12 Mar 2014

5 Legenda Mistis Gunung Arjuna di Jawa Timur




Gunung Arjuno atau Arjuna ini terletak di Malang, Jawa Timur yang memiliki ketinggian 3.339 meter dpl. Di gunung tesebut banyak ditemukan banyak petilasan-petilasan bekas Kerajaan Majapahit dan berbagai objek wisata, seperti air terjun.
Namun, konon untuk mendaki Gunung Arjuna tersebut harus berhati-hati; karena menurut cerita masyarakat, banyak pendaki yang tersesat dan tidak bisa pulang kembali. Berikut kami rangkum 5 legenda mistis Gunung Arjuna tersebut, sebagai berikut :

1. Arjuna
Konon, Arjuna pernah melakukan pertapaan di sebuah gunung dengan sangat khusyuk semala berbulan-bulan. Kemudian tubuhnya mengeluarkan sinar dan memiliki kekuatan yang luar biasa, hingga membuat Kahyangan kacau.
Kawah Condrodimuko menyemburkan laharnya, bumi berguncang, petir menggelegar di siang hari, hujan turun dan menimbulkan banjir, dan gunung tempat Arjuna bertapa terangkat ke langit.

Para Dewa yang khawatir, maka melakukan tindakan untuk menghentikan pertapaan dari Arjuna tersebut. Kemudian Batara Ismaya diturunkan ke bumi dengan menjelma menjadi Semar. Dengan kesaktiannya, Semar memotong puncak gunung tempat Arjuna bertapa dan melemparkannya ke tempat lain.

Kemudian Arjuna terbangun dari pertapaannya dan mendapat nasehat dari Semar untuk tidak melakukan pertapaan lagi. Kemudian tempat pertapaan tersebut disebut Gunung Arjuna, dan potongannya diberi nama Gunung Wukir.

2. Acara Ngunduh Mantu
cerita mistis di Gunung Arjuna memang kerap terdengar dan sudah menjadi bahan pembicaraan masyarakat sekitar, seperti tentang adanya lantunan musik Ngunduh Mantu. Para pendaki atau penambang belerang kadang mendengar Ngunduh Mantu, yaitu suara gamelan Jawa untuk acara pernikahan.

Menurut masyarakat, jika mendengar Ngunduh Mantu maka lebih baik tidak meneruskan pendakian ke puncak Gunung Arjuna tersebut; karena jika memaksa meneruskan pendakian maka si pendaki biasanya akan tersesat dan hilang.

3. Alas Lali Jiwo
Sebelum mencapai puncak Gunung Arjuna, terdapat tempat yang disebut oleh masyarakat sebagai Alas Lali Jiwo atau berarti hutan lupa diri. Menurut kepercayaan setempat, orang yang mempunyai niat jahat, jika melewati daerah tersebut akan tersesat dan lupa diri.
Menurut ahli spiritual, daerah tersebut memang banyak dihuni oleh para jin. Para pendaki kadang mendengar suara gamelan dan kemudian menghilang. Konon pendaki tersebut dibawa untuk dikimpoikan dengan bangsa jin daerah tersebut.
Menurut mitos, para pendaki juga tidak boleh melanggar beberapa larangan, seperti pendaki tidak boleh berjumlah ganjil, tidak boleh memakai baju merah (warna merah dominan), dan tidak merusak situs-situs petilasan Kerajaan Majapahit yang tersebar di area pendakian Gunung Arjuna tersebut.
4. Pasar Dieng

Di wilayah pendakian menuju puncak Gunung Arjuna, dipercaya terdapat Pasar Dieng atau biasa disebut pasar hantu. Di areal Pasar Dieng tersebut terdapat makam para pendaki yang pernah meninggal di tempat tersebut. Wilayahnya yang datar dan luas merupakan areal yang cocok dijadikan sebuah pasar.

Konon, pernah ada pendaki yang membuka tenda di wilayah Pasar Dieng tersebut untuk bermalam sebelum menuju puncak. Pada malam hari, ia dikejutkan dengan suasana ramai di luar tendanya, dan ia melihat sebuah pasar yang sangat ramai. Pendaki tersebut dikabarkan berkeliling pasar dan membeli sebuah jaket.

Kemudian ia kembali ke tenda, dan besok pagi ketika ia bangun; wilayah sekitar tendanya sepi tidak ada orang satu pun dan tidak ada bekas-bekas pasar. Jaket yang dibelinya masih ada, namun uang kembalian yang diberikan oleh pedagang pasar tersebut berubah menjadi daun.

5. Petilasan

Di Gunung Arjuna terdapat banyak situs-situs petilasan peninggalan Kerajaan Majapahit dan Singasari. Beberapa petilasan tersebut yaitu, petilasan Eyang Antaboga, Eyang Abiyasa, Ayang Sekutrem, Eyang Sakri, Eyang Semar, Eyang Sri Makutharama dan petilasan Sepilar.

Menurut mitos, petilasan-petilasan tersebut dijaga oleh Bambang Wisanggeni yang merupakan anak dari Arjuna dengan Bathari Dresanala.

Petilasan-petilasan tersebut digunakan orang zaman dahulu untuk melakukan pertapaan. Masyarakat percaya, orang yang melakukan pertapaan tersebut muksa (menghilang dengan jasadnya). Orang-orang muksa tersebut dipercaya masih berada di tempat tersebut dan menjaga tempat tersebut hingga waktu yang tidak diketahui.

Wanita Misteri di Indonesia




4. Nyi Blorong



Konon kabarnya Nyi Blorong sama dengan Nyi Loro Kidul , tetapi berwujud sebagai putri Ular, yang ditugaskan untuk menggoda manusia dan menyesatkan manusia dengan cara-cara pesugihan, tetapi menurut sumber lain mengatakan Nyi Blorong adalah sebutan untuk Nyimas Dewi Anggatari, anak dari Nyimas Dewi Rangkita (yang dikenal sebagai Ratu Galuh), anak dari Nyimas Dewi Anggista, putri bungsu dari Raja Caringin Kurung ke-XI, Prabu Jaya Cakra. Bukan hanya itu,yang mengungkapkan secara rinci kehidupan dari sejak kecil sampai mengapa dia kemudian dikenal sebagai Nyi Blorong yang mampu memberikan kekayaan atau pesugihan ngipri.

Sebenarnya masih banyak tokoh-tokoh mistis Legenda di Indonesia seperti Kuntilanak, Wewegombel, Genderuwo dan lain sebagainya, akan tetapi 4 Tokoh di atas lebih dominan dalam legenda Indonesia dan selalu dikaitkan dengan keparcayaan leluhur kita pada masa dulu hingga sekarang. Akan tetapi terlepas dari cerita-cerita itu semua, kita memang harus menyakini bahwa dunia mereka berbeda dengan dunia kita, dan Yakinlah Bahwa Allah SWT akan melindungi kita dari semua godaan dan gangguan Setan , Iblis dan Jin asal kita hanya berlindungi kepada Nya, bukan kepada benda kramat atau Pusaka-pusaka yang dianggap mempunyai kekuatan Magis.




3. Nyi Roro Kidul



Nyi Roro Kidul merupakan legenda masyarakat tentang penunggu pantai Selatan, selalu diidentikkan dengan warna hijau sebagai warna kebesaran dari sosok sang Nyi, rabu Siliwangi memerintah di Kerajaan Pajajaran, ia memiliki seorang permaisuri cantik dan sejumlah 7 selir.permaisuri melahirkan anak perempuan cantik pula, bahkan melebihi kecantikan ibundanya. Ia dinamai Putri Lara Kadita yang berarti Putri Nan Cantik Jelita. Tetapi para selir iri dan akhirnya menyebarkan penyakit kepada sang Putri. Akhirnya Permaisuri dan Putri berkelana, konon ceritanya dalam perjalanan ini sang Permaisuri meninggal, tetapi Putri tetap melanjutkan perjalanannya, Hinga iya tertidur dan bermimpi bertemu dengan “orang suci” yang memberi nasihat agar sang putri menyucikan diri dengan terjun ke laut untuk mendapatkan kesembuhan, mengembalikan kecantikannya, sekaligus memperoleh kekuatan gaib untuk membalas penderitaan yang dia alami

Ketika terbangun, tanpa ragu Putri Lara Kadita melompat dari tebing curam ke tengah gulungan ombak, dan tenggelam ke dasar Laut Selatan. Mimpinya pun menjadi kenyataan. Selain sembuh dan kembali cantik, ia juga beroleh kekuatan gaib serta keabadian. Namun, sang putri harus tetap tinggal di Laut Selatan. Sejak itu ia disebut sebagai Nyi Loro Kidul (yang artinya loro = derita, kidul = selatan), atau sang Ratu Penguasa Laut Selatan. Tetapi ada juga yang beranggapan bahwa Nyi Loro Kidul merupakan sosok jahat dari penguasa Pantai Selatan dan penyebar malapetaka, dan ada juga yang beranggapan Nyi Loro Kidul sama dengan Ratu Laut Kidul, dan ada pendapat lain juga bahwa Nyi Loro Kidul merupakan pribadi yang berbeda dengan Ratu Laut Kidul.




2. Nenek Lampir (Mak Lampir)



Legenda Nenek Lampir atau lebih dikenal dengan sebutan Mak Lampir di Sumatera, merupakan legenda masyarakat dari kaki Gunung Marapi atau Berapi yang terletak di propinsi Sumatera Barat tepatnya di Kabupaten Agam, Legenda Mak Lampir ini juga sangat berkaitan dengan Legenda 7 Manusia Harimau yang juga berasal dari Sumatera Barat , Sebagian Propinsi Bengkulu dan Lampung.

Konon menurut cerita masyarakat sekitar “Nyi Lampir” merupakan manusia yang mencari jalan untuk dapat hidup kekal abadi dan akhirnya bersekutu dengan Jin dan Setan untuk mewujudkan semuanya. “Lampir” hidup hingga ribuan tahun sehingga dijuliki “Mak Lampir”, berkelana dari Swarna Dwipa Hingga Jawa Dwipa dan akhirnya konon juga mendirikan kerajaan Iblisnya di Puncak Gunung Merapi Jawa. Dan untuk sosok (Datuk Panglima Kumbang), merupakan pimpinan dari pasukan harimau, konon sebelum menjadi “Mak Lampir” merupakan seorang putri yang mencintai sang Datuk, tetapi karena tidak disetujui orang tua nya akhirnya sang putri dibuang dan melakukan pertapaan di Gunung Merapi.

Datuk Panglima Kumbang sebenarnya juga mencintainya, tetapi akhirnya dalam sebuah pertempuran Datuk meninggal, setelah itu “Lampir” dengan segenap kekuatannya menghidupkan kembali Datuk, tetapi Tuhan berkehendak Lain, setelah Datuk hidup kembali bukan cinta yang didapati Lampir, Datuk berpendapat bahwa Lampir adalah Setan dan penebar teror kepada masyarakat. itulah mula peperangan Gaib terjadi antara hitam dan putih. untuk cerita sembara dan grandong tidak ditemukan ceritanya, banyak masyarakat beranggapan kedua tokoh tersebut merupakan tokoh fiksi untuk menghidupkan Legenda ini dilayar kaca.




1. Kanjeng Ratu Kidul



Kanjeng Ratu Kidul , sosok yang percayai sebagai penjaga dan penguasa “Alam Gaib” , yang mempunyai Istana di Pantai Selatan Jawa, tetapi sosok Kanjeng Ratu ini juga dipercayai oleh sebagian masyarakat Sumatera yang bermungkin di sepanjang pantai Samudera Hindia, Konon menurut keyakinan sebagian masyarakat Kanjeng Ratu Kidul merupakan sosok yang baik dan menjaga daerah pesisir pantai sepanjang Samudera Hindia dari perbuatan Maksiat. Untuk asal usul nya sangat beragam di masyarakat, ada sebagian masyarakat mengatakan ia merupakan seorang putri dari kerajaan Siliwangi , tetapi masyarakat pesisir Sumatera menganggap Kanjeng Ratu Kidul (Ibu Ratu Kidul) ini sebagai salah satu sosok makhluk Gaib beraliran putih (baik).

11 Mar 2014

Tangguh keris berarti perkiraan

Tangguh bemakna perkiraan............, sedang menangguh berarti mengira-ngira.......!!!.
Jadi Ilmu Tangguh secara harfiah berarti Ilmu Perkiraan asal sebuah pusaka, tetapi dapat diartikan pula sebagai Ilmu Perkiraan model garap pusaka dari suatu jaman.
Karena sifatnya memperkirakan maka hasilnya tidak mesti 100 % benar.walau ia dibilang ahli sekalipun belum tentu benar

yang terpenting supaya tidak membingungkan adalah pendirian dan keinginan apakah ingin keris tua / keris kamardikan
Dalam menangguh sebuah pusaka banyak unsur subyektifitas dari penangguh itu sendiri, inilah yang menimbulkan kesimpang siuran dalam menafsirkan istilah-istilah baku dari nara sumber, maka muncul istilah :
- Pusaka Tangguh Lempoh yaitu Pusaka yang asal usulnya diketahui dengan pasti dan sudah tidak menimbulkan perdebatan diantara para penangguh.
- Pusaka Tilar Tangguh yaitu Pusaka yang asal usulnya belum diketahui dengan pasti dan masih banyak menimbulkan perdebatan diantara para penangguh.dan kembali lagi ke diri pengkoleksi apakah ingin keris tua atau kamardikan

dari berbagai sumber

9 Mar 2014

Misteri Pusaka-pusaka Soeharto

Misteri Pusaka-pusaka Soeharto 

 



[Soeharto orang paling konsekuen menghargai konvensi atas pusaka-pusaka yang dimilikinya. Tak terbilang banyaknya pusaka yang menjadi koleksinya, mulai dari batu-batuan, kayu-kayuan, Keris, tombak atau lafal atau rajah dalam bentuk lukisan. Dari kelompok batu-batuan, antara lain batu Merah Ruby dari Myanmar yang diikat dengan emas berlian yang sangat menawan. Konon dia juga menyimpan berlian yang berkekuatan 10 skala moch. Juga cincin dengan hiasan batu jamrud. Konon ada pula batu kalimaya atau opal dari daerah Banten juga Australia, Batu Amestis dari Kalimantan, kemudian Topas, dan Krisoberil atau mata kucing dari Brasil. Boleh dikata, bahwa hampir semua jenis batu-batuan berharga atau “Gemstone”-Precious stone atau batu mulia dimilki Soeharto.  Soal Keris Soeharto tidak hanya sebagai kolektor tapi juga orang yang sangat paham, kepakarannya dibidang ini harus diacungi jempol. Keris bagi dirinya tidak hanya sekedar Keris yang bermakna koleksi, namun sebagai piandel yang dapat membangkitkan energi untuk membangun kharismanya.
 
 Kyai Sengkelat salah satu koleksi Soeharto. Kanjeng Kiai Sengkelat adalah keris berlekuk 13, ciptaan Empu Supa Mandrangi di era Kerajaan Majapahit. Tuntunya kita dingatkan oleh cerita yang dikarang oleh SH Mintardja “Naga Sasra Sabuk Inten” tenyata pusaka ini juga dimiliki oleh Soeharto. Kiai Sabuk Inten, itulah julukan pusakanya. 
Tentunya masih dalam bilangan ratusan bila keris itu di candra satu persatu. Fungsi pusaka dari kayu-kayuan juga dijadikan perhatian oleh Soeharto, tuntunya yang memiliki daya ghaib. 


Asal kayu biasanya diambil dari tempat-tempat yang dianggap keramat seperti yang berasal dari makam leluhur, para wali atau karena langka. Memang terdapat kepercayaan yang mengatakan derajat tuah kayu tergantung dari tempat tumbuh, lingkungan dan tata cara pengambilannya. Kepakaran Soeharto dalam pusaka, diterjemahkan pula dengan nilai-nilai yang terkandung didalam pusaka itu sendiri. Kemudian nilai-nilai itu menjadikan sebuah ajaran [piwulang] dalam pola pikir pola laku, pola tindak beliau. Kendati kadang berbentuk misteri-misteri, namun secara eksoteris bisa juga di nalar. Soeharto rupanya berkeinginan untuk melestarikan Aspek Batin Pusaka. Inilah seharusnya yang mampu memicu kecerdasan emotional Soeharto]

benda pusaka Pak Harto






 





Semasa hidupnya, mantan Presiden Soeharto menyisakan banyak cerita. Salah satunya adalah cerita-cerita Soeharto mengoleksi benda-benda pusaka.

Dalam buku 'Misteri Pusaka-pusaka Soeharto' karya Ki Juru Bangunjiwo, dikupas mengenai jejak spiritual Soeharto. Rupanya, presiden kedua RI itu sangat mempercayai dunia kebatinan dan benda-benda pusaka.

Dalam perjalan hidupnya, Soeharto banyak menyimpan masa lalu penuh misteri. Terutama soal kecintaannya pada benda pusaka.

Selama 32 tahun berkuasa, Soeharto mengoleksi beragam pusaka, mulai dari yang berbentuk batu, kayu, lukisan, keris, tombak, dan aneka senjata tajam lainnya. Di antara sekian banyak koleksi pusakanya yang tak terbilang jumlahnya itu, keris adalah pusaka yang paling berarti bagi Soeharto.

Makna pusaka keris sebagai piyandel dan diwujudkan dalam sifat kandel. Piyandel artinya bahwa keris merupakan sebuah keyakinan akan sebuah harapan, doa, dan cita-cita yang ditorehkan dan disimpan untuk diteruskan kepada anak cucunya.

Soeharto juga meyakini, keris melambangkan pentingnya keprihatinan dalam kehidupan ini. Sehingga anugerah yang turun bukan untuk diri sendiri, tetapi bagi keturunannya.

Selain itu, di balik keris sebenarnya terkandung makna mendalam dan berguna bagi kehidupan. Soeharto yakin, pusaka keris berarti pula pengendalian diri. Dia memahaminya sebagai sarat ketenangan, halus, lambat dan sabar.

Keris juga menggambarkan pemiliknya tidak boleh tergesa-gesa dan memamerkan diri harta kekayaannya. Jangan sampai seseorang itu tahu kalau mempunyai kelebihan.

8 Mar 2014

Misteri Dibbuk, Kotak yang Mengandung Roh Jahat



Kotak dibbuk adalah sebuah wine cabinet, dimana menurut cerita rakyat Yahudi, dipercaya telah dihantui oleh sosok roh jahat yang dapat menghantui serta merenggut jiwa orang. Kisah dimulai pada bulan September 2001 lalu, saat seorang pembeli barang antik menghadiri sebuah acara lelang di Portland, Oregon.

Acara lelang ini diadakan untuk menjual barang-barang antik kepunyaan seorang wanita berumur 103 tahun, ketika itu cucunya memberitahu pembeli barang antik itu mengenai masa lalu neneknya saat orang itu membeli wine cabinet tersebut. Wanita Yahudi itu adalah satu-satunya anggota keluarganya yang berhasil bertahan hidup di kamp konsentrasi Nazi semasa Perang Dunia 2.

Saat ia berimigrasi ke Amerika Serikat, wine cabinet dan dua item lainnya adalah satu-satunya hal yang ia bawa bersamanya. Sang cucu kemudian menjelaskan bahwa neneknya selalu menyimpan kotak tersebut dan mengatakan bahwa itu seharusnya jangan pernah dibuka sebab mengandung roh yang berbahaya yang disebut dibbuk.

Dia juga meminta agar kotak itu dikuburkan bersamanya ketika ia mati nanti, namun karena hal itu melawan tradisi Yahudi, maka keluarganya tak melakukannya. Saat mendengar kisah itu, si pedagang barang antik pun berpikir untuk mengembalikan kotak itu. Akan tetapi anehnya, cucu wanita itu malah menghardiknya seraya berkata bahwa mereka telah membuat kesepakatan sehingga keputusannya tak bisa diganggu gugat lagi.

Mengetahui hal itu, akhirnya sang pedagang terpaksa membawa wine cabinet tersebut ke tokonya dan meletakkannya di ruang bawah tanah(basement). Tak lama setelah kejadian tersebut, Terjadilah hal-hal aneh dan menakutkan padanya. Si pemilik toko lantas mendapat komplain dari salah satu karyawannya yang mengatakan bahwa lampu toko terlihat menyala tanpa tahu siapa yang menghidupkan lampu itu, daun pintu toko dan gerbang keamanan juga kerap terkunci dengan sendirinya.

Dan puncaknya, karyawan toko itu mendengar suara mengerikan yang datang dari ruang bawah tanah(basement). Sesudah diselidiki, si pemilik toko dan karyawannya menemukan bau anyir yang datangnya entah dari mana, juga semua lampu di ruang bawah tanah terlihat pecah.


Si pemilik toko pun lalu menghadiahkan wine cabinet itu kepada mamanya. Tidak disangka, sang mama yang baru saja mendapat hadiah barang antik itu lantas terserang penyakit stroke.

Saat rumah sakit, sang mama terus menangis sambil mengucapkan "H.A.T.E G.I.F.T". Lalu dia berusaha untuk memberikan hadiah itu pada orang-orang yang dia kenal, namun benda itu selalu dikembalikan kepadanya dalam beberapa hari kemudian. Sebagian beralasan bahwa mereka tak menyukai kotak itu atau karena mereka merasa bahwa ada sesuatu yang aneh dari kotak tersebut.

Dan wanita itu pun mulai mendapatkan mimpi buruk yang berulang-ulang, anehnya lagi, seluruh anggota keluarganya yang tinggal di sekitar kotak tersebut, juga mengalami mimpi yang sama. Yang lebih aneh lagi, wanita itu juga sering melihat ada bayangan yang mondar-mandir di sekitarnya. Sesudah menyadari bahwa ada kejadian mistis yang menimpa keluarganya, si pemilik toko kemudian mencari informasi secara online dan tanpa sengaja tertidur di depan laptopnya.
Saat ia terbangun, dia merasa seperti ada sesuatu yang bernapas di tengkuknya, saat dia menengok ke belakang, dia melihat sesosok bayangan besar yang berlalu dari pandangannya dan berlari menyusuri lorong rumahnya. Dia lalu memutuskan untuk menjual barang antik itu di situs eBay, berbarengan dengan informasi rinci tentang apa yang telah terjadi pada dirinya semenjak mendapatkan kotak mistis tersebut. Adalah Jason Haxton, salah seorang kurator museum medis di Missouri, yang membeli kotak antik itu dari eBay.

Jason kemudian menulis sebuah buku yang menceritakan kisah-kisah aneh tentang kotak dibbuk yang dibelinya di eBay, dan pada tahun 2012 lalu, sebuah film horor diangkat dari ceritanya, yang di beri judul The Possession.

Misteri Pusaka-pusaka Soeharto

Soeharto
  • Jend. Besar TNI Purn. Haji Muhammad Soeharto, adalah Presiden Indonesia yang kedua, menggantikan Soekarno.
  • Lahir: 8 Juni 1921, Kemusuk, Indonesia

  • Partai: Partai Golongan Karya
  • Masa kepresidenan: 12 Maret 1967 – 21 Mei 1998

  • Semasa hidupnya, mantan Presiden Soeharto menyisakan banyak cerita. Salah satunya adalah cerita-cerita Soeharto mengoleksi benda-benda pusaka.


    Dalam buku 'Misteri Pusaka-pusaka Soeharto' karya Ki Juru Bangunjiwo, dikupas mengenai jejak spiritual Soeharto. Rupanya, presiden kedua RI itu sangat mempercayai dunia kebatinan dan benda-benda pusaka.

    Dalam perjalan hidupnya, Soeharto banyak menyimpan masa lalu penuh misteri. Terutama soal kecintaannya pada benda pusaka.

    Selama 32 tahun berkuasa, Soeharto mengoleksi beragam pusaka, mulai dari yang berbentuk batu, kayu, lukisan, keris, tombak, dan aneka senjata tajam lainnya. Di antara sekian banyak koleksi pusakanya yang tak terbilang jumlahnya itu, keris adalah pusaka yang paling berarti bagi Soeharto.

    Makna pusaka keris sebagai piyandel dan diwujudkan dalam sifat kandel. Piyandel artinya bahwa keris merupakan sebuah keyakinan akan sebuah harapan, doa, dan cita-cita yang ditorehkan dan disimpan untuk diteruskan kepada anak cucunya.

    Soeharto juga meyakini, keris melambangkan pentingnya keprihatinan dalam kehidupan ini. Sehingga anugerah yang turun bukan untuk diri sendiri, tetapi bagi keturunannya kelak.

    Selain itu, di balik keris sebenarnya terkandung makna mendalam dan berguna bagi kehidupan. Soeharto yakin, pusaka keris berarti pula pengendalian diri. Dia memahaminya sebagai sarat ketenangan, halus, lambat dan sabar.

    Keris juga menggambarkan pemiliknya tidak boleh tergesa-gesa dan memamerkan diri harta kekayaannya. Jangan sampai seseorang itu tahu kalau mempunyai kelebihan.

    soeharto putra mahkota soekarno

    by semarwarta
    suharto_03
    SOEHARTO PUTERA MAHKOTA SOEKARNO
    Indonesia sebagai suatu bangsa sebenarnya pernah mendapat anugerah surga. Hal itu terwujud karena di Bumi Nusantara ini pernah terlahir 2 tokoh besar yang hidup dalam jaman yang berkesinambungan. Yang satu menggantikan yang lainnya. Ke 2 tokoh tersebut adalah SOEKARNO dan SOEHARTO. Dalam satu abad kedepan saya tidak yakin Indonesia mendapat pengganti ke 2 tokoh besar tersebut.
    Berbicara hubungan antara Presiden Soekarno dan Jend. Soeharto, pikiran kita akan langsung tertaut pada peritiwa berdarah G30S PKI. Yang Nampak dalam pemikiran kita serta berbagai analisa selama ini adalah : JENDERAL SOEHARTO melakukan KUDETA terselubung atas Presiden SOEKARNO. Adakah yang pernah berfikir bahwasanya Jend. Soeharto adalah Kader Terbaik Presiden Soekarno, atau dalam bahasa Poltik kita menyebut : JENDERAL SOEHARTO PUTERA MAHKOTA PRESIDEN SOEKARNO.
    Untuk lebih menjelaskan permasalahan diatas maka kita harus kembali mengevaluasi Siapa Presiden Soekarno dan bagaimana faham Politik yang diyakini dan dijunjung tinggi oleh Soekarno sejak menginjakkan kaki dikancah Pergerakan Nasional.
    Presiden Soekarno menjunjung tinggi Nasionalisme, dan mengaplikasikan Faham Demokrasi dalam menjalankan Pemerintahan. Salah satiu inti dari pemerintahan yang menganut faham Demokrasi adalah : Jabatan Presiden bukan bersifat abadi. Tetapi terus bergulir dengan berpedoman pada suara dan aspirasi rakyat. Membaca penjelasan ini tentu akan mengundang pertanyaan : Mengapa Soekarno mengangkat dirinya sebagai Presiden seumur hidup , yang berarti pula bahwa Presiden Soekarno telah mengangkat dirinya sebagai Raja di Indonesia.
    Jawaban dari pertanyaan di atas adalah TIDAK. Sekali lagi TIDAK. Pengangkatan Presiden Soekarno sebagai Presiden seumur hidup adalah merupakan strategi politik Presiden Soekarno. Presiden Soekarno menyadari bahwa jabatan sebagai Presiden RI merupakan incaran beberapa tokoh, baik tokoh politik maupun tokoh militer. Dengan mengangkat diri sebagai Presiden seumur hidup, Presiden Soekarno berharap dapat membunuh harapan orang-orang yang mengincar kursi Kepresidenan. Presiden Soekarno membutuhkan waktu untuk menggodok PUTRA MAHKOTA hingga siap menerima tongkat komando sebagai Presiden RI.
    Kita semua tahu bahwa Presiden Soekarno sejak masih muda sudah keranjingan untuk belajar berbagai teori politik yang ada. Dan salah satu teori politik yang sedikit mempengaruhi pola pikir Presiden Soekarno adalah teori Komunis. Hal ini bukan sebagai bukti bahwa dia Komunis. Presiden Soekarno tetap Nasionalis. Salah satu strategi Komunis yang digunakan Presiden Soekarno adalah menutup rapat rahasia siapa sebenarnya Putra Mahkota yang tengah dipersiapkan untuk menerima Komando Presiden RI ke 2.
    Keberadaan Putera Mahkota hanya di ketahui oleh SEGITIGA EMAS, yakni Presiden Soekarno, Jend. Soeharto dan Letkol Untung. Penempatan Letkol Untung selaku salah satu Komandan Pasukan Cakra Bhirawa adalah hasil kesepakatan Segitiga Emas. Dalam hal ini Letkol Untung berfungsi sebagai pelindung Presiden Soekarno dan penghubung antara Presiden Soekarno dan Jend. Soeharto. Yang tentu saja semua itu dilakukan secara diam-diam. (Operasi Intelijen). Dengan kata lain Letkol Untung merupakan JEMBATAN EMAS antara RAJA & PUTERA MAHKOTA. Kedekatan Untung dengan Jend. Soeharto diawali saat Jend. Soeharto menjabat Pangdam Diponegoro. Dan atas perintah Presiden Soekarno Lekol Untung mendampingi Jenderal Soeharto dalam Operasi Mandala. Tugas utamanya adalah menyelamatkan sang Putera Mahkota apabila terjadi kondisi darurat.
    Setelah selayang pandang kita tampilkan hubungan Segitiga Emas dalam rencana Suksesi Nasional, maka sebagian kita pasti bertanya : Dimana posisi PKI dalam proses alih generasi ini.
    PKI mendapat dukungan kuat dari RRC, hal ini membuat Partai ini sempat melambung di kancah Politik Nasional. Kekuatan dukungan dari RRC ini membuat Presiden Soekarno tidak gegabah dalam menghadapi PKI. Tapi kita semua tahu bahwasanya Presiden Soekarno adalah seorang Muslim yang taat menjalankan ibadah agamanya. Dalam hal Keagamaan Presiden Soekarno berfaham Muhammadiyah. Dengan dasar sebagai muslim yang taat ini sebenarnya Presiden Soekarno tidak menginginkan keberadaan Partai Komunis di Indonesia. Dalam suatu percakapan dengan beberapa tokoh Nasionalis Presiden Soekarno mengatakan Aku sekarang sedang Fokus dalam konfrontasi dengan Malaysia. Masalah PKI nanti akan tiba waktunya
    Menghadapi kondisi yang serba sulit ini maka Presiden Soekarno dan Jend. Soeharto mengatur strategi agar dapat menghancurkan Partai Komunis dengan cara MELEMPAR BOLA API LALU BAKAR. Atau dengan kata lain MENGGIRING PARTAI KOMUNIS UNTUK MENGGALI KUBUR SENDIRI. Suatu operasi Intelijen besar yang tumbuh dari 2 jenius Indonesia.
    Fakta-fakta dibawah ini akan menambah keyakinan kita bagaimana sebenarnya hubungan antara Presiden Soekarno dan Jenderal Soeharto.
    1. Saat Jenderal Soeharto di adili untuk kasus penyelindupan peralatan tempur TNI AD, Presiden Soekarno memerintahkan menghentingan proses hukum yang tengah berjalan. Hal ini menimbulkan kekecewaan dan pertanyaan besar bagi para Perwira yang menangani kasus tersebut.
    2. Jenderal Soeharto tidak masuk dalam daftar KANDIDAT calon Pangdam Diponegoro. Tetapi karena campur tangan Presiden Soekarno selaku Panglima tertinggi ABRI maka jabatan Pangdam Diponegoro di serahkan kepada Jenderal Soeharto.
    3. Pengangkatan Jenderal Soeharto sebagai PANGKOSTRAD juga tak lepas dari peran Presiden Soekarno. Presiden Soekarno memahami bahwa jabatan Pangkostrad merupakan jabatan Strategis di lingkungan TNI AD. Maka hanya seorang Putera Mahkota yang berhak mendudukinya.
    4. Rencana pengangkatan Jenderal Pranoto sebagai pengendali sementara TNI AD pasca terjadinya G30S PKI hanya sebuah sandiwara. Pada kenyataannya Jenderal Soeharto lah yang menduduki jabatan tersebut. Sandiwara perlu dilakukan untuk menutup kedekatan Presiden Soekarno dan Jenderal Soeharto.
    5. Tidak tercantumnya nama Jend. Soeharto dari daftar Jenderal yang di culik pada peristiwa G30S PKI pada awalnya menjadi sebuah misteri besar. Secara logika apabila operasi tersebut di tujukan untuk melenyapkan Jenderal yang berposisi strategis di lingkungan TNI AD , maka sebagai Pangkostrad seharusnya menduduki daftar teratas setelah Jenderal A. Yani. Tetapi bila kita lihat bahwa komandan operasi tersebut bagian dari Segitiga Emas maka wajar jika Jendral Soeharto tidak termasuk di dalamnya. Dan bila kita lebih jeli melihat nama para korban penculikan, Nampak disana sederet nama yang pernah terlibat dalam pengusutan Jend. Soeharto dalam kasus penyelundupan peralatan tempur TNI AD. Dan mereka mencium bau kurang sedap tentang kedekatan Jend. Soeharto dan Presiden Soekarno. Jadi pada dasarnya penculikan bebrapa Jenderal di jajaran TNI AD tersebut lebih terfokus untuk menghapus jejak adanya Putera Mahkota Presiden Soekarno.
    6. Pemberian SUPERSEMAR dari Presiden Soekarno kepada Jend. Soeharto merupakan titik puncak rencana Presiden Soekarno dan Jend. Soeharto untuk melenyapkan PKI dari Indonesia. Dan hal ini dipandang oleh dunia luar sebagai dampak percobaan Kudeta yang dilakukan oleh PKI dengan bantuan beberapa Jenderal TNI AD yang tergabung dalam Dewan Jenderal. Dan tugas penumpasan PKI dianggap sebagai tugas yang sangat besar, sehingga hanya layak dilakukan oleh seorang Putera Mahkota. Dalam hal ini Jenderal Soeharto. Jelas Nampak disini bahwasanya pemberian SUPER SEMAR bukan bersifat paksaan apalagi dibawah todongan senjata Basuki Rahmat, dan M. Yusup, seperti kabar yang beredar saat ini. Perlu diingat bahwa Pemberian Super Semar dilakukan oleh Presiden Soekarno saat dia masih menjabat Presiden RI/Pemimpin Besar Revolusi dan Panglima Tertinggi ABRI. Dengan Jabatan tersebut alangkah mudahnya Presiden Soekarno menggunakan kekuatan TNI AU, TNI AL dan POLRI untuk menghancurkan kekuatan Jenderal Soeharto, serta menghukum gantung Basuki Rahmat dan M.Yusup, atas kelancangannya mengancam seorang Presiden.
    Proses Suksesi kepemimpinan Nasional mulai bergulir. Dengan Super Semar di tangan perlahan Jenderal Soeharto menerima tongkat estafet kepemimpinan nasional.
    Dan pada posisi inilah sejarah berputar 180 derajat. Tanpa diduga sebelumnya, CIA melancarkan operasi anti Soekarno. Berbagai elemen masyarakat dimasuki oleh CIA. Sehingga dalam waktu singkat berkobarlah api anti Soekarno. Para Mahasiswa juga ambil bagian dalam gerakan anti Soekarno. Dalam situasi ini, siapapun yang dipandang memiliki hubungan dekat dengan Presiden Soekarno akan di hancurkan.
    Kondisi yang sangat sulit ini menyebabkan Jenderal Soeharto segera merubah strategi yang dijalankan. Dari seorang Putera Mahkota berbalik berdiri di belakang Mahasiswa mengobarkan api anti Soekarno. Sehingga dalam waktu singkat Jenderal Soeharto berhasil mendapat simpati elemen masyarakat , mahasiswa dan CIA. Mereka menganggap Jenderal Soeharto sebagai calon pemimpin masa depan dan layak mendapat dukungan.
    Ganjalan satu-satunya tinggal Letkol Untung , hanya dia yang tahu bahwa Jenderal Soeharto merupakan Putera Mahkota Presiden Soekarno. Sebelum semuanya terbongkar, maka disingkirkanlah Letkol Untung oleh Jenderal Soeharto. Disini nampak bahwa pembunuhan Letkol Untung bukan karena menjadi Komandan Penculikan Jenderal Angkatan Darat, tetapi karena Letkol Untung mengetehui siapa sebenarnya Jenderal Soeharto.
    Untuk lebih meyakinkan perannya sebagai Jenderal yang anti Soekarno, maka mulailah Jenderal Soeharto melakukan terror kepada Presiden Soekarno dan keluarganya serta para pengikut setia Presiden Soekarno.
    Bukan suatu hal yang aneh apabila dokumen bersejarah Super Semar yanga asli sampai saat ini tidak ditemukan. Karena susunan kata yang ada dalam Super Semar yang asli, Presiden Soekarno mulai mengungkapkan tentang keberadaan Putera Mahkota. Dan apabila hal ini sampai di ketahui kalangan luar, maka Jenderal Soeharto lah yang akan di buru oleh berbagai elemen masyarakat. Karena ternyata Jenderal Soeharto lah orang yang paling dekat dengan Presiden Soekarno.
    Puncak pertanyaan besar dalam permasalahan diatas adalah : Mengapa Presiden Soekarno membiarkan dirinya menjadi korban arus Revolusi . Jawabannya adalah Presiden Soekarno tidak sepenuhnya merasa kalah. Walau kenyataan pahit yang harus di telannya, tetapi paling tidak Presiden Soekarno merasa puas karena Putera Mahkota nya berhasil menjadi Presiden RI ke 2 menggantikannya.

    7 Mar 2014

    Kisah Misteri Teman Khayalan




    Pernah melihat anak-anak sering berbicara sendiri? Itulah saat mereka berimajinasi punya teman khayalan. Hal ini tampak wajar sebagai sesi tumbuh-kembang si anak.
    Yang sering jadi persoalan, ketika berkembang cerita adanya teman khayalan yang sebenarnya sosok penuh misteri, hingga muncullah legenda urban seperti "Candy Man" dan lain-lain yang menunjukkan bahwa "teman" yang diajak bicara oleh si anak adalah sosok roh, atau hantu yang tidak bisa dilihat oleh orang dewasa.

    Quote:
    Benar atau tidak tentu masih jadi misteri. Sama seperti kisah-kisah di bawah ini.
    Teman khayalan itu sangat nyata sehingga terkadang harus mendapatkan tempat makan di meja, menggunakan sabuk pengaman di mobil dan diberikan kesempatan untuk berbicara pada pertemuan keluarga yang sama dengannya.

    “Biasanya teman khayalan ini memiliki nama yang diciptakannya sendiri. Nama tersebut bisa diambil dari nama yang familiar. Teman khayalan mungkin saja dialami anak-anak untuk beberapa waktu,” terang Laura.

    Terkadang teman khayalan pada anak, dapat bertindak sebagai orang yang disalahkan atau alter ego. Bisa juga anak menyalahkan temannya itu atas mainan yang hilang atau ketika dia mengatakan kata-kata yang dilarang.

    “Yang perlu diingat, terkadang teman khayalan merupakan teman bermain yang menyenangkan,” tegas Laura.

    Penelitian yang dilakukan oleh Marjorie Taylor dari Fakultas Psikologi University of Oregon dan Stephanie M. Carlson dari Fakultas Psikologi University of Washington menyimpulkan, dua dari tiga anak usia tujuh tahun pernah memiliki setidaknya satu teman khayalan.

    Ternyata teman khayalan tidak hanya muncul pada anak usia 3-4 tahun, namun juga hingga anak-anak mencapai usia sekolah.

    Quote:
    “Ketika kami memulai penelitian ini sekitar 10 tahun yang lalu, kami memperkirakan hanya sekitar satu dari tiga anak usia prasekolah yang memiliki teman khayalan,” ujar Taylor dalam artikelnya The Characteristics and Correlates of Fantasy in School-Age Children: Imaginary Companions, Impersonation, and Social Understanding.
    Awalnya, tujuan penelitian yang dilakukan Taylor dan Carlson yaitu untuk mempelajari hingga beberapa tahun kemudian, bagaimana teman khayalan tersebut mempengaruhi kehidupan sang anak.

    Anak-anak mengakui bahwa beberapa teman khayalan mereka kadang-kadang juga berlaku tidak baik dan mengganggu. Bahkan, memukul mereka atau tidak mau pergi ketika anak-anak tersebut sedang membaca. Cepat atau lambat, anak-anak menyadari bahwa teman-teman khayalannya tidak nyata.

    Carlson menuturkan, beberapa anak yang ikut dalam penelitian sempat mengajaknya bicara secara pribadi dan berkata “Anda tahu bahwa ini hanya pura-pura kan?”.

    Clinical Assistant Professor New York University, School of Medicine Anita Gurian PhD menjelaskan, untuk para orangtua yang melihat anaknya memiliki teman khayalan untuk memperhatikan lebih lanjut. Lihat intensitas dan durasi dari hubungan anak dengan teman khayalannya.

    “Orangtua harus mulai khawatir jika anak-anak menghindari interaksi dengan anak-anak lain dan lebih memilih bermain dengan teman khayalannya. Kemungkinan, anak sedang mengalami tekanan psikologis,” kata Anita.

    Orangtua juga harus waspada jika anak hanya terfokus pada kehadiran teman khayalannya tersebut. Orangtua dapat meminta bantuan dari konsultan professional untuk mengetahui apakah anak memiliki ketegangan pada alam bawah sadar.

    “Secara umum, seorang teman khayalan adalah sebuah tanda anak sedang berhadapan dengan hal kompleks, ketika dia sedang berusaha berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya. Jangan merendahkan hubungan anak dengan teman khayalan tapi jangan terlalu terlibat,” saran Anita kepada para orangtua.

    5 Mar 2014

    Gunung tempat tinggal roh halus

    Bagi kebanyakan orang puncak gunung yang senantiasa tersapu angin dan terpencil tetap dianggap sebagai tempat angker. Lengkingan suara gas yang keluar dari gunung berapi sering dianggap sebagai suara roh-roh yang menderita karena penyiksaan yang luar biasa.
    Pada saat cuaca cerah, hanya sedikit tempat di Jawa yang gunungnya tidak dapat dilihat. Para penjelajah lautan dulu mengenali pulau Jawa dari gunung-gunungnya. Semua gunung yang ada berupa gunung berapi, meskipun beberapa diantaranya sudah tua. Pada masa penjelajahan dunia yang pertama Sir Frances Drake ketika melihat Gn.Slamet segera mengarahkan perahunya dan berlabuh di Cilacap. Sebelum agama Hindu masuk ke pulau Jawa, puncak-puncak pegunungan yang tertutup hutan dianggap sebagi tempat kediaman para Dewa dan tempat bersemayam roh-roh orang mati. Menarik sekali bahwa Gn.Semeru, pusat dari "kosmos-hindu" dipercaya sebagai sebuah gunung tinggi yang dikelilingi oleh empat atau delapan gunung lainnya yang yang memiliki puncak lebih rendah. Bentuk gunung Penanggungan, di sebelah selatan kota Surabaya, dahulu memiliki bentuk menyerupai deskripsi tersebut. Berlusin-lusin candi, kuil dan tempat-tempat suci lainnya dibangun disini, 81 diantaranya masih dapat dikenali. Lebih dari seribu tahun yang lalu pengaruh agama Budha kemudian Hindu di Jawa saling bercampur dan memperkuat satu sama lain, membangun kepercayaan mula-mula tentang adanya Dewa-Dewa penguasa alam, roh-roh, hantu, setan, bidadari, dan para mahluk halus (lelembut). Di tempat yang subur mendukung terpenuhinya perlengkapan candi, tempat-tempat suci, kependetaan, dan upacara-upacara. Candi sering ditempatkan dilokasi yang menurut adat istiadat dianggap suci misalnya di gunung. Sejak itu gunung-gunung sering didaki oleh para pejiarah-pejiarah Hindu. Beberapa patung di tempatkan di puncak Gn.Salak, Gn.Malabar, tempat penyembahan di Gn.Argapura, sejumlah candi di bangun di Gn.Penanggungan. Masyarakat Jawa menganggap laut sebagai tempat yang "Jahat", terutama laut selatan berada dibawah kekuasaan seorang Ratu-Roh yang sangat berkuasa Nyai Roro Kidul, yang juga sebagai perwujudan "Dewi Laut" dalam kepercayaan Hindu. Orang yang tenggelam di laut selatan dipercaya bahwa mereka dijadikan hamba dalam kerajaannya. Hutan dipandang sebagi tempat yang gelap yang dihuni oleh makhluk halus, jembalang, jin, peri, gendruwo, wewe, dan tukang sihir, yang dapat menimbulkan sakit bagi yang sering menjelajah hutan. Segala gangguan terhadap makrokosmos dapat mempengaruhi kesehatan dan kesejahteraan umat manusia. Hutan juga dipandang sebagai tempat kediaman manusia bijaksana yang menyepi dan hidup sebagai pertapa. Banyak kaum bangsawan pemberani datang meminta nasehat dan berlatih meditasi dari mereka. Gua-gua dalam hutan digunakan untuk meditasi dan berdoa. Orang yang berani memasuki hutan dianggap sebagai seorang pemberani atau sinting. Rasa takut telah melindungi beberapa hutan dari gangguan manusia, diantaranya hutan-hutan di Gn.Halimun yang angker, Gn.Slamet yang angker, Gn.Penanggungan yang suci, dan Gn.Batukuha, dibandingkan hutan lainnya yang tidak dianggap angker. Hutan di Gn.Pancar di dekat Citeureup-Bogor dibiarkan tidak terganggu karena adanya pemakaman suci, sehingga sekarang masih dihuni 60 jenis burung dan sekelompok lutung Jawa. Perasaan ngeri dan takut berada di tengah hutan adalah sesuatu yang alami. Apalagi dengan berbagai kepercayaan tradisional, tetapi bisa juga disebabkan oleh rasa hormat terhadap suasana lingkungan yang liar, yang berkembang menjadi penghargaan dan perhatian terhadap lingkungan. Banyak penduduk kota yang berpengatahuan, mengatakan bahwa mereka tidak percaya pada dunia roh dan upacara-upacara tradisional seperti pemberian sesajen untuk roh-roh penjaga ditempat suci/angker sudah mulai berkurang. Sangatlah keliru bila kita menganggap rendah nilai penting spiritual tradisional yang dipercaya sebagian masyarakat Jawa dan Bali. Sesajen dalam bentuk kemenyan, bunga, makanan dapat ditemukan di gunung-gunung, terutama gunung yang memiliki arti mistik tertentu. Masyarakat sekitar gunung Merapi pun masih sering mengadakan upacara pemberian sesaji untuk Gn.Merapi. Upacara Yadnya Kasada oleh masyarakat tengger, yakni pemberian korban sesaji untuk Gn.Bromo. Masyarakat Jawa yang beragama Islam maupun Kristenpun masih tersusupi berbagai kepercayaan kebatinan tradisional. Pengaruh Hindu juga masih dapat ditemukan dalam berbagai hal, seperti nasi gunungan (nasi tumpeng) yang melambangkan Gunung Mahameru. Panembahan Senopati yang muslim pendiri kerajaan Mataram memperoleh kemenangan dalam perang di Prambanan melawan kerajaan Pajang, dengan memohon bantuan Nyai Roro Kidul dan Jin penguasa gunung Merapi yang meletus menewaskan pasukan Pajang. Sejak jaman dahulu gunung begitu dihormati dan dianggap suci , sudah selayaknya kita pun para pendaki menghormati gunung, pohon, alam, angin, sungai, batu, hutan, binatang dan segala ekosistem yang ada di gunung. Begitu juga dengan pantangan-pantangan yang dipercaya masyarakat setempat harus kita hormati. Penghormatan kita kepada alam, setidaknya dengan tidak merusak atau mencemari agar tidak kuwalat.

    Sargede

    Petilasan Panembahan SenopatiKotagede yang sering disebut juga Sargede terletak kurang lebih lima kilometer di sebelah tenggara Yogyakarta. Di kawasan ini wisatawan dapat mengunjungi makam Raja-raja Mataram seperti Sutowijoyo atau Ngabei Loring Pasar, pendiri Kerajaan Mataram yang kemudian digelari Panembahan Senopati.
            Ada juga makam yang unik dari Ki Ageng Mangir, yaitu menantu dan sekaligus musuh Panembahan Senopati. Jasadnya dimakamkan diluar kompleks. Seratus meter dari makam terdapat sebuah batu yang disebut ‘Watu Gilang’, yaitu batu yang digunakan oleh Panembahan Senopati untuk menghantam kepala Ki Ageng Mangir hingga tewas. Bagi yang ingin masuk ke dalam makam harus mengenakan pakaian tradisional yang dapat disewa di tempat itu juga. Makam Raja-raja di Kotagede dibuka setiap hari Senin jam 10.00 sampai 12.00, dan hari Jumat. Di sana terdapat gerbang yang anggun, kolam yang penuh dengan Clarius Melanodermas dan kura-kura kuning yang telah berumur ratusan tahun, masyarakat meyakini bahwa kura-kura tersebut ajaib dan keramat Kompleks makam berada dalam lingkungan pagar tembok berbahan batu putih dan batu bata. Kompleks makam terbagi dalam 3 bagian, yaitu Masjid, makam dan sendang. Masjid terletak di bagian Timur, makam di bagian Barat dan sendang di bagian Barat Daya. 
              Ketiga bagian tersebut dibatasi oleh pagar tembok dan dihubungkan dengan gapura. Pada halaman pertama ini terdapat prasasti yang berbunyi: Kanjeng Panembahan Senopati, Bertahta Kerajaan Mataram, Tahun Djinawal : 1509 Tahun Masehi : 1579, Kubur Kotagede Selain itu juga terdapat bangunan yang disebut dengan Bangsal Duda dengan. Halaman Kedua, di halaman ini terdapat 4 buah bangunan, yaitu bangunan di sudut Tenggara, Timur laut, Barat laut dan Barat Daya. Halaman Ketiga, terdapat bangunan utama yang terdiri dari 3 buah bangunan yang disebut Bangsal Prabayaksa, Bangsal Witana dan Bangsal Tajug. Bangsal Prabayaksa merupakan bangunan berdinding tembok di dalam bangsal ini terdapat 72 makam yang dibuat dengan bahan marmer berwarna putih, yaitu antara lain makam Panembahan Senopati, Sultan Sedo Krapyak, Sultan Sepuh, Pangeran adipati Pakualam I, ki Ageng Mangir, PA II, PA III, dan PA IV Khusus untuk makam Ki Ageng Mangir, sebagian berada di luar bangunan dan sebagian berada di dalam bangunan. angsal Witana, di dalam bangsal witana ini terdapat 4 buah makam dari bahan marmer, yaitu makam Ki Ageng Pemanahan dan Ki Ageng Juru Mertani. Bangsal Tajug, di dalam bangunan terdapat 3 buah makam, yaitu makam Nyai Ageng Nis, Pangeran Jayaprana dan Datuk Palembang. Selain bangunan utama terdapat bangunan cungkup yang lain dengan ukuran yang lebih kecil, yang berada di sebelah Timur bangunan utama. Cungkup tersebut berisi makam-makam keturunan Pangeran Pakualam I Terletak di Desa Jagalan, Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantu tepatnya di sebelah Selatan Pasar Kotagede.

    1 Mar 2014

    FILOSOFI KERIS

    1)Keris mengajarkan kita buat menyimpan atau mengesampingkan ego dan amarah. Kita tentu sering melihat bahwa pada waktu kita jagongan temanten,atau bhkn temanten sendiri atau bahkan keluarga keraton dan para abdi dalem dalam mengenakan pusaka diletakkan dibelakang punggung,ini dimaksudkan secara tersirat dan tersurat dalam ajaran leluhur kita,bahwa agar kita dalam hal berfikir,berpendapat dan bertindak diharapkan dapat lebih momong,bijaksana,serta perlunya menjaga akhlak dan tepo seliro kita terhadap sesama. Karena dengan menaruh dibelakang posisi keris diharapkan kita membelakangkan emosi,ego,amarah dalam serawung,pertemanan ataupun persahabatan baik didunia nyata maupun dunia maya. Tapi tetap dengan menunjukkan ketegasan dan kesantunan juga keberanian pada tempatnya dan pada saatnya. Dan ini menunjukkan bahwa kita memiliki dan mengedepankan etika,estetika dalam pergaulan,membuat perasaan nyaman bagi rekan2 di sekitar kita.

    2) Keris dan warangka sebagai filosofi dimensi spiritual. Dan bila kita sudah berbicara keris maka tentu kita tdk luput buat membicarakan warangka/sarung dari keris tsbt.  Hubungan keris dengan sarungnya secara khusus oleh masyarakat kita khususnya Jawa diartikan secara filosofis sebagai hubungan yang cukup sinergis, menyatu untuk mencapai tatanan kehidupan dunia yang harmonisan. Maka lahirlah filosofi “manunggaling kawula-Gusti”, dekat dan bersatunya hamba dengan rajanya,dekat dan  bersatunya insan kamil dengan Sang Penciptanya, bersatunya rakyat dengan pemimpinnya, sehingga kehidupan selalu aman damai, tentram, bahagia, sehat sejahtera. Karena masing sudah mengetahui tugas dan kewajibannya. Dimana manusia, selain saling hormat menghormati,tepo seliro,mawas diri antara yang satu dengan yang lainnya, juga harus tahu diri untuk berkarya sesuai dengan porsi dan fungsinya masing-masing secara benar dan bertanggung jawab.

    3) Keris sendiri dalam kultur Jawa dipandang dan diperlakukan sebagai simbol dan juga status bagi pemiliknya. Hampir setiap keluarga aristokrat Jawa, dapat dipastikan mereka memiliki keris pusaka keluarga, yang memiliki keampuhan-keampuhan yang khas atau keistimewaan khusus dalam dapur,ricikan,maupun katiyasan atau sabda doanya.

    4)Keris juga kita akui sebagai bentuk senjata. Menurut Lord Abberton of Eaton, keris pertama diciptakan oleh Raden Panji Inukertapati. Bentuk keris pada relief candi penataran berbeda dengan bentuk keris yang biasa kita jumpai, hal ini dikarenakan penyesuaian dengan perkembangan zaman. Namun corak dan gayanya menandakan sebagai senjata tikam. Dan dalam cerita purwacarita jaman pewayangan,empu yang pertama kali menciptakan keris adalah empu Ramahadi dengan tiga buah pusaka belum memakai gelar kyai tapi masih asli originalnya jadi menggunakan nama sang,3 buah karya empu ramahadi adalah sang lar ngatap,sang pasopati dan sang cundrik arum.

    5) Keris dianggap sebagai peninggalan berharga dan istimewa atau bisa dianggap sebagai pusaka wasiat. Dan ini terbukti lo kangmas mbakyu,coba diingat2 kita pasti sering mendengar,apabila seseorang(orang tua kita,kakek nenek kita atau eyang eyang kita) akan tiba ajalnya atau jauh hari sebelumnya, banyak yang sudah mewasiatkan sesuatu peninggalan yang dianggap berharga semisal tanah, sawah maupun rumah, begitu pula sebilah keris, sesuatu yang paling membanggakan jika pewarisnya diberi kepercayaan untuk memeliharanya. Dan biasanya untuk pusaka2 tertentu akan dipilih keturunannya yg sekiranya orgnya sdh mantap dan matang secara lahir dan batin,agar dapat dimanfaatkan dan disimpan sebagaimana mestinya. 

    6). Keris sebagai lambang identitas pribadi. Sebilah keris erat kaitannya dengan identitas seseorang,terutama dalam cerita,hikayat maupun sejarah. Sebagai contoh keris empu gandring adalah kerisnya ken arok,keris naga sasra sabuk inten kerisnya mahesa jenar, keris  jaka piturun sebagai tanda Sultan di Yogyakarta, keris Kyai Setan Kober dengan Arya Penangsang, keris Kyai Pulanggeni dengan Raden Harjuna, tombak Kyai Baru dengan Ki Ageng Mangir,keris kyai carubuk kepunyaan kanjeng sunan kalijaga,keris gajah dompu adlh keris kepunyaan raja2 sisingamangaraja dan masih banyak tokoh-tokoh lain dalam legenda,cerita,hikayat,sejarah negeri ini dgn keris sebagai identitas pribadi. 

    7) Keris marupakan manifestasi doa dan sabda. Dalam dunia tosan aji, manusia Jawa merumuskan doa yang diwujudkan dalam sebentuk pusaka keris. Doa itu dilantunkan dalam laku, mulai tapa, matiraga, tapa bisu, dan lainnya. “Jadi keris sesungguhnya dalam filosofinya sebagai media untuk mengantarkan sugesti dari doa. Cita-cita dan harapan manusia Jawa dimantramkan dan disimpan dalam keris,seolah olah sang empu merekam dan menanam sabda dan doanya dalam sebilah keris. Yang dimana keris tsbt tidak jarang mjd sebuah keyakinan dan buku hidup. 

    8)Wujud keris yang lurus maupun ber-luk memiliki makna masing2,keris (berlekuk) adalah simbol kebijaksanaan,dimana bila kita hidup maka kita harus menghindari hal2 yg buruk yg bertentangan dgn hukum negara,hukum adat dan hukum ketuhanan. sedangkan keris lurus adalah simbol keteguhan prinsip,apbl kita melangkah harus mantap dan lurus dalam fikiran,perkataan dan perbuatan. Kebijaksanaan dan tekad itu harus seimbang dan akhirnya bermuara ke atas (Tuhan). Karena itu, keris ujungnya lancip,” Dan secara singkatnya,masing2 luk melambangkan filosofi sbb : Keris Lurus melambangkan kepercayaan diri dan mental yang kuat.
    Keris Luk 3 melambangkan keberhasilan cita-cita.
    Keris Luk 5 melambangkan : dicintai oleh banyak orang.
    Keris Luk 7 melambangkan kewibawaan.
    Keris Luk 9 melambangkan kewibawaan, kharisme dan kepempiminan.
    Keris Luk 11 melambangkan kemampuan untuk mencapai pangkat tinggi.
    Keris Luk 13 melambangkan : kehidupan stabil dan tenang.


    9). Keris sebagai lambang kemapanan hidup. Bagi seorang lelaki masyarakat Jawa, hidupnya akan dikatakan paripurna/mapan/sempurna, jika telah memiliki hal2 sbb: Wisma/rumah, Wanita/istri, Turangga/kendaraan, Kukila/hewan piaraan, dan Curiga/keris. Dan kolektor  keris rata2 orangnya boleh dibilang ada budget yg bisa dianggarkan buat pemaharan pusaka2 tsbt bahakan bial diseriusi maka biaya perawatan juga perlu alokasi dana pada waktu tertentu.

    10). Keris sebagai lambang status sosial. Ini bisa kita lihat pada gambar dari ukiran-tangkai keris yang mempunyai wanda atau istilah keren sekarang sebagai profil atau screen saver atau chasing, misalnya: samba keplayu, maraseba, mangkurat, yudawinatan, longok, pakubuwanan, pakucumbring dan lainnya, dimana profil tersebut disesuaikan dengan kepribadian dan kedudukan sosial sang pemakai. Begitu pula dari warna pendok kemalon: merah untuk para sentana-minimal para bupati, hijau untuk para mantri, coklat untuk para bekel, hitam untuk para abdi dalem tingkat biasa (mohon dikoreksi apabila pendapat ini keliru).

    11). Keris sebagai tanda jasa/satya lencana/penghormatan pengakuan terhadap orang atau keahlian tertentu. Dalam dunia perkerisan, kita mengenal keris berganja kinatah gajah singa, keris ini merupakan satya lencana yang diberikan kepada para perwira/prajurit Mataram yang telah berjasa menumpas pemberontakan kadipaten pati atas kerajaan Mataram (Sultan Agung). Dan ada keris diatas luk 13,krn idealnya dan umumnya keris maximal adlh13,tp ternyata ada luk 15,17,19,21,25,27,29,31 bahkan dengar2 ada luk 37 dan luk 41. Luk diatas 13 tsbt diberikan sebagai penghargaan dan penghormatan kepada org2 yg memiliki ke ahlian khusus dalam lingkungan istana,msl ahli tari,ahli ukir,ahli pengobatan/tabib dsb.


    12). Keris sebagai atribut duta. Sewaktu resepsi pernikahan Pangeran Bernard dengan Putri Juliana dari negeri Belanda, Raja Paku Buwana X (Surakarta) mengutus puteranya G.P.H Suryohamidjojo agar menghadiri resepsi tersebut, maka sang putera diberi izin memakai keris Kanjeng Kyai Pakumpulan. Atau pada jaman dahulu pernikahan dianggap sah,bila laki2 berhalalangan hadir cukup memasrahkan pusakanya sebagai wakil dirinya dalam acara resepsi pernikahan tsbt. Dan itu dianggap sah karena sdh terwakilkan oleh pusaka/ageman pribadi tsbt.


    13). Keris sebagai lambang persahabatan. Pada zaman dahulu, tanda mata yang paling tinggi martabatnya adalah keris, ini dibuktikan dengan istilah “kancing gelung” atau “cundhuk ukel” yaitu pemberian sebilah keris lengkap dari orang tua kepada anak perempuannya yang baru saja menikah, yang pada akhirnya tanggung jawab pemeliharaan keris tersebut dipegang menantu lelaki. Sering kita dengar bahwa raja2 nusantara  memberikan keris dgn garap yg indah dan cukup mewah kepada raja2 lainnya. Misal keris taming sari kepunyaan hang tuah adlh beliau peroleh dr sang taming sari utusan raja majapahit. Kmdn raja solo pernah memberikan pusakanya tombak kepada pangeran diponegoro sebagai bentuk dukungan kepada pangeran diponegoro atas perjuangandan perlawanan beliau thdp penjajajah belanda.  Keris Si Ginje adalah keris kesultanan jambi yg dlm kisah sejarah mrpkn tanda persahabatan dr  sultan agung hanyakrakusuma.


    14). Keris sebagai falsafah. Bentuk dhapur dan corak pamor yang beraneka ragam memiliki nilai falsafah, dhapur brojol= penggapaian cita-cita, pamor pedaringan kebak= harapan sukses akan material, dan lain sebagainya. Luk 11,contoh Dapur Sabuk Inten, merupakan salah satu dapur keris yang melambangkan kemakmuran dan atau kemewahan. Dari aspek filosofi, dapur Sabuk Inten melambangkan kemegahan dan kemewahan yang dimiliki oleh para pemilik modal, pengusaha, atau pedagang pada zaman dahulu.
    Luk 13,contoh Dapur Sengkelat mengandung makna nyala (kehidupan) hati, maksudnya adalah perilaku yang luhur, dimana setiap siang dan malam kita selalu waspada dalam keadaan apapun. Dan juga keris2 yg lain memiliki makna dan filosofi masing2.

    16). Keris sebagai medium sengkalan(chronogram). Terkenal istilah sirna ilang kertaning bumi (sirna=0, ilang=0, kerta=4, bumi=1), sengkalan tersebut menggambarkan tahun 1400 saka, begitupula ganja berkinatah gajah singa= gajah singa keris siji= berarti tahun 1558 saka, tahun runtuhnya kadipaten Pati oleh prajurit Mataram. 

    15). Keris sebagai pelengkap busana. Ini sering dijumpai pada saat resepsi pernikahan umpamanya, sehingga kita dengar istilah disengkelit, dianggar dan lainnya yang kesemuanya ditentukan oleh macam upacara yang akan diikuti.

    16). Keris sebagai medium. Medium= media perantara, Keris pusaka dianggap mempunyai angsar/ kekuatan untuk memperlancar komunikasi dua arah antara alam nyata dengan alam ghaib, fungsi inilah sampai kapanpun akan dianggap paling menarik untuk diperbincangkan,karena banyak hal yg cukup misterius,unik dan terasa istimewa bagi kalangan tertentu. Dan tidak jarang keris dijadikan sarana memperkuat atma sang supranaturalis dlm berkomunikasi maupun membuka alam gaib.


    17). Keris sebagai dekorasi. Umumnya keris yang ditempel ditembok atau media lainnya adalah hanya keris semacam souvenir tanpa kandungan aura/yoni/isi, karena dianggap kurang etis bila menempatkan keris pusaka hanya dari sisi estetika saja.


    18). Keris sebagai obyek hobby. Kalangan yang menempatkan keris sebagai hobby adalah mereka yang mengumpulkan banyak keris pusaka hanya untuk kesenanggan batin,

     19). Keris sebagai sipat kandel / piandel. Sipat kandel adalah: suatu sarana yang membuat pemiliknya lebih percaya diri untuk meraih nasib baik, terlindung, selamat dan maksud lain yang sejenis. Kalangan pecinta keris pusaka semacam ini menjadikannya sebagai “jimat”. Contoh konkretnya adalah keris Jendral Sudirman, Keris Bung Tomo, Keris Bung Karno,karena dlm perjuangan mrk selalu menyertakan keris dlm menyertai perjuangan dan pengobar semangat juang keberanian mrk dlm menghadapi penjajah belanda. serta nama-nama besar lain negeri ini, disamping para beliau adalah para bijak cendekia namun ada sesuatu yang diharapkan dari keris pusaka, terutama pada saat kritis, hal tersebut adalah hal yang wajar sebagaimana kita membutuhkan sesuatu harus menggunakan alat-alat tertentu untuk mempermudah kerja usaha kita. 

    20) . Spirit KerisMenurut Mpu Brojoningrat dari Surakarta dalam makalahnya, menuliskan keris merupakan visualisasi dari simbol-simbol dapur/bentuk, pamor, bahan/guru bakal guru dadi dan ukuran (anatomi antara lain, sanyari, sakilan dan lain-lain). Keris adalah kaca benggala pola tatanan hidup, falsafah, hingga pemahaman ketuhanan (konsepsi Lingga Yoni). Terciptanya Keris pusaka sebagai titik temu kemanunggalan antara Yang tinemu ing nalar (sesuatu yang dapat dinalar) dan Yang tan tinemu ing nalar (sesuatu yang tidak dapat dinalar). Heneng (konsentrasi), hening (tenang), awas (waspada) dan eling (ingat). Keris merupakan perpaduan unsur material ibu bumi bopo akoso, baja, besi dan pamor (meteorid). Yang diasuh/ditempa ribuan kali hingga sampai pada tataran wesi ‘tapisane gebagan’. Diharapkan manusia juga sampai pada tataran tapisane gebagan. Mpu dalam membabar keris pusaka tansah hateteken kasukcen apepayung budi rahayu (dituntun kesucian dan dilindungi budi luhur), jumbuhing kawulo gusti (anugerah Yang Kuasa), warongko majing curigo (perlindungan dari kecurigaan), rorohing atunggil (roh Yang Maha Esa). Keris punya konsep netes, nitis dan natas. Purwo, madyo, wusono, miwiti, nengahi, mungkasi, pathet 6, pathet 9 dan pathet menyuro. Tri loka lekere kongsi. Pada besalen dalam bangunan limasan apitan, relief candi sukuh terdapat ububan/lamusan. Susuh angin ngendi nggone, tapake kuntul ngalayang, kusumo njrah ing tawang.

    Demikian yang bisa kami sampaikan filosofi keris yang bisa kami samapaikan,agar bagi kita pemilik keris akan semakin mengerti dan menghargai budaya adiluhung peradaban besar nenek moyang dan leluhur kita yg perlu kita jaga dan kita lestariakan keberadaannya. Semoga bermanfaat.

    Tuah energi pusaka keris dan tombak



    Secara umum keris-keris dibuat tidak untuk diutamakan kesaktian gaibnya, tetapi lebih diutamakan fungsinya sebagai pendamping manusia pemiliknya. Tujuan keris dibuat adalah sejalan dengan tujuan diturunkannya wahyu dewa kepada seseorang, sehingga jenis keris yang dibuat dan karakternya akan sesuai dan sejalan dengan manusia pemiliknya (si manusia pertama pemilik keris)  dan setelah sosok gaib kerisnya menyatu dengan kebatinan pemiliknya, maka sifat-sifat karakter (dan kesaktian) orang pemiliknya akan menjadi menonjol berlipat-lipat setelah adanya penyatuan kebatinan dengan kerisnya.

    Sekalipun sebuah keris bertuah untuk kesaktian, wibawa, kekuasaan, kerejekian ataupun keilmuan, sifat-sifat tuahnya itu tidak bisa disamakan dengan benda-benda jimat bertuah. Kepemilikan sebuah keris tidak sama dan tidak dapat disamakan dengan benda-benda jimat ataupun benda-benda gaib lain yang hanya diharapkan keampuhannya dalam memberikan tuahnya. Keris dan kegaibannya hanya bersifat mendampingi, karena seharusnya yang sakti itu adalah orangnya, yang berwibawa dan berkuasa, yang bekerja mencari rejeki, yang menekuni ilmu, seharusnya adalah orangnya, sedangkan keberadaan keris adalah bersifat mendampingi, membantu dan menunjang aktivitas si manusia dan membantu meningkatkan sifat-sifat karakter si manusia sesuai sifat tuah kerisnya.



    Empu keris jaman dulu sengaja mendatangkan gaib keris jenis wahyu, karena selain bisa dipastikan bahwa gaib kerisnya itu adalah dari golongan yang baik, juga supaya perpaduan antara wahyu yang sudah ada pada diri si pemilik keris dengan gaib wahyu dari kerisnya bisa menghasilkan suatu sinergi kegaiban yang selaras dan berlipat-lipat ganda kekuatan pengaruhnya. Dengan keris buatannya itu si empu keris memadukan kinerja gaib keris buatannya dengan wahyu dewa yang sudah ada pada diri seseorang, suatu tindakan spiritual yang sangat tinggi yang tidak dapat dicapai kebanyakan manusia jaman sekarang yang hanya sampai pada tataran kebatinan saja, yang mampu membuat jimat beserta kegaibannya, tetapi tidak mengetahui ada / tidaknya suatu wahyu pada diri seseorang, apalagi memadukannya.
    Seandainya pun seorang calon pemilik keris tidak memiliki wahyu dewa dalam dirinya, tetapi proses ritual pembuatan keris akan tetap dilakukan seperti itu. Ini adalah bentuk tanggung jawab sang empu keris supaya kerisnya tersebut memberikan kebaikan kepada siapapun pemakainya dan juga akan menjadi "berkah" bagi kehidupan pemiliknya. Dan tuah dari keris-keris itu akan bekerja sesuai penyatuan kebatinan antara si keris dengan si manusia pemiliknya.
    Tuah / fungsi / manfaat utama sebuah wahyu adalah untuk melipatgandakan pengaruh gaib dari perbuatan-perbuatan orang-orang yang menerima wahyu.

    Manfaat wahyu itu akan bekerja sendiri seiring dengan aktivitas dan perbuatan si manusia penerima wahyu yang sejalan dengan sifat kegaiban wahyunya, sehingga perbuatan-perbuatannya itu memberikan pengaruh yang lebih besar dibandingkan tanpa wahyu. Wahyu yang sudah diterima oleh seseorang akan menjadi pasif peranan dan pengaruhnya jika orang si penerima wahyu tidak melakukan aktivitas dan perbuatan yang sejalan dengan sisi kegaiban wahyunya

    .
    Karena sisi gaib sebuah keris jawa adalah bersifat wahyu, maka kegaiban keris jawa akan bekerja sendiri sesudah ada penyatuan kebatinan dengan manusia pemiliknya dan akan melipatgandakan pengaruh aktivitas dan perbuatan si manusia pemiliknya yang sejalan dengan sifat kegaiban kerisnya, sehingga perbuatan-perbuatannya itu memberikan pengaruh yang lebih besar dibandingkan tanpa keris. Keris jawa yang sudah dimiliki oleh seseorang akan pasif peranan dan pengaruhnya jika belum ada penyatuan kebatinan dengan orang si pemilik keris dan orangnya tidak melakukan aktivitas dan perbuatan yang sejalan dengan sisi kegaiban kerisnya.
    Karena itu kegaiban keris jawa tidak akan bisa langsung dirasakan oleh orang-orang pemilik keris dan banyak pemilik keris yang tidak bisa merasakan manfaat kerisnya, karena kegaibannya akan bekerja hanya
    Dengan demikian sifat fungsi dan kejiwaan keris tidak sama dan tidak dapat disamakan dengan benda-benda jimat ataupun benda-benda gaib lain yang hanya diharapkan keampuhannya dalam memberikan tuahnya, dan keberadaan keris juga tidak mengarahkan orang untuk bersikap berhala atau memuja keris.
    Sifat kejiwaan keris sama seperti manusia yang memomong dan menjaga anaknya. Bila si manusia peka rasa, bisa mendengarkan bisikan gaib kerisnya yang berupa ide dan ilham dan firasat (dan mimpi), maka orang itu akan dituntun kepada jalan yang mengantarkannya sukses sesuai jenis tuah kerisnya dan menjauhkannya dari kesulitan. Sifat kejiwaan yang seperti itu tidak kita dapatkan dari benda-benda gaib lain. Umumnya orang-orang jawa jaman dulu peka rasa dan batin, sehingga akan mudah penyatuan kebatinannya dengan keris-kerisnya. Itulah juga sebabnya orang-orang jawa jaman dulu, yang peka rasa, lebih memilih keris daripada benda-benda gaib lain. Jika memerlukan bantuan kegaiban dari kerisnya, orang jaman dulu hanya perlu sambat (curhat) saja kepada kerisnya, tidak perlu membaca / mewirid amalan gaib seperti keilmuan orang jaman sekarang.
    Secara umum tujuan keris dibuat dimaksudkan dengan cara pendampingannya masing-masing keris-keris itu akan memberikan tuahnya kepada si manusia, dan untuk hasil kegaiban yang maksimal dalam pendampingan itu dibutuhkan adanya penyatuan kebatinan si manusia dengan kerisnya (ada interaksi batin). sesudah ada penyatuan kebatinan pemiliknya dengan kerisnya dan kegaiban keris tidak sama dengan benda-benda bertuah lain yang otomatis memberikan tuahnya sesudah bendanya dimiliki, apalagi mengharapkannya bekerja sendiri mendatangkan rejeki dan kekayaan sama seperti bertuah pesugihan, karena sifat kegaiban keris adalah melipatgandakan pengaruh aktivitas dan perbuatan si pemilik keris yang sejalan dengan sifat kegaiban kerisnya. Jadi, orangnya sendiri yang harus sakti, orangnya harus bekerja, dsb, dan sesudah ada penyatuan kebatinan kerisnya dengan pemiliknya, aktivitas dan perbuatan yang sejalan dengan sisi kegaiban kerisnya pengaruhnya akan dilipatgandakan oleh kerisnya.
    Karena itu sebaiknya dipahami, jika kita mempunyai sebuah keris, apapun jenis tuahnya, untuk mendapatkan kegaibannya yang maksimal dibutuhkan adanya penyatuan kebatinan kita dengan si keris (ada interaksi batin), bukan sekedar rasa memiliki sebuah keris dan jangan menyamakan keris dengan benda-benda jimat yang dinilai hanya dari keampuhannya sebagai jimat keselamatan / keberuntungan. Kalau kita belum bisa berbuat begitu, maka janganlah kita memiliki keris, lebih baik kita memiliki jimat lain untuk kesuksesan dan keberuntungan.
    Lebih daripada sekedar sebuah senjata berkhodam, atau sebagai bagian dari kelengkapan busana seseorang, sebuah keris dibuat dengan mengikuti suatu filosofi dan pakem pembuatan keris yang tata aturannya tidak boleh dilanggar. Keris dan kegaibannya diciptakan dengan mengikuti tata aturan hirarki status dan kelas gaib keris, yang aturannya sama dengan status dan kelas wahyu dewa yang diturunkan kepada manusia, karena filosofi dasar diturunkannya wahyu gaib keris adalah untuk dipasangkan dengan wahyu dewa yang diturunkan kepada manusia, sehingga hirarki status dan kelas gaib keris dan wahyu dewa itu sejalan. Dengan demikian dalam rangka pembuatannya masing-masing keris sudah disesuaikan dengan status si manusia calon pemiliknya di masyarakat. Sesuai tujuan awal pembuatan keris yang sejalan dengan tujuan diturunkannya wahyu  kepada seseorang tuah pokok keris atau tuah utama sebuah keris yang diberikan kepada manusia pemiliknya adalah tujuan spiritual dari diciptakannya sebuah keris untuk menunjang kehidupan manusia dalam bidang :
     1.  Kesaktian / Keksatriaan.
     2.  Wibawa Kekuasaan.
     3.  Kerejekian.
     4.  Kesepuhan.