaupun ia berasal dari kalangan rakyat biasa. Berdasarkan kitab Pararaton, Ken Arok adalah anak seorang petani dari Desa Pangkur, di sebelah timur Gunung Kawi, daerah Malang. Ibunya bernama Ken Endok.

Dikisahkan, bahwa pada waktu masih bayi, Ken Arok diletakkan oleh ibunya di sebuah makam. Bayi Ken Arok kemudian ditemukan oleh seorang pencuri, bernama Lembong. Akibat dari didikan dan lingkungan keluarga pencuri, maka Ken Arok tumbuh menjadi seorang penjahat yang sering menjadi buronan pemerintah Kerajaan Kediri. Suatu ketika Ken Arok berjumpa dengan pendeta Lohgawe. Ken Arok mengatakan ingin menjadi orang baik-baik. Kemudian dengan perantaraan Lohgawe, Ken Arok diabdikan kepada seorang Akuwu (bupati) Tumapel, bernama Tunggul Ametung.

Setelah beberapa lama mengabdi di Tumapel, Ken Arok mempunyai keinginan untuk memperistri Ken Dedes, yang sudah menjadi istri Tunggul Ametung. Kemudian timbul niat buruk dari Ken Arok untuk membunuh Tunggul Ametung agar Ken Dedes dapat diperistri olehnya. Ternyata benar, Tunggul Ametung dapat dibunuh oleh Ken Arok dengan keris Empu Gandring. Setelah Tunggul Ametung terbunuh, Ken Arok menggantikan sebagai penguasa di Tumapel dan memperistri Ken Dedes. Pada waktu diperistri Ken Arok, Ken Dedes sudah mengandung tiga bulan, hasil perkawinan dengan Tunggul Ametung.

Pada waktu itu Tumapel hanya daerah bawahan Raja Kertajaya dari Kediri. Ken Arok ingin menjadi raja, maka ia merencanakan menyerang Kediri. Pada tahun 1222 M Ken Arok atas dukungan para pendeta melakukan serangan ke Kediri. Raja Kertajaya dapat ditaklukkan oleh Ken Arok dalam pertempurannya di Ganter, dekat Pujon, Malang. Setelah Kediri berhasil ditaklukkan, maka seluruh wilayah Kediri dipersatukan dengan Tumapel dan lahirlah Kerajaan Singhasari.

Setelah berdiri nya Kerajaan Singhasari, Ken Arok tampil sebagai raja yang pertama. Ken Arok sebagai raja yang bergelar Sri Ranggah Rajasa Sang Amurwabumi. Ken Arok memerintah selama lima tahun. Pada tahun 1227 M Ken Arok dibunuh oleh seorang pengalasan atau pesuruh dan Batil, atas perintah Anusapati. Anusapati adalah putra Ken Dedes dengan Tunggul Ametung. Jenazah Ken Arok dicandikan di Kagenengan dalam bangunan perpaduan Syiwa-Buddha. Ken Arok meninggalkan beberapa putra. Bersama Ken Umang, Ken Arok memiliki empat putra, yaitu Panji Tohjoyo, Panji Sudatu, Panji Wregola, dan Dewi Rambi. Bersama Ken Dedes, Ken Arok mempunyai putra bernama Mahesa Wongateleng.

Nah, itu saja yang bisa saya bagikan mengenai siapa itu Ken Arok. Semoga bermafaat.

31 Jan 2015

Simbol Dapur Keris

 

 


Keris Lurus dan Keris Luk mempunyai arti simbolis.
Keris Lurus melambangkan kepercayaan diri dan mental yang kuat.
Keris Luk 3 melambangkan keberhasilan cita-cita.
Keris Luk 5 melambangkan : dicintai oleh banyak orang.
Keris Luk 7 melambangkan kewibawaan.
Keris Luk 9 melambangkan kewibawaan, kharisme dan kepempiminan.
Keris Luk 11 melambangkan kemampuan untuk mencapai pangkat tinggi.
Keris Luk 13 melambangkan : kehidupan stabil dan tenang.

Lebih detil dapat diuraikan sebagai berikut:

Luk 1 (Lurus)

Dapur Tilam Upih, dalam terminologi Jawa bermakna tikar yang terbuat dari anyaman daun untuk tidur, diistilahkan untuk menunjukkan ketenteraman keluarga atau rumah tangga. Oleh karena itu, banyak sekali pusaka keluarga yang diberikan secara turun-temurun dalam dapur Tilam Upih. Ini menunjukkan adanya harapan dari para sesepuh keluarga agar anak-cucunya nanti bisa memperoleh ketenteraman dan kesejahteraan dalam hidup berumah tangga.

Luk 3

Dapur Jangkung bermakna tinggi semampai, maksudnya si pemilik keris ini selalu dilindungi dengan baik oleh Tuhan Yang Maha Kuasa.

Luk 5

Dapur Pulang Geni bermakna Ratus atau Dupa atau juga Kemenyan. Bahwa manusia hidup harus berusaha memiliki nama harum dengan berperilaku yang baik, suka tolong menolong dan mengisi hidupnya dengan hal-hal atau aktivitas yang bermanfaat bagi bangsa dan negara. Berkelakuan yang baik dan selalu menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi orang banyak, tentu namanya akan selalu dikenang walau orang tersebut sudah meninggal. Oleh karena itu, keris dapur Pulang Geni umumnya banyak dimiliki oleh para pahlawan atau pejuang.

Dapur Pandawa bermakna sebagai tauladan dalam kehidupan bermasyarakat dengan mencontoh para tokoh Pandawa dalam pewayangan, dimana watak Yudistira yang tekun beribadah dan jujur, watak Bima yang setia dan perkasa, watak Arjuna yang lembut dan sakti, watak Nakula yang pandai, serta watak Sadewa yang memahami budaya.

Luk 7

Dapur Megantara, dalam bahasa Jawa berasal dari dua kata yaitu Mega yang berarti awan/angkasa raya dan Antara yang berarti luas tak terbatas. Makna bagi pemilik keris berdapur Megantara adalah agar si pemilik senantiasa berhati luas dan lapang seperti angkasa raya. Megantara dilukiskan sebagai keris berluk 7 (pitu) sehingga pemiliknya juga (PITULUNGAN) rajin membantu orang lain

Luk 9

Dapur Kidang Soka memiliki makna "kijang yang berduka". Bahwa hidup manusia akan selalu ada duka, tetapi manusia diingatkan agar tidak terlalu larut dalam duka yang dialaminya. Kehidupan masih terus berjalan dan harus terus dilalui dengan semangat hidup yang tinggi.

Luk 11

Dapur Sabuk Inten, merupakan salah satu dapur keris yang melambangkan kemakmuran dan atau kemewahan. Dari aspek filosofi, dapur Sabuk Inten melambangkan kemegahan dan kemewahan yang dimiliki oleh para pemilik modal, pengusaha, atau pedagang pada zaman dahulu. Keris Sabuk Inten ini menjadi terkenal, selain karena legendanya, juga karena adanya cerita silat yang sangat populer berjudul Naga Sasra Sabuk Inten karangan Sabuk Inten karangan S.H. Mintardja pada tahun 1970-an.

Luk 13

Dapur Sengkelat mengandung makna nyala (kehidupan) hati, maksudnya adalah perilaku yang luhur, dimana setiap siang dan malam kita selalu waspada dalam keadaan apapun.