11 Mar 2015

Kediri : Mitos Kota yang Jatuhkan Presiden

Kediri : Mitos Kota yang Jatuhkan Presiden

"Di Kediri sejak dulu ada mitos pantang didatangi seorang Presiden RI. Jika dilanggar, hal itu bisa melengserkan kekuasaannya"
"Ah, jangan percaya, itu hanya mitos!” Itulah ungkapan yang sering dilontarkan seseorang jika berhubungan dengan hal-hal yang tidak masuk akal. 
Namun, meski begitu, Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono, tidak menyepelekan mitos tentang daerah-daerah yang pantang didatangi bagi seorang presiden. Ketika mengunjungi korban Gunung Kelud, misalnya, SBY memilih melingkar melewati daerah Blitar dan tidak berani melewati sungai Brantas dan Kediri, yang adanya pantangan untuk didatangi bagi seorang presiden.  
Mitos memang sudah melekat sejak lama di negeri ini, utamanya di Pulau Jawa. Mitos didefinisikan sebagai cerita prosa rakyat yang menceritakan kisah-kisah lama berisi penafsiran tentang alam semesta dan keberadaan makhluk di dalamnya. 
Sejak zaman dulu sampai saat ini, mitos ternyata banyak yang percaya bahwa hal itu benar-benar-benar bisa terjadi.Bagi sebagian masyarakat, mitos tidak sekedar cerita melain hal ini dianggap benar-benar terjadi. Nah, di antaranya adalah mengenai mitos keangkeran dua kabupaten, yakni Kediri dan Bojonegoro di Jawa Timur yang menjadi pantangan presiden RI untuk dikunjunginya.
Konon, mitos yang berkembang di tengah masyarakat setempat, bila presiden RI berkunjung ke dua daerah itu bakal lengser. Entah karena kebetulan atau tidak, tapi beberapa presiden yang berkunjung ke Kediri, sebelum Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, selalu lengser.
Presiden Soekarno , BJ Habibie dan Abdurrahman Wahid ( Gus Dur ), lengser setelah tak lama berkunjung ke kota tahu itu. Bahkan sepanjang pemerintahannya selama 32 tahun, Soeharto tidak pernah menginjakkan kaki ke Kediri.
Gus Dimas Cokro Pamungkas, spiritualis yang tinggal di Jombang mengatakan bahwa mitos presiden pantang mendatangi Kediri berhubungan dengan riwayat Babat Kadhiri. Dalam babat ini diceritakan bahwa kutukan pada Kerajaan Kediri tatkala terlibat dalam peperangan dengan musuh. 
Bunyinya, jika pasukan Kediri menyerang musuh di daerah lawan lebih dulu akan selalu memenangkan pertempuran, akan tetapi sebaliknya jika musuh langsung menyerang ke pusat kerajaan Kediri lebih dulu maka musuh itu akan selalu berhasil memperoleh kemenangan yang gemilang.
Barangkali karena kutukan itulah konon para presiden RI selalu menghindari untuk singgah ke Kota Kediri dalam setiap perjalanan di wilayah Jawa Timur. Ada yang menafsirkan, tatkala presiden berani singgah ke Kediri, maka posisi mereka bakal mudah diserang oleh musuh atau lawan politiknya.
Selain berhubungan dengan Babat Kadhiri, mitos tersebut juga dihubungkan dengan tempat, misalnya Simpang Lima Gumul di Kediri, yang dipercaya sebagai pusat Kerajaan Kediri. Sementara kisah lain mengaitkan mitos dengan kutukan Sungai Brantas yang menjadi tapal batas Kerajaan Kediri, yakni bila ada raja, kini disebut presiden, masuk ke Kediri melewati Sungai Berantas maka akan lengser.

10 Mar 2015

Ken arok

Jika anda ingin tahu siapa itu Ken Arok maka anda harus mempelajari tentang bagaimana terbentuknya kerajaan Singhasari. Seperti yang kita ketahui bersama bahwa Kerajaan Singhasari adalah kerajaan yang penuh dengan kudeta kekuasaan. Dan ken Arok adalah raja pertama dari Kerajaan Singhasari.












Setelah berakhirnya Kerajaan Kediri, berkembanglah Kerajaan Singhasari. Yaitu kerajaan yang berpusat kira-kira di dekat kota Malang, Jawa Timur. Kerajaan ini didirikan oleh seorang dari golongan rakyat biasa (bukan bangsawan) yaitu Ken Arok. Ken Arok berhasil tampil sebagai raja, walaupun ia berasal dari kalangan rakyat biasa. Berdasarkan kitab Pararaton, Ken Arok adalah anak seorang petani dari Desa Pangkur, di sebelah timur Gunung Kawi, daerah Malang. Ibunya bernama Ken Endok.

Dikisahkan, bahwa pada waktu masih bayi, Ken Arok diletakkan oleh ibunya di sebuah makam. Bayi Ken Arok kemudian ditemukan oleh seorang pencuri, bernama Lembong. Akibat dari didikan dan lingkungan keluarga pencuri, maka Ken Arok tumbuh menjadi seorang penjahat yang sering menjadi buronan pemerintah Kerajaan Kediri. Suatu ketika Ken Arok berjumpa dengan pendeta Lohgawe. Ken Arok mengatakan ingin menjadi orang baik-baik. Kemudian dengan perantaraan Lohgawe, Ken Arok diabdikan kepada seorang Akuwu (bupati) Tumapel, bernama Tunggul Ametung.

Setelah beberapa lama mengabdi di Tumapel, Ken Arok mempunyai keinginan untuk memperistri Ken Dedes, yang sudah menjadi istri Tunggul Ametung. Kemudian timbul niat buruk dari Ken Arok untuk membunuh Tunggul Ametung agar Ken Dedes dapat diperistri olehnya. Ternyata benar, Tunggul Ametung dapat dibunuh oleh Ken Arok dengan keris Empu Gandring. Setelah Tunggul Ametung terbunuh, Ken Arok menggantikan sebagai penguasa di Tumapel dan memperistri Ken Dedes. Pada waktu diperistri Ken Arok, Ken Dedes sudah mengandung tiga bulan, hasil perkawinan dengan Tunggul Ametung.

Pada waktu itu Tumapel hanya daerah bawahan Raja Kertajaya dari Kediri. Ken Arok ingin menjadi raja, maka ia merencanakan menyerang Kediri. Pada tahun 1222 M Ken Arok atas dukungan para pendeta melakukan serangan ke Kediri. Raja Kertajaya dapat ditaklukkan oleh Ken Arok dalam pertempurannya di Ganter, dekat Pujon, Malang. Setelah Kediri berhasil ditaklukkan, maka seluruh wilayah Kediri dipersatukan dengan Tumapel dan lahirlah Kerajaan Singhasari.

Setelah berdiri nya Kerajaan Singhasari, Ken Arok tampil sebagai raja yang pertama. Ken Arok sebagai raja yang bergelar Sri Ranggah Rajasa Sang Amurwabumi. Ken Arok memerintah selama lima tahun. Pada tahun 1227 M Ken Arok dibunuh oleh seorang pengalasan atau pesuruh dan Batil, atas perintah Anusapati. Anusapati adalah putra Ken Dedes dengan Tunggul Ametung. Jenazah Ken Arok dicandikan di Kagenengan dalam bangunan perpaduan Syiwa-Buddha. Ken Arok meninggalkan beberapa putra. Bersama Ken Umang, Ken Arok memiliki empat putra, yaitu Panji Tohjoyo, Panji Sudatu, Panji Wregola, dan Dewi Rambi. Bersama Ken Dedes, Ken Arok mempunyai putra bernama Mahesa Wongateleng.

Nah, itu saja yang bisa saya bagikan mengenai siapa itu Ken Arok. Semoga bermafaat.