1 Mar 2014

Situs Liyangan

Ilustrasi - antarafoto.com

TEMANGGUNG, suaramerdeka.com - Hasil eskavasi di Situs Liyangan, yang dilakukan Balai Arkeologi dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian Yogyakarta, serta Badan Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah kembali membuahkan hasil. Kali ini ditemukan beberapa struktur bangunan di berbagai titik.

Ketua Tim Eskavasi, Sugeng Riyanto mengatakan, penemuan itu antara lain, sebuah jalan kuno, dengan struktur batuan tertata rapi. Lebarnya kurang lebih empat meter, namun panjangnya belum diketahui. Jalan ini berada di kompleks peribadatan atau candi utama. Selain itu, ada batur, selasar, dan tembok beteng.

"Dari ekskavasi, sejauh ini di bawah dekat candi, ditemukan jalan dari batu. Kemudian di atasnya ada talud dari batuan bolder (batu kali). Di dekat batu bolder kami temukan lagi pagar dari batu putih, tingginya lebih dari dua meter, lebar kurang lebih 40 cm," ujarnya, Rabu (12/12).

Menurutnya, ekskavasi kali ini juga bertujuan untuk melanjutkan penggalian struktur talud dari bolder, dan struktur tangga yang sebelumnya ditemukan oleh penambang pasir. Kemudian membuka lagi struktur batur I di depan tangga, batur II di samping candi, serta satu batur di dekat sungai.

Situs Liyangan sendiri telah terbagi menjadi tiga bagian yakni sektor I (candi utama/tempat peribadatan), sektor II (tempat permukiman), sektor III (kawasan pertanian kuno).

Melihat pembagian sektor, menggambarkan bahwa kompleks Situs Liyangan dahulunya merupakan sebuah tempat hunian manusia yang perdabannya telah maju. Dibuktikan, di lokasi tersebut ada tempat peribadatan, permukiman, dan kawasan pertanian.

Sebelumnya, juga telah ditemukan pecahan keramik, tembikar, pecahan kaca, mata tombak satu sisi, serta onggokan padi yang telah terbakar. Lokasi penemuan berada 100 meter dari candi utama, tepatnya di lokasi permukiman warga