2 Jul 2009

LUPAKAN MASA LALU YANG TELAH DIAM MEMBISU


Mengenang masa lalu atas apa nestapa dan kegagalan di dalamnya merupakan tindakan yang paling membodohkan. Sama artinya dengan membunuh semangat, memupuskan tekad dan mengukur masa depan yang belum terjadi.
Kesedihan tidak akan mampu mengembalikan keadaan, keresahan tidak akan sanggup memperbaikinya, kegundahan tidak akan mampu merubahnya menjadi terang, dan kegalauan tidak akan dapat menghidupkannya kembali, karena ia memang sudah tidak ada.           
Keterikatan dengan masa lalu, keresahan atas apa yang telah terjadi, ketakaran emosi jiwa oleh api panasnya, dan ketakutan jiwa pada pintunya merupakan kondisi yang sangat naif, ironis, memprihatinkan dan menakutkan.           
Kesedihan merupakan teman akrab kecemasan. Adapun perbedaan antara keduanya adalah manakala suatu hal yang tidak disukai hati itu berkaitan dengan hal-hal yang belum terjadi, ia akan membuahkan kecemasan. bila berkaitan dengan persoalan masa lalu, maka ia akan membuahkan kesedihan. Dan persamaannya, keduanya sama-sama dapat melemahkan semangat dan kehendak hati untuk berbuat suatu kebaikan.           Ketika suatu perkara telah selesai, maka selesai pula urusannya. Tidak ada gunanya mengurai kembali bangkai zaman dalam memutar kembali roda sejarah.           
Manakala kita rela mengabaikan masa depan dan justru hanya disibukkan oleh masa lalu. sama halnya dengan kita mengabaikan istana-istana yang indah dengan sibuk meratapi puing-puing yang telah lapuk. betapa pun seluruh manusia dan jin bersatu untuk mengembalikan semua hal yang telah berlalu, mereka tidak akan pernah mampu. demikian itu sudah mustahil pada awalnya.          
 Angin akan selalu berhembus ke depan, air akan mengalir ke depan, setiap kafilah akan berjalan ke depan dan segala sesuatu akan bergerak maju ke depan. Janganlah pernah melawan sunah kehidupan.         
  Ketika melihat seutas tali merenggang kencang ketahuilah tali itu akan segera putus. karena setiap tangisan akan berujung dengan senyuman, ketakutan akan berakhir dengan rasa aman, dan kegelisahan akan sirna oleh kedamaian.          
 Kondisi dunia ini penuh kenikmtan, banyak pilihan, penuh rupa dan banyak warna. Semua bercampur dengan kecemasan dan kesulitan hidup.          
Dunia sebagai tempat bertemunya dua hal yang saling berlawanan, dua jenis yang saling bertolak belakang, dua kubu yang saling berseberangan, dan dua pendapat yang saling berseberangan.         

  Kesulitan dalam kehidupan ini merupakan perkara yang nisbi. segala sesuatu akan terasa sakit bagi jiwa yang kerdil, tapi bagi jiwa yang besar tidak ada istilah kesulitan yang besar.  

        

 Hidup ini adalah seni bagaimana membuat sesuatu. Dan seni harus dipelajari serta ditekuni. maka sangatlah baik bila manusia berusaha keras dan penuh kesungguhan mau belajar tentang bagaimana menghasilkan kebahagiaan.