3 Apr 2013

Makna dan Tujuan Kekuatan Gaib Keris

Makna dan Tujuan Kekuatan Gaib Keris

        Makna dan Tujuan Kekuatan Gaib Keris. Keris adalah sebuah senjata pusaka yang sengaja dibuat oleh mpu dengan kekuatan gaib di dalamnya, untuk bisa menjadi “piyandel”  bagi pemiliknya, yaitu selain sebagai senjata, keris juga diandalkan mendampingi kehidupan sehari-hari pemiliknya karena keris mempunyai kekuatan gaib tersendiri yang berbeda dengan jenis senjata lain, seperti untuk perlindungan gaib, kesaktian, kekuasaan, kepangkatan dan wibawa, atau rejeki dan ketentraman. Dengan demikian kegaiban itu merupakan ciri / karakteristik khusus dari sebuah keris yang membedakannya dengan jenis-jenis senjata lain.
Yang sangat membedakannya dengan jenis-jenis senjata lain adalah justru pada kisah-kisah magis yang dibangun bersama kehadiran keris itu sendiri sejak awal pembuatannya. Setiap keris dibuat sebaik mungkin sesuai batas kemampuan sang empu keris, melalui proses spiritual untuk mencari tahu keris apa yang cocok bagi si pemesan, puasa dan laku tirakat untuk mendatangkan gaib keris yang cocok dengan si pemesan, puasa dan laku tirakat dalam masa persiapan pembuatan keris, laku tirakat selama proses pengerjaan hingga selesai, dan sebagainya, sampai keris tersebut selesai dibuat. Setelah pembuatannya selesai pun masih lagi dilakukan proses ritual untuk menyatukan keris dan kegaibannya dengan si pemesan.
Oleh Karena itu, bila pembuatannya belum selesai atau belum sempurna, menurut tanggapan sang empu, maka keris itu tidak akan diserahkannya kepada si pemesan  Keris tersebut baru akan diserahkannya bila menurut penilaian sang mpu keris tersebut telah benar-benar sempurna segalanya, sempurna pembuatannya, sempurna kegaibannya, sempurna sesajinya, dan sempurna kecocokannya dengan si pemesan.
Sifat dan kekuatan gaib keris bervariasi, tidak semuanya sama. Seseorang yang memiliki sebuah keris tidak berarti dia juga pasti telah menguasai kegaiban dari keris itu, karena kekuatan kegaiban keris itu hanya akan sempurna ketika jiwa keris itu telah menyatu, telah luluh ke dalam pribadi manusia pemiliknya. Begitu juga bagi yang memiliki atau mengkoleksi banyak keris.
Tuah keris yang paling dasar adalah untuk kesaktian. Semua keris, apapun jenis kerisnya dan jenis tuahnya, mengandung unsur kesaktian dan kekuatan gaib di dalamnya. Walaupun tuah utamanya adalah untuk kerejekian, ketika sedang digunakan untuk berkelahi, keris itu akan berfungsi sebagai keris kesaktian, dan kekuatan gaib di dalamnya dapat diminta untuk memberikan pagar atau perlindungan gaib untuk si pemilik keris dan keluarganya. Walaupun tuahnya untuk kerejekian, tetapi kekuatan gaib kerisnya jauh di atas kekuatan jimat-jimat kebal yang biasa dipakai orang, seperti mustika wesi kuning, rante babi, merah delima, ataupun jimat-jimat kebal isian, yang kesaktian keris itu akan dapat menembus pertahanan kekebalan orang yang memakai jimat kebal dan merobek-robek tubuhnya.
Kekuatan Gaib dasar lainnya adalah untuk perlindungan gaib bagi si pemilik keris dari serangan gaib atau kejahatan. Jadi, selain tuah utamanya yang untuk kesaktian, kekuasaan atau rejeki, keris juga memberikan tuah perlindungan gaib bagi si pemilik. Dengan demikian, bila dikatakan bahwa sebuah keris bertuah kesaktian, atau kewibawaan, atau rejeki, sebenarnya terkandung juga di dalamnya tuah untuk perlindungan gaib, walaupun tuah itu mungkin tidak terasa dominan.
Mahluk gaib yang menghuni sebuah keris adalah mahluk halus jenis tersendiri, tidak sebangsa dengan jin atau dedemit seperti banyak dikata orang. Jenis gaib di dalam keris jawa mirip dengan yang biasa disebut "wahyu", seperti wahyu keprabon, kepangkatan, lurah, dsb,  tetapi dimensinya lebih rendah daripada gaib wahyu  (dibandingkan gaib wahyu, gaib keris lebih mudah untuk dilihat dan lebih mudah dirasakan keberadaannya). Walaupun banyak orang sekarang sering menyebutnya sebagai "khodam" keris, tetapi oleh para empu keris dan para pemerhati keris jawa, gaib keris itu sering disebut wahyu.
Dalam rangka  "mendatangkan" kekuatan gaib untuk sebuah keris dilakukanlah laku puasa dan tirakat oleh sang empu. Proses laku-nya menggunakan olah batin dan olah spiritual secara mendalam, karena yang akan didatangkan adalah suatu gaib jenis khusus, tidak sama dengan proses mengisikan gaib ke dalam batu cincin atau jimat yang hanya menggunakan amalan gaib atau kebatinan saja.
Ketika gaib keris itu sudah menyatu dengan kerisnya (sebagai rumahnya yang baru), maka dikatakan 'wahyu'- nya sudah datang. Ketika si pemilik keris sudah menerima keris itu (yang sudah selesai pembuatannya), maka si pemilik keris disebut "kewahyon".  Disebut demikian karena "wahyu"-nya menyertai dia, dan memang dikhususkan hanya untuk dia saja, bukan untuk orang lain ataupun keturunannya.
Wujud dari sosok gaib keris bermacam-macam, sama seperti mahluk halus lain. Isi gaib keris berdimensi halus, tetapi lebih mudah dilihat daripada mahluk halus bangsa wahyu. Mereka menghormati para dewa yang menjadi pengayom kehidupan manusia. Mereka mau "turun" untuk mengikut kepada seorang manusia hanya  jika diminta oleh seorang spiritualis (empu keris) yang memiliki wahyu dalam dirinya. Namun setelah tugasnya selesai, mereka tidak segera kembali ke asalnya, tetapi memilih tetap tinggal di dalam keris yang telah menjadi rumahnya yang baru. Wallahu A’lam Bis-Shawab.