10 Jun 2009

makna perihatin


makna laku prihatin


  Jika gejala-gejala di bawah ini kurang diperhatikan akan menjadi halangan atau rintangan dalam meraih kesuksesan dan menggapai anugrah yang akan datang pada diri anda. Tekad bulat, niat, harapan, serta kemantaban hati kita akan melalui semacam “uji nyali”. Jika lolos, anugrah akan kita dapatkan. Jika tidak lolos, berarti kita batal mendapat anugrah yang sudah disiapkan. Untuk itu, berbagai macam gejala berikut ini perlu saya ungkapkan dengan harapan dapat menambah dan menumbuhkan sikap eling dan waspada bagi seluruh sedulurku yang sedang menjalani “laku prihatin”.

SAAT HARI WETON TIBA

Dalam rentang waktu selapan hari (35 hari) siklus weton akan berlangsung sekali. Artinya, jika weton anda Senin Pon, maka weton Senin Pon berikutnya akan datang lagi setelah putaran waktu 35 hari. Ada beberapa gejala paling umum saat hari weton kita tiba. Gejala-gejala tersebut antara lain :

  1. Perasaan gundah, resah, dan perasaan tidak enak seperti ada sesuatu yang tidak beres, tetapi tidak mengetahui sesuatu apa yang sedang tidak beres.
  2. Tubuh terasa capai, merasa lelah, lemas, jika bekerja mudah lelah, otot-otot terasa ngilu, pegal-pegal dan rasa tak enak badan yang tidak karuan dirasakan. Suhu badan agak naik, bahkan badan terasa seperti akan terserang flu atau demam.

Setelah hari weton berlalu semua gejala di atas akan sirna dengan sendirinya. Bagi yang sudah memahami gejala tersebut, biasanya lantas teringat jika hari tersebut adalah hari wetonnya. Pertanyaannya, kenapa gejala tersebut muncul saat weton anda tiba ? Hal itu  disebabkan oleh banyaknya sengkolo dan sukerto yang ada dalam diri kita. Sementara itu sudah lama sekali tidak dilakukan bancakan weton. Bagi yang sering melakukan bancakan weton (paling tidak setahun 1 kali), gejala saat hari weton tersebut tidak lagi terasa.

SAAT BERZIARAH

Ziarah bukan saja bertujuan untuk mendoakan dan merawat makam para leluhur yang kita kunjungi. Lebih dari itu, kedatangan kita ke makam leluhur tak ubahnya kita menghadap kepada sesepuh yang kita hormati untuk menghaturkan sembah bakti kita kepada beliau-beliau yang telah hidup di dalam kehidupan sejati. Serta untuk mendapatkan bimbingan, arahan dan doa restunya. Pergi berziarah seperti halnya kita menuju suatu tempat untuk menjemput anugrah. Bahkan anugrah yang besar, minimal anugrah doa restu dari orang-orang yang sudah pindah dalam kehidupan yang sejati.

Hal-hal Yang Perlu Dihindari

Apabila anda pergi berziarah ke pasarean agung, makam raja-raja besar, makam para  ratugung binatara, atau makam orang-orang yang dianggap suci dan mulia sewaktu hidupnya hendaknya menghindari hal-hal berikut :

  1. Jangan Menunggu-Nunggu. Untuk melakukan ziarah ke makam leluhur yang menurunkan kita, atau para leluhur besar nusantara, biasanya seseorang akan menunggu-nunggu saat mempunyai cukup uang, atau saat waktunya sudah senggang. Nah, apabila anda termasuk di dalamnya, biasanya sangat kecil kemungkinan rencana tersebut akan terlaksana. Apa yang saya lakukan justru kebalikannya. Walaupun uang belum kepegang, serta belum tahu kapan jadwal waktu senggang ke depan. Namun jauh-jauh hari sebelumnya saya tetap berani menentukan kapan jadwal keberangkatan untuk pergi ziarah. Biasanya antara hari Kamis, Jumat, dan Minggu. Beberapa kawan saya anjurkan tips yang sama seperti saya lakukan. Hilangkan sikap ragu-ragu karena alasan tidak cukup uang saku dan belum adanya gambaran kapan ada waktu yang longgar. Dengan keteguhan hati tetapkan saja jadwalnya kapan berangkat. Saat hari H tiba, ternyata apa yang dikhawatirkan semuanya lenyap, justru sebaliknya semua berjalan lancar seperti sudah ada yang mengatur. Menjelang hari H, seperti kebetulan saja, kawan saya mendapatkan uang yang lebih dari cukup dan waktunya juga pas senggang. Jalan untuk berbakti kepada ortu dan para leluhur akan selalu terbuka lebar, kecuali bagi yang dipenuhi oleh keraguan.
  2. Jangan Menunda-Nunda. Saatnya penentuan jadwal kapan akan berangkat ziarah (marak sowan) ke makam leluhur. Selama anda belum berani menentukan hari, tanggal, bulan, tahun, kapan akan pergi berziarah, biasanya rencana tersebut akan sulit terlaksana. Jika anda menyadari betapa penting dan besar sekali manfaat menziarahi pesarean para leluhur kita dan para leluhur tanah Jawa/nusantara. Demikian pula bila dirasakan sudah urgent, jangan ragu dan tunda-tunda lagi keinginan anda. Mantabkan hati, segera tetapkanlah jadwal keberangkatan. Percayalah, kelak jika sudah tiba waktunya semua akan berjalan dengan mudah.
  3. Jangan Urungkan Rencana. Saat menjelang keberangkatan menuju makam atau Pasarean Agung, biasanya ketabahan, tekad bulat, keteguhan hati dan keinginan kuat kita akan diuji. Beberapa peristiwa alam seperti tiba-tiba hujan lebat, petir menyambar, angin terjadi dengan tiba-tiba. Di lain hal, bisa saja terjadi kendala teknis seperti kendaraan yang akan kita gunakan tiba-tiba mogok, kunci kontaknya ketlingsut (hilang karena lupa meletakkannya). Atau human error, misalnya orang yang akan anda ajak atau sudah janjian ikut bareng pergi ziarah, sudah ditunggu lama malah tidak tidak muncul-muncul juga hingga waktunya terbuang percuma untuk menunggu. Apabila anda menghadapi kejadian-kejadian di atas, segeralah konsentrasi untuk maneges,  berkatalah dalam hati nurani anda (kareping rahsa) bahwa anda akan tetap teguh berangkat berziarah (marak sowan) sekarang juga, biarpun ada kendala-kendala seperti di atas. Sebagaimana saya sudah sering mengalaminya. Manakala saya maneges, meneguhkan hati untuk tetap berangkat demi rasa hormat dan menghargai kepada beliau para leluhur, semua kendala di atas seketika dapat teratasi dan segera menemukan jalan keluarnya. Jangan sampai mengurungkan niat anda untuk berziarah hanya karena kendala-kendala tersebut.  Jika anda mengurungkan rencana, berarti anda telah mengingkari janji pada leluhur. Anda menjilat ludah akibatnya cukup fatal buat anda sendiri.
  4. Jangan Berbalik Arah. Misalnya anda sudah menuju ke arah makam tersebut, namun ada yang kelupaan atau ada barang yang tertinggal di rumah, maka anda jangan sekali-kali berputar lalu balik arah. Biarkan barang itu tertinggal. Misalnya, bila anda kelupaan mengambil uang di ATM, tetap saja lanjutkan cari ATM di sepanjang perjalanan menuju tempat tujuan. Apabila tidak ketemu juga, bisa pinjam teman, atau saudara yang ikut. Jika tidak ada, gunakan uang seadanya saja yang anda bawa saat itu. Pernah suatu ketika, seorang rekan yang akan melaksanakan proyek besar saya ajak untuk ziarah ke Makan Agung Imogiri. Sebelumnya sudah saya warning tidak melakukan beberapa hal yang menjadi pantangan. Dan saya sarankan untuk berbagi sedekah dengan para abdi dalem dan juru kunci. Namun, saat di jalan menuju makam ia terungat kalau kelupaan tidak menyiapkan uang. Sehingga ia harus putar balik kembali ke arah kota, dan baru menemukan ATM saat masuk di pinggiran kota. Saya sudah memberi peringatan jika hal itu sudah menjadi pertanda dalam bentuk kiasan untuk mengurungkan niat melaksanakan proyek besarnya.  Sebab proyek yang akan ia laksanakan membahayakan keselamatan rekan saya dan keluarganya. Namun ia merasa sudah terlanjur banyak keluar duit. Dan tetap saja akan menjalankan proyeknya, nah..di tengah jalan saat ia membangun proyek tersebut ia masuk dalam “lingkaran setan” koruptor yang tak bisa ia hindari, sehingga akhirnya ia tak bisa mengelak dan ikut dijebloskan ke dalam penjara. Jika rekan saya tidak kelupaan membawa uang, tidak pula berbalik arah, tetap melanjutkan perjalanan sekalipun lupa bawa uang sedekah, saat ia menjalankan proyeknya walau tidak menghasilkan apa-apa namun ia dan keluarganya akan tetap selamat. Hikmah di balik semua itu adalah peringatan agar dalam menjalani kehidupan ini selalu menjaga sikap eling dan waspada.
  5. Jaga Sopan Santun. Boleh jadi banyak orang mengira, makam adalah tempatnya orang yang telah mati. Bagi saya pribadi tidak demikian keadaannya. Justru di situlah tempatnya berkumpul orang-orang yang telah hidup di alam sejati. Ibarat balai, padepokan, pesanggrahan, pepunden, monumen, atau terminal yang menghubungkan antara orang yang masih hidup di dimensi bumi dengan yang sudah hidup di alam kehidupan sejati yang jasadnya dikubur di makam tersebut.  Yang bisa berkumpul kapan mereka mau di pasarean tersebut, hanya orang-orang yang “lolos seleksi” yakni orang yang meraih kamulyan dan kamulyan sejati. Berkali-kali saya mengadakan rencana untuk  marak sowan ke pasarean. Walaupun tidak “woro-woro” terlebih dulu, ternyata leluhur sudah tahu rencana kedatangan kami. Setiba di pasarean tersebut sudah banyak para leluhur yang menanti.   Begitulah yang terjadi. Saya merasakan betapa alam kematian (kehidupan sejati)  ternyata sangat dekat, bahkan lebih dekat dengan orang-orang yang masih hidup di dimensi bumi. Sejak itu saya menyadari saat kita marak sowan berziarah, para leluhur sudah tahu tanpa kita beri tahukan. Dan yang kita temui adalah bukan orang-orang hidup di dimensi bumi yang masih bercampur aduk dengan hawa nafsu, melainkan orang-orang yang sudah hidup di alam yang sudah bersih dari segala macam nafsu duniawi dan ragawi. Apalah artinya diri kita yang masih hidup berlumuran dengan nafsu. Maka jagalah sopan santun, sikap andap asor, jangan kumalungkung, gede rasa, gede ndase, merasa jagoan dan seterusnya. Itulah alasan mengapa saat kita ke makam terutama makam para leluhur besar tidak boleh membawa benda-benda pusaka bentuk apapun, kecuali yang sudah manjing ke dalam raga dan rasa. Tidak boleh mengenakan perhiasan emas dan berlian. Cara berpakaian juga musti sopan. Biasanya tiap makam ada tatacara berpakaian yang berbeda-beda sesuai adat istiadat yang berlaku di daerah tersebut. Juru kunci akan memandu dan apabila tidak membawa pakaian adat biasanya sudah ada disediakan pakaian untuk disewa.
  6. Jaga Segala Macam Tutur Kata. Apabila anda marak sowan ke makam para leluhur. Hendaknya menjaga diri agar jangan sampai berkata jorok dan kotor. Jangan berkeluh kesah. Karena melanggar pantangan tersebut sama halnya kita datang dengan sikap melecehkan dan menantang. Akibatnya sangat fatal. Akibat paling ringan, leluhur yang akan memberikan sesuatu buat anda, akan dibatalkan segera. Berkatalah yang baik-baik dan sopan. Sebab apa yang anda ucapkan bisa saja numusi, atau bertuah, apa yang diucap akan terjadi. Celakanya jika apa yang anda ucapkan adalah perkataan yang ditujukan ke orang lain tidak baik bisa berbalik mencelakai diri anda sendiri.  Pernah suatu ketika saya mengantar sedulur dari Jakarta untuk ziarah ke Kotagede Panembahan Senopati. Setibanya di jalan menuju makam, ia berkeluh-kesah merasa kepanasan terik matahari, gerah, haus dan cape. “Aduh cape dan panas banget, repot kalau begini.  Sepulanganya dari makam, ia bener-bener kerepotan mobilnya distarter tak bisa hidup. Sampai  mendatangkan bengkel belum juga berhasil hidup. Akhirnya saya coba maneges apakah gerangan kesalahan orang ini sampai-sampai mobilnya tak bisa hidup. Saya hanya mendengar jawaban  tanpa melihat siapa gerangan yang berucap, ”katanya ingin berbakti kepada para leluhurnya tapi kok kurang ikhlas, tidak mau susah, dan banyak berkeluh-kesah. Seketika itu saya anjurkan ke sedulur tadi untuk memohon maaf kepada para leluhur karena kurang ikhlas dan banyak berkeluh kesah saat marak sowan. Setelah sedulur menghaturkan maaf, mobil saya coba  starter langsung hidup tanpa perlu ada yang diperbaiki.
  7. Ikuti Aturan atau Tatacara Yang Berlaku. Masing-masing pasarean memiliki tatacara dan adat yang berbeda-beda. Usahakan anda mematuhi aturan yang berlaku. Sebab kedatangan anda bukan untuk mencari perkara, melainkan mencari sesuatu yang baik untuk diri anda dan sesama. Jangan meludah dan buang “hajat” sembarangan. Bila anda terpaksa melakukan sesuatu yang sifatnya melanggar aturan, sebelumnya mohon ijin. Misalnya anda ingin sekali mengambil gambar di makam tersebut tetapi tidak untuk tujuan  kepentingan pribadi, mintalah ijin, ucapkan dalam hati. Tapi bila hanya untuk kepentingan pribadi dan komersial, sudah termasuk sikap serakah. Sebab bila anda meraih keuntunganpun hartanya akan mencelakai diri anda sendiri.   Tujuan berziarah jangan sampai keluar dari maksud dan tujuan berziarah itu sendiri, yakni untuk menghormati dan menghaturkan rasa berbakti. Hendaknya urungkan niat anda yang kurang baik misalnya hanya untuk coba-coba dan menjajal ilmu anda.
  8. Bawalah Ubo Rampe Sekedarnya. Bila anda ziarah ke makam leluhur sendiri, atau makam yang tidak ada juru kuncinya, siapkan peralatan kebersihan misalnya sapu, lap, ember air untuk membersihkan makam. Minimal membersihkan batu nisan leluhur yang kita ziarahi. Membawa bunga disesuaikan dengan adat setempat juga lebih bagus. Sebab hal itu mewujudkan rasa kasih sayang, hormat dan sembah bekti kepada para leluhur yang anda datangi. Dan masing-masing bunga memiliki makna tersendiri, mewakili nurani, berupa harapan dan doa yang tak terucapkan. Taburlah bunga dari arah kaki menuju ke arah kepala. Hal ini menjadi simbol untuk pepeling bagi orang yang masih hidup hendaknya meniti hidup dari “bawah ke atas”. Selain itu cara menabur bunga tersebut merupakan wujud doa dan harapan kita agar supaya leluhur mendapatkan tempat kemuliaan yang sejati di alam kelanggengan.
  9. Berbagilah Sedekah. Terutama pada orang-orang yang mengabdikan hidupnya untuk merawat dan menjaga makam tersebut. Jangan sampai anda merasa owel, pelit, tidak ihlas. Karena seberapa besar keikhlasan yang anda berikan akan beresonansi dalam kehidupan anda di masa-masa yang akan datang. Semakin besar anda berbagi, semakin tulus anda memberi, maka kebaikan itu akan menjadi berlipat-lipat kembali pada diri anda sendiri. Tak ada yang sia-sia kebaikan yang anda lakukan dengan tulus. Lihat saja para abdi dalem pasarean agung Imogiri dan Kotagede, serta makam-makam besar lainnya. Mereka walaupun hanya mendapat gaji  Rp. 36.000 / bulan, tetapi hidupnya selalu kecukupan, ayem tentrem, selamat, dan anak turunnya yang ngunduh anugrah keberuntungan. Anak-anak mereka banyak yang menjadi pengusaha sukses, pejabat, dan orang-orang penting di negeri ini. Bahkan apabila kita turut bersedekah kepada para abdi dalem tersebut, maka safa’at dan berkahnya akan sumrambah / mengalir pada diri kita sendiri dan keluarga. Bila anda sedang ada rezeki berlebih alokasikan dana anda untuk menyumbang perawatan atau perbaikan makam. Tak ada yang sia-sia, uang anda tidak akan berkurang justru bertambah melalui pintu-pintu rejeki manapun seiring dengan ketulusan yang anda berikan. Begitulah efek resonansi dari kebaikan yang kita lakukan akan berlaku.
  10. Nyawiji. Nyawiji atau satu tujuan. Terutama apabila anda berencana ziarah ke makam leluhur besar, jangan hanya menjadi ampiran atau sekedar mampir saja. Atau bukan menjadi tujuan utama. Niatkan dan rencanakan untuk marak sowan kepada para leluhur besar. Berangkat dari tempat tinggal anda tidak boleh mampir-mampir kecuali berhubungan dengan acara ziarah misalnya membeli uborampe seperti bunga setaman dst. Atau anda menjemput orang yang turut berziarah di tempat yang sama. Selain urusan yang berkaitan ke makam hendaknya jangan dikerjakan. Sepulang anda dari makam, barulah boleh mampir untuk makan, itupun jika benar-benar merasa lapar. Jika tidak, sebaiknya lanjutkan perjalanan sampai tiba di rumah/tempat di mana anda tinggal. Barulah setelah itu anda pergi untuk acara-acara lainnya. Pernah suatu ketika saya hendak pergi ziarah ke Kotagede. Tetapi saya mampir ke bandara untuk mengantar ortu mau pergi ke Sumbar. Setelah itu baru ke pasarean agung Imogiri. Sampai di depan pintu gerbang, kami serombongan mendapati jalan ditutup dengan portal. Rombongan kami juga tidak melihat satupun abdi dalem yang tampak padahal sebelumnya saya sudah pesan ke juru kunci KPH Soerjonagoro mau ziarah hari itu. Dan sudah diberi tahu jika para abdi dalem sudah menunggu kedatangan rombongan kami di atas (di makam). Akhirnya kami memutuskan untuk pulang. Saat berbalik arah saya mendengar suara yang saya kenal sebelumnya yakni salah satu leluhur besar yang sumare (dimakamkan) di makam tersebut. “kalian pulang saja, para leluhur tidak berkenan menerima kehadiranmu hari ini, lain kali saja datang kemari karena kalian telah lupa melanggar wewaler”.  Saya hanya bisa berkata “nyuwun gunging pangapunten dan sendiko dawuh. Saya kemudian telpon juru kunci katanya masih ditunggu para abdi dalem di atas. Bahkan saya sempat telpon salah satu abdi dalem ternyata memang mereka menunggu bahkan salah satu abdi dalem telah siap sejak pagi hingga saat ini di pintu gerbang menunggu kehadiran kami.  Tapi kami semua seperti ditutup pandanganya, begitu pula para abdi dalem.

KONSISTEN DAN BERPOSITIF THINKING

Pada saat anda menjalani “laku prihatin” banyal kendala yang menjadi batu ujian apakah hati anda tetap teguh atau mudah patah arang. Rasa bosan dan jenuh kadang menghinggapi perasaan manakala anda menunggu keajaiban/mukjizat yang belum juga muncul seperti yang anda bayangkan. Walau tidak selalu, namun terkadang anda justru merasakan kehidupan yang anda jalani terasa semakin berat. Untuk itu saya hanya bisa menyampaikan pengalaman sendiri dengan harapan siapa tahu bermanfaat buat para sahabat yang saat ini tengah menjalani laku prihatin.

  1. Bosan dan Jenuh. Perasaan ini biasa menghinggapi orang-orang yang tengah menjalani laku prihatin dalam rentang waktu yang cukup lama namun belum menampakkan hasil yang diharapkan. Jangan keburu berburuk sangka. Sebab terkadang kita salah menafsirkan semua itu. Tidak setiap orang bisa nggayuh kawicaksanane Gusti. Harapan yang kita sangka baik belum tentu baik untuk diri kita. Sebaliknya, keadaan yang seolah tampak kurang baik, namun akan berujung menjadi sesuatu yang indah pada akhirnya. Lebih indah daripada yang kita harapkan sebelumnya. Untuk itu, sikap yang kita perlukan adalah lebih eling dan waspada, lakukan saja tapa ngeli, sabar, tulus, dan selalu berprasangka baik.  Jika sudah sabar hendaknya lebih sabar lagi. Jika sudah tulus hendaknya lebih tulus lagi. Sebab semakin dekat anugrah agung yang kita harapkan, godaannya akan semakin berat pula. Berupa rasa bosan, habis uang, jenuh, lupa, dan pupus harapan.  Semakin dekat anugrah untuk kita, semakin berat juga jalan yang harus dilalui.
  2. Hidup Terasa Semakin Berat. Lebih hati-hatilah apabila setelah sekian lama anda  menjalani “laku prihatin” telah merasakan hidup yang semakin berat. Jangan sampai banyak menggerutu, berkeluh kesah, marah-marah. Rumus Tuhan sama halnya kodrat alam. Manakala akan terjadi rob maupun tsunami, lautpun pasti surut terlebih dulu. Saat musim hujan mulai tiba, sumur-sumur justru surut airnya bahkan mengering. Tapi sebulan kemudian airnya kembali penuh bahkan menjadi sangat berlimpah ruah. Ibarat anda akan melompat jauh ke depan, pasti anda memerlukan ancang-ancang atau kaki anda mundur beberapa langkah ke belakang setelah itu kencang berlari untuk mendapatkan loncatan yang jauh ke depan. Saat anda menaiki tangga, pasti terasa berat sekali. Namun saat anda meraih puncaknya, hati menjadi lega, gembira, perasaan puas yang mampu menghilangkan segala keletihan-keletihan. Itu artinya, pada saat anda akan mengalami loncatan menggapai anugrah dan kemuliaan hidup yang tinggi pasti butuh pengorbanan yang tidak ringan. Sebab tak ada anugrah yang gratis. Semua perlu tebusan berupa keprihatinan termasuk di dalamnya lara-lapa, lara-wirang, tapa-brata, tapa-ngrame dan harus disertai pula dengan tapa-ngeli. Semakin besar anugrah, semakin besar pula tebusannya. Penderitaan, keprihatinan, dipermalukan orang lain, sikap menahan diri dan mawas diri, giat dalam membantu dan menolong sesama, semua itu bagaikan anda mengumpulkan modal yang akan digunakan untuk menebus anugrah agung.
  3. Jangan Berkeluh-Kesah. Pada saat anda sedang “mengumpulkan modal”, sedang mengalami “ancang-ancang” yang anda rasakan begitu berat, hendaknya lebih berhati-hati agar supaya jangan sampai suka menggerutu atau sikap tidak tulus menjalani keprihatinan tersebut. Keluh kesah, menggerutu hanya akan membatalkan anugrah yang sudah dekat menunggu anda.  Sebaliknya, bangunlah sikap bisa-o rumangsa, jangan mentang-mentang rumangsa bisa.

2 Jun 2009

Soeharto Kuasai Ilmu Senggoro Macan

 
 
 

Soeharto Kuasai Ilmu Senggoro Macan Lewat 'Persetubuhan' Sumber: Liberty Soeharto, dalam melakukan petualangan spiritualnya, nyaris tak diketahui orang. Hanya beberapa orang pengikut setianya yang mengerti rahasaia gaib Soeharto. Sebab kekuatan gaib yang dimilikinya, erat kaitannya dengan kekuasaan. Namun, sepintar-pintarnya menyimpan petualangannya, Soeharto tetaplah manusia. Setiap jengkal langkahnya selalu meninggalkan 'jejak-jejak' yang bisa terlihat. Salah satu 'jejak' yang ditinggalkan Soeharto terdapat di Goa Kalak. Goa keramat yang terletak di Desa Kalak, Kecamatan Donorojo, Pacitan, itu memang menyimpan kekuatan gaib luar biasa. Kekuatan itu disebabkan yoni beberapa pusaka keris ampuh andalan Majapahit yang tersimpan di dalamnya. Selain keris pusaka juga terdapat ajian Senggoro Macan, yang konon merupakan ilmu pamungkas Raden Prawiroyudo. Keris pusaka dan ajian ampuh itu bisa dimiliki oleh seseorang dengan syarat-syarat khusus yang harus dilakukan. Misalnya dengan melakukan persetubuhan di dalam goa keramat. Syarat yang tergolong unik ini memang punya sejarah panjang, yang erat kaitannya dengan keberadaan R. Prawiroyudo semasa hidupnya. Konon, Goa Kalak merupakan tempat persembunyian R. Prawiroyudo bersama adiknya Sang Dewi. Dua orang ini adalah putra Prabu Brawijaya V yang melarikan diri dari istana kerajaan. Sebab, putra permaisuri dan selir ini ternyata saling jatuh cinta. Karena hubungan cintanya tak direstui sang prabu, mereka sepakat meninggalkan istana. Nah, di goa itulah, putra-putri raja Majapahit melampiaskan rasa cintanya. Mereka melakukan hubungan layaknya suami-istri. Rasa cinta R. Prawiroyudo dan Dewi memang mengalahkan segala-galanya. Selain hubungan keluarga, juga perasaan takut. Padahal, di goa tempat mereka sembunyi merupakan kandang harimau piaraan Kyai Maja. Dalam cerita disebutkan Kyai Maja adalah orang pertama yang membuka hutan Donorojo. Ia memiliki hewan piaraan berupa harimau. Tetapi hewan ini bukanlah sembarang hewan. Melainkan penjelmaan seorang pendeta yang dikutuk karena senang menggauli beberapa murid wanitanya. Begitulah ceritanya, setiap kali putra-putri raja itu bersetubuh selalu dilihat oleh sang harimau. Hingga tak disadarinya, secara perlahan harimau jelmaan itu menurunkan ilmunya Senggoro Macan kepada R. Prawiroyudo. Hingga suatu ketika terdengar suara tanpa wujud yang menggema di dalam goa: "Bagi anak-cucuku yang ingin menguasai ilmu ampuh itu harus melakukan persetubuhan di dalam goa ini". Senggoro Macan merupakan ilmu 'penggirisan' yang dahsyat. Ilmu itu biasanya hanya dimiliki oleh sosok pemimpin. Sebab dengan kekuatan gaib yang terpancar dari ilmu itu akan mampu menguasai jutaan orang. Dengan sekali perintah atau sekali ucap akan membuat jutaan orang yang mendengarkannya takut dan melaksanakannya. Berbekal ajian itulah, R. Prawiroyudo berhasil menjadi 'raja kecil' di tlatah Kalak. Ajian Senggoro Macan versi Goa Kalak memang sangat tersohor. Ajian ini banyak diincar para pemimpin. Di jaman perlawanan P. Diponegoto melawan penjajah, Goa Kalak merupakan tempat menggembleng ilmu kanuragan. Begitu juga saat terjadi perang 'suksesi Jawa III' Goa Kalak juga jadi basis pertahanan P. Mangkubumi. Menurut Abdul Ustab (80), setiap orang yang ingin memiliki ajian penggirisan itu harus bisa memenuhi syarat gaib yang ditentukan. Sebelumnya harus melakukan pembersihan diri dengan cara pasa neptu 40 hari. Setelah itu baru bertapa 'ngudi kupiya alusing batin' di Goa Kalak. "Karena syarat yang terlalu berat, tak banyak orang memiliki Senggoro Macan versi Goa Kalak," tuturnya. Tokoh sepuh yang memiliki banyak murid ini menerangkan, dulu banyak orang berburu ajian penggirisan 'Macan Kalak'. Tetapi tak semuanya berhasil menguasai dengan sempurna. Karena selain ada syarat yang dilupakan, semedinya kurang dilandasi rasa penyerahan diri. Tentang mantera ajian penggirisan, menurut Mbah Abdul mudah dihafal karena 'kalimah' kejawennya tak terlalu panjang. Yaitu: 'Giri-giri ya aku putra malangaena, macan kalak ngamuk tanpa suduk, braja mandeg brama sirep, sireb sakabehing sireb karana Allah'. Setelah itu dilanjutkan dengan mantera pamungkas: 'Undung-undung lungguhku wesi gligen, bahuku kaya gendewa, tanganku kaya cakarwa, mataku kaya surya kembar, suaraku kaya gelap ngampar, gila-giris wong sing krungu suwaraku, weruh marang aku'. Ajian penggirirsan itu pernah digunakan P. Mangkubumi untuk mencari pengaruh di wilayah Mataram. Bahkan dengan ajian itulah ia berhasil memaksa Belanda dan akhirnya mendudukkannya sebagai raja Yogyakarta dengan gelar Hamengkubuwono I. Kesohoran ajian itu pula yang membuat Soeharto melakukan petualangan spiritualnya di Goa Kalak, 30 tahun silam. Tepatnya di hari 'anggara kasih' tahun 1970-an. Selama Soeharto berkuasa, tak ada orang yang berani bercerita tentang perjalanan gaibnya. Namun, setelah lengser keprabon dan madeg pandito, beberapa orang yang ketika itu melihatnya, mulai berani angkat cerita. R. Soekotjo, ayahanda Letjen Bambang Soesilo Yudhoyono, pernah melihat Soeharto pergi ke Goa Kalak. "Hari, tanggal dan bulannya saya sudah lupa. Tetapi, tahunnya sekitar 1970-an," katanya. Diceritakan, ketika itu wilayah Kecamatan Punung mendadak dipadati tentara. Mereka berjajar di pinggir jalan menuju Goa Kalak. Ketika itu, R. Soekotjo menjabat sebagai Ketua DPD Golkar Kabupaten Pacitan. R. Soekotjo melihat Soeharto di dalam mobil menuju arah Goa Kalak. "Dari keterangan petugas Direktorat Khusus Pacitan, sekarang Kansosopol, dikatakan kalau Pak Harto bersama beberapa jenderal berada di dalam Goa Kalak," katanya saat ditemui LIBERTY di rumahnya, Punung. Setelah haru mulai sore, Letjen Soedjono Umar Dani (alm), yang mendampingi Soeharto di Goa Kalak, memerintahkan kepada jajaran aparat untuk membubarkan diri. Sebab, kedatangan Soeharto di Goa Kalak tak ingin diketahui umum. Karena mantan orang nomor satu di negeri ini sedang memburu keris pusaka Maja dan Aji Senggoro Macan bersama beberapa jenderal dan paranormal asal Yogya. "Bapak butuh ketenangan dan kerahasiaan. Karena itu penjagaan dan pengawalan segera dibubarkan," perintah mantan Dubes RI di Jepang, seperti ditirukan sumber LIBERTY di Punung. Menurut sumber yang bisa dipercaya, saat memasuki Goa Kalak, Soeharto menggunakan pakaian khas Jawa, didampingi 7 paranormal. Empat orang laki-laki dan di antaranya terdapat tiga paranormal wanita. "Pak Harto memasuki goa sekitar jam 17.30 WIB. Dan baru keluar dari goa menjelang pagi hari. Yang jelas, sekitar jam 05.00 WIB rombongan mantan Presiden RI itu meninggalkan Punung," tutur Pak Kotjo. Semula, masyarakat sekitar Goa Kalak mengira, rombongan itu berasal dari keraton Yogyakarta. Sebab, selain pakaiannya yang dikenakan seperti orang keraton, warga belum terlalu mengenal wajah Soeharto. "Saya melihat para priyayi itu memasuki Goa Kalak. Di antaranya tampak tiga wanita yang sangat cantik," tutur salah seorang warga Kalak. Nah, dari sinilah kemudian terkuak kabar tentang persetubuhan Soeharto di Goa Kalak. Sebab, melakukan persetubuhan di goa keramat adalah termasuk syarat memperoleh ajian Senggoro Macan 'Kalak' maupun keris sakti Kyai Maja. Kendati demikian, beberapa nara sumber yang dihubungi LIBERTY tak ada yang berani memastikan persetubuhan Soeharto di Goa Kalak dengan salah seorang paranormal wanita. "Wah, mengenai hal itu saya tidak tahu. Sebab, ketika itu banyak tentara di sekitar goa. Sehingga tidak ada orang yang berani mendekat. Lebih-lebih keadaan di dalam goa tampak gelap gulita," tutur salah seoarang warga Kalak kepada LIBERTY. Salah seorang paranormal asal Arjosari, Pacitan, mengatakan, "Mungkin, salah seorang paranormal wanita itu bernama Rosminten. Ia memang hebat. Tetapi, saya tak berani memastikannya," kata Jumangat. Satu hal yang tak dapat dilupakan sebagian masyarakat sekitar goa. Malam itu suasananya begitu mencekam. Sesekali terdengar raungan harimau dari balik pegunungan yang menggetarkan hati. Sebab, Goa Kalak memang sudah dikenal sebagai sarang harimau Kumbang. Tetapi, bisa juga karena proses gaib turunnya pusaka dan pewarisan ajian dari R. Prawiroyudo kepada Soeharto. Tokoh sepuh di Punung yang tahu persis pengembaraan Soeharto di Goa Kalak adalah Tusimin (75). Pasalnya, rumah mantan Kakandepdikbudcam Punung itu dijadikan tempat istirahat paranormal Soeharto. Kendati demikian, Tusimin mengaku lupa kapan persisnya petualangan Soeharto berburu pusaka dan ajian ampuh itu. "Setelah menemani Pak Harto di Goa Kalak, 4 paranormal itu istirahat di rumah saya," tutur Tusimin kepada LIBERTY. Menurut Tusimin, keempat paranormal itu semuanya laki-laki dengan pakaian khas Jawa. Sepintas, terlihat seperti punggawa keraton. Karena merasa 'sungkan', Tusimin tak berani bertanya lebih jauh tentang apa saja yang dilakukan Soeharto di Goa Kalak. Ia hanya mendengarkan pembicaraan di antara mereka. Di antaranya, mereka membicarakan tentang keris pusaka dan sebuah ajian penggirisan Senggoro Macan. Bahkan, pembicaraan itu dilakukan dengan sangat pelan dan hati-hati. Tampaknya tugas mereka mendampingi Soeharto memang sangat rahasia. Tetapi tentang keberadaan tiga wanita paranormal yang turut mendampingi Soeharto semedi di Goa Kalak, penulis sejarah babad itu mengaku tidak tahu. Alasannya, kemungkinan mereka beristirahat di tempat lain. Begitu halnya saat ditanya tentang persetubuhan Soeharto dengan salah seorang paranormal wanita, ia pun hanya diam. Seolah sedang merenungkan sesuatu kejadian yang telah lama sekali. "Wah, kalau itu saya tidak mengerti. Tanya saja kepada warga lainnya," katanya. Tusimin memang dikenal sebagai seorang yang rajin menghimpun cerita-cerita legenda di wilayah Pacitan. Menurutnya, Goa Kalak memang memiliki daya gaib yang luar biasa. Itulah sebabnya, bekas istana R. Prawiroyudo itu tidak dijadikan sebagai tempat wisata goa. Selain dikeramatkan juga merupakan kandang harimau kumbang. Diceritakan, Goa Kalak itu memiliki dua buah lorong. Yang satu kecil dan satunya lagi besar. Di lorong kecil itulah tempat persembunyian harimau. Lorong itu panjangnya sampai puluhan kilometer. Ujungnya, berada di pantai selatan. Dari lorong itulah harimau kumbang keluar mencari mangsa. Sedangkan di lorong besar, kerap dijadikan tempat semedi oleh orang-orang yang berkeinginan 'ngalap' ilmu dan keris pusaka. "Suatu ketika saya pernah melihat seekor harimau yang sudah tidak berbulu. Masyarakat menyebutnya sebagai 'macan brundhul'. Harimau inilah yang dulunya sebagai piaraan Kyai Maja. Macan brundhul ini tak pernah mengganggu ternak maupun manusia. Bahkan, macan itu hanya terlihat pada hari-hari tertentu," tuturnya. Dikisahkan, setelah R. Prawiroyudo menguasai ajian Senggoro Macan, putra Brawijaya itu dinobatkan sebagai raja 'kecil' di Kalak. Begitulah perjalanan cinta dan kekuasaan putra-putri sang raja. Tetapi, sang waktulah yang mengubah nasib mereka berdua. Ketika itu, datanglah Kyai Tembayat bersama putrinya yang cantik jelita. Kyai yang tak pernah berhenti menyebarkan ajaran Islam itu berniat 'ngenger' kepada sang raja Kalak. Hingga suatu ketika, R. Prawiroyudo merasa jatuh cinta kepada putri Kyai Tembayat. Akhirnya, Raja Kalak berniat untuk menjadikannya sebagi istri. Ternyata, keinginan Prawiroyudo tidak bertepuk sebelah tangan. Sebab, putri Tembayat pun juga gandrung dengannya. Dan keinginan mereka itu dikabulkan oleh Kyai. Sehingga jadilah mereka sebagai suami istri. Nah, pernikahan itu, membuat Sang Dewi bermuram duka. Kakak yang dicintai ternyata mengingkari janjinya. Janji suci untuk sehidup-semati hanya jadi kenangan. Tanpa sepengetahuan suaminya yang juga kakaknya, Sang Dewi nekad menghabisi hidupnya dengan terjun ke jurang. Setelah kematian Dewi, terdengar suaranya seolah menuntut balas: semua kesaktian dan ajian yang dimiliki R. Prawiroyudo akan lenyap bersama kepergiannya. Dan mungkin sudah menjadi suratan takdir, siapa saja yang memiliki kesaktian dari Goa Kalak akan segera musnah tatkala ditinggal oleh sang istri tercinta. Dan itu pun, mungkin juga terjadi pada diri Soeharto. Sejak kematian Ibu Tien, semua kesaktian yang diperolehnya dari Goa Kalak juga musnah oleh kebesaran sumpah Sang Dewi. Memang, apapun yang dikatakan orang: Soeharto memperoleh kesaktian di Goa Kalak lewat 'persetubuhan' dengan salah seorang paranormal wanita, tak ubahnya seperti legenda Goa Kalak. Percaya atau tidak. Hanya batu stalagtit dan stalagmit yang bergelantungan di dalam goa menjadi saksi bisu abadi.

Anda tahu penyebab kegagalan Anda

Anda tahu penyebab kegagalan Anda? Ya, setiap orang pernah mengalami kegagalan. Kemampuan memahami apa penyebab kegagalan Anda akan menjadikan diri Anda semakin cerdas dan bijak sehingga akan mampu berjalan kembali dengan lebih baik.

Untuk memahami penyebab kegagalan, diperlukan kemampuan berpikir analitis dan kritis. Kita perlu menghindari pemikiran yang emosional sehingga tidak mampu menemukan penyebab kegagalan. Jika Anda tidak mampu menemukan penyebab atau akan permasalahan kegagalan Anda, maka Anda tidak akan mampu untuk memperbaikinya.

Artikel ini akan menjelaskan bagaimana menelusuri penyebab kegagalan, bahkan penyebab utama yang disebut dengan root cause sehingga jika kita bisa menemukannya dan mampu mengatasinya, kita akan berjalan lebih baik.
Hindari Penyebab Kegagalan Emosional

Perlu dipahami, Anda harus membedakan antara intuitif dan emosional. Intuitif bisa memberikan solusi, tetapi tidak dengan emosional yang sering kali hanya membela ego sendiri. Jika pikiran Anda fokus untuk membela ego sendiri, maka Anda akan selalu menganggap bahwa masalah ada di luar, termasuk ada di luar kendali Anda. Jika sebuah masalah berada di luar, maka kita tidak akan pernah bisa mengatasinya. Anda akan mengalami kegagalan yang sama terus menerus akhirnya Anda menyerah dan malas untuk berusaha lagi.

Contoh-contoh penyebab emosional diantaranya:
menyalahkan orang lain
menyalahkan kondisi
menyalahkan peristiwa
menyalahkan pemerintah
menyalahkan saingan
menyalahkan masyarakat
menyalahkan takdir

Pokoknya, dia akan menyalahkan apa pun di luar dirinya. Jika masalah ada di luar Anda, maka Anda tidak akan bisa mengatasinya. Khusus untuk yang terakhir, menyalahkan takdir, ini akan menutup semua pikiran Anda untuk menemukan solusi. Toh, sudah takdir, apa pun yang dilakukan akan percuma.

Kalau kita tidak boleh mengalahkan apa yang ada di luar diri kita, apakah kita harus menyalahkan diri sendiri sebagai penyebab kegagalan kita?

Mungkin banyak motivator yang mengatakan bahwa Anda harus menyalahkan diri sendiri secara mutlak.

Anda sulit menerimanya?

OK, jika Anda yakin masih ada faktor luar sebagai penyebab kegagalan, namun saya tetap mengajak Anda untuk tetap memulai memeriksa diri sendiri sebelum menyalahkan pihak luar. Ini akan memberikan pengalaman yang luar biasa, memberikan pelajaran, dan hikmah yang berharga dibandingkan Anda fokus menyalahkan pihak luar sebagai penyebab kegagalan Anda.
Ambilah Tanggung Jawab

Jika Anda ingin menjadi orang yang berpikiran maju, maka Anda harus mengambil tanggung jawab atas kegagalan Anda. Anda gagal karena Anda sendiri, karena kesalahan yang Anda lakukan.

Mari kita lihat, apa yang menyebabkan seseorang gagal?

Jawabannya adalah karena dia berhenti. Kata “berhenti” memiliki dua makna. Pertama berhenti bertindak untuk mencapai tujuannya. Kedua berhenti untuk menyesuaikan tujuannya dengan kondisi yang ada.

Saya rasa, Anda sudah paham dengan maksud yang pertama. Anda akan gagal jika Anda berhenti bertindak untuk mencapai tujuan Anda. Yang menjadi pertanyaan adalah mengapa seseorang berhenti bertindak?

Ada dua kemungkinan jawaban. Yang pertama karena dia tidak mengetahui apa lagi yang harus dilakukan. Yang kedua karena dia tidak mau lagi untuk bertindak. Namun jawaban pertama bisa digugurkan dengan seketika. Jika Anda tidak mengetahui apa yang harus Anda lakukan, maka seharusnya Anda mencari tahu. Berusaha agar Anda mengetahui apa yang harus Anda lakukan. Pertanyaanya adalah apakah Anda mau mencari tahu? Jadi intinya adalah kemauan.

Jadi bisa kita simpulkan bahwa penyebab seseorang berhenti adalah karena sudah tidak ada kemauan.

Yang kedua, kadang, kita bisa berhenti karena memang kondisi yang tidak menguntungkan. Misalnya Anda memiliki tujuan untuk menjadi seorang PNS. Anda tidak berhenti untuk berusaha menjadi PNS dengan mengikuti ujian setiap tahun. Namun, Anda tetap gagal karena umur melewati batas syarat menjadi PNS. Dan Anda disebut gagal menjadi seorang PNS. Ya, Anda gagal menjadi seorang PNS jika Anda berhenti.

Anda memang tidak mungkin lagi untuk menjadi PNS karena umur sudah tua. Tetapi, Anda masih bisa menyesuaikan tujuan Anda dengan kondisi saat ini. Apa tujuan Anda sebenarnya menjadi PNS? Jika mau mengabdi kepada masyarakat, ada cara lain, meski Anda tidak menjadi PNS. Jika ingin mendapatkan pensiun, ada pihak ketiga yang bisa mengatur pensiun Anda. Pertanyaanya adalah apakah Anda mau menyesuaikan tujuan Anda? Ya, kembali kepada kemauan Anda sendiri.

Apakah Anda bisa menerima bahwa penyebab kegagalan itu berasal dari diri Anda? Silahkan Anda tuliskan pada form komentar penyebab kegagalan Anda, insya Allah, akan saya tunjukan bahwa penyebab kegagalan tersebut berawal dari diri Anda.


AGAR TIDAK PUTUS ASA ...

Putus asa akan menghampiri kita saat kita menempuh perjalanan yang panjang atau mendapatkan kegagalan dari perjalanan-perjalan yang kita tempuh. Bagaimana agar kita tidak putus asa?

Mari kita ibaratkan perjalanan panjang seperti lari marathon. Anda pernah marathon? Yang kita rasakan pada saat kita sedang berlari dalam jarak yang jauh ialah keinginan segera berhenti, minum, dan beristirahat. Lalu mengapa tidak berhenti? Jika Anda berlari atas inisiatif sendiri, kemungkinan Anda berhenti akan lebih besar ketimbang seorang atlit yang sedang berlomba. Mengapa? Karena imbalan yang akan didapat lebih menarik dan lebih jelas. Kalau dia tidak sampai, bukan hanya tidak akan mendapatkan juara, tetapi juga malu. Jadi agar Anda tidak putus asa, maka Anda harus memiliki tujuan yang sangat menggairahkan Anda dan jelas.

Mungkin saja, saat kita berlari, kita tidak ingin untuk berhenti. Tetapi akhirnya berhenti juga karena kita sangat kelelahan. Dengan kata lain energi kita sudah terkuras habis. Seorang atlit tidak akan mudah kelelahan karena dia memiliki energi yang cukup. Energi yang tentu saja didapat dari latihan yang cukup dan makanan yang dikonsumsinya. Begitu juga jika kita tidak ingin cepat putus asa maka kita harus memiliki energi yang cukup. Baik energi dalam arti sebenarnya, maupun energi dalam arti motivasi.

Gagal lagi, gagal lagi, dan gagal lagi. Hal seperti ini pun akan memungkinkan kita putus asa. Anda telah mencoba, Anda telah bersabar, dan Anda telah berusaha, namun kegagalan dan kegagalan yang menemui Anda. Keadaan seperti ini bisa diibaratkan seperti sesorang yang sedang mencari suatu tempat tetapi tidak mengetahui harus lewat mana.

Jika jalan yang Anda ketahui sedikit, maka Anda akan cepat berhenti karena tidak ada jalan lagi yang bisa ditempuh. Tetapi jika Anda mengetahui banyak jalan, maka Anda mencoba jalan yang lainnya sampai menemukan jalan yang benar. Semakin banyak jalan yang Anda ketahui dan energi Anda masih cukup maka kemungkin untuk bergerak terus masih sangat memungkinkan.

Jalan yang dimaksud disini adalah ide. Saat Anda gagal dengan satu ide, maka Anda bisa mencoba ide yang lain. Ide tersebut bisa Anda dapatkan baik dari ide sendiri maupun ide dari orang lain. Agar bisa menghasilkan ide sendiri maka diperlukan kreativitas. Sementara untuk mengetahui ide dari orang lain, maka yang diperlukan adalah menuntut ilmu.