1 Mei 2014

Menjadi Presiden, Soeharto Dipantau Secara Gaib

 
50853_475
Mantan Presiden Soeharto telah mengenal dunia klenik sejak masih muda. Keterikatannya dengan hal mistik itu terus berlanjut setelah berkenalan dengan Soedjono Hoemardhani. Sebab dari Soedjono lah, Soeharto dapat bertemu Rama Marta, yang kemudian menjadi guru kebatinan Jawanya.
Ketika Soeharto menjadi pemimpin RI, utang budinya terhadap Soedjono terus meningkat. Pada awal Orde Baru, Soeharto menunjuk Soedjono sebagai staf pribadi. Kemudian menjadi asisten pribadi Soeharto, di bidang ekonomi, pada 1966–1974.
Dalam Edisi Khusus Majalah Tempo, 10 Februari 2008, di artikel: Soedjono dan ‘Orde Dhawuh’, ditulis Soeharto menghapus posisi staf pribadi usai kerusuhan anti-Jepang, Malari. “Soedjono tidak memiliki jabatan penting,” tulis Majalah Tempo. “Tapi banyak yang menyebut, pada saat itulah Soedjono aktif mendukung Soeharto secara spiritual.”
Kala kesibukan Soeharto meningkat, hingga tak sempat melakukan ritual klenik, Soedjonolah yang melakoninya. Ia juga memantau perkembangan sosial-politik Indonesia secara gaib. “Semua itu dilakukan melalui bantuan guru-guru laku Jawa yang dikenal Soedjono selama bergaul dengan Soeharto,” kata Dr Budyapradipta, pakar sastra Jawa Universitas Indonesia.
Budyapradipta sendiri pernah menjadi sekretaris pribadi Soedjono Hoemardani pada 1983–1986. Dan ia mendengar kisah ini, langsung dari Soedjono. “Soedjono dikenal menyukai dunia kebatinan Jawa. Keduanya menemukan kecocokan.”
Sumber : Tempo