1 Apr 2013

mistik orang jawa

Di belahan dunia bagian manapun, orang selalu berhubungan dengan dunia mistik. Buat orang Jawa tulen, mistik seolah menjadi hal tak terpisahkan dalam kehidupan mereka. Ibarat kata, dalam setiap sendi kehidupan orang jawa, pasti akan terdapat berbagai hal yang berbau mistik. Mistik jawa sendiri seolah menjadi hal yang menarik untuk dibicarakan, dalam konteks hiburan, psikoanalisis, secara ilmiah, ataupun sekedar omong kosong.
Mungkin, buat sebagian orang, terlebih orang yang mengklaim diri sebagai orang modern, mistik jawa adalah hal yang aneh. Akan tetapi buat orang Jawa tulen, mistik adalah bagian dari keyakinan yang tidak mungkin terpisahkan. Berikut ini beberapa macam mistik dan klenik yang masih kuat berakar di kebudayaan masyarakat Jawa pada umumnya.
  1. Perhitungan hari berdasarkan hari pasaran seperti Pon, Wage, Kliwon, Legi, Paing untuk menentukan layak tidaknya berbagai aktivitas bisa dilaksanakan. Untuk hajatan pernikahan dan sunatan, seorang tetua adat harus menghitung netu berdasar penanggalan Jawa antara calon pengantin atau calon ‘tersunat”, untuk di hitung bersama dengan netu orang tua mereka. Dari perhitungan tersebut akan didapat ‘hari baik’.
  2. Dunia mistik Jawa identik dengan roh-roh yang bersemayam di benda-benda peninggalan tempo dulu. Di dekat benda-benda tersebut diletakkan, biasanya diletakkan juga sesaji berupa kembang dan dupa.
  3. Orang Jawa, terlebih yang tinggal di kawasan dekat Keraton sangat mempercayai ‘kelebihan’ dari keraton. Buat mereka yang mendalami dunia mistik, Keraton menyimpan misteri yang sangat dahsyat. Salah satu legenda (sebagian percaya mitos ini nyata) yang sangat terkenal adalah Nyai Roro Kidul. Di Hotel Queen of South di pantai Parangtritis, ada sebuah kamar yang dikosongkan. Kabarnya, Ratu Kidul sering ‘berkunjung’ ke kamar tersebut.
  4. Bukti terbaru tentang aktivitas mistik Jawa adalah ritual potong kerbau untuk meredakan aktivitas Gunung Merapi. Entah berhubungan atau tidak, sebagian masyarakat Jawa percaya bahwa redanya Gunung Merapi karena telah diberikan ritual khusus tersebut.
  5. Di Kdraton Jogja, setiap kali selesai ritual pencucian kereta-kereta keraton, ratusan orang berebut mendapatkan air bekas cucian kereta tersebut. Ada yang menggunakan untuk cuci muka atau cuci tangan dengan mengharapkan ‘berkah’ dari air tersebut.
Untuk memandu aktivitas dunia mistik mereka, orang jawa memiliki panduan khusus. Panduan tersebut dinamakan primbon jawa. Dalam primbon ini ada beragam tafsir atas petunjuk, atau disebut “wisik” dalam bahasa Jawa yang berarti bisikan yang hanya didengar orang-orang tertentu. Buat mereka, membuka primbon jawa hanyalah sebuah ikhtiar untuk memperjelas bisikan yang mereka terima.